• Tentang Kami
Saturday, February 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR, Ingat Kembali Ucapan Kontroversial Ahmad Sahroni

Kasus etik Sahroni juga bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pada 5 November 2025, MKD menjatuhkan vonis bersalah dan menghukum Sahroni dengan penonaktifan sementara selama enam bulan.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
February 19, 2026
in headline, Politainment
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Belum genap 6 bulan, Ahmad Sahroni kembali ke DPR menjadi pimpinan Komisi III

Belum genap 6 bulan, Ahmad Sahroni kembali ke DPR menjadi pimpinan Komisi III. [Instagram/Ahmad Sahroni]

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Ahmad Sahroni resmi ditetapkan kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dalam rapat pleno yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (19/2/2026). Penetapan ini menandai kembalinya Bendahara Umum Partai Nasdem tersebut ke kursi pimpinan komisi hukum setelah sempat menepi akibat sanksi etik.

Gantikan Rusdi Masse yang Hijrah ke PSI

BERITA MENARIK LAINNYA

Sejumlah Pasal dalam KUHP Baru yang Berpotensi Ancam Kebebasan Sipil dan Privasi

Kembalinya Sahroni ke posisi pimpinan merupakan langkah untuk menggantikan Rusdi Masse Mappasessu, rekan separtainya yang kini telah pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan pergantian ini diambil setelah pimpinan DPR menerima surat resmi dari Fraksi Nasdem tertanggal 12 Februari 2026.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, seluruh anggota Komisi III yang hadir menyatakan persetujuan mereka terhadap penunjukan Sahroni. Rusdi Masse sendiri sebelumnya telah resmi diperkenalkan sebagai kader PSI oleh Kaesang Pangarep di Makassar pada akhir Januari 2026, yang secara otomatis menggugurkan status keanggotaannya di DPR dari Fraksi Nasdem.

“Pimpinan DPR RI telah menerima surat dari pimpinan Fraksi Partai Nasdem Nomor FNasdem107/DPR RI/II/2026 tanggal 12 Februari 2026 perihal penyampaian pergantian nama Wakil Ketua Komisi III DPR RI, kapoksi Banggar, dan anggota Banggar dari Fraksi NasDem DPR RI, maka pimpinan Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem mengalami perubahan,” ujar Dasco dalam rapat.

“Yang semula saudara Rusdi Masse A24 digantikan Ahmad Sahroni A38. Ahmad Sahroni akan ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse,” lanjut Dasco.

Kilas Balik: Kontroversi Pernyataan “Tolol”

Meski kini telah kembali, perjalanan Sahroni tidak lepas dari polemik besar yang terjadi pada tahun lalu. Pada 22 Agustus 2025, Sahroni memicu kemarahan publik setelah mengeluarkan pernyataan keras terkait desakan pembubaran DPR.

Saat itu, di tengah aksi protes masyarakat terhadap kenaikan tunjangan anggota dewan, Sahroni melontarkan ucapan yang menyebut bahwa pihak yang ingin membubarkan DPR memiliki “mental orang tertolol sedunia”.

“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” ujar Sahroni kala itu.

Pernyataan yang disampaikan Sahroni dalam kunjungan kerja di Sumatera Utara tersebut viral dan dianggap menggunakan diksi yang sangat tidak pantas untuk seorang pejabat publik.

Sanksi Penonaktifan dan Insiden Penjarahan Rumah

Buntut dari pernyataan kontroversial tersebut, DPP Partai Nasdem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Sahroni sebagai anggota DPR terhitung mulai 1 September 2025. Di saat yang bersamaan, gelombang protes massa bahkan sempat menyasar kediaman pribadi Sahroni di Jakarta Utara yang berujung pada aksi penjarahan. Sahroni kemudian memutuskan untuk merobohkan rumah tersebut pada November 2025.

Kasus etik Sahroni juga bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pada 5 November 2025, MKD menjatuhkan vonis bersalah dan menghukum Sahroni dengan penonaktifan sementara selama enam bulan. Namun, penetapannya kembali sebagai pimpinan pada Februari 2026 ini menunjukkan bahwa ia kembali menduduki jabatan tersebut bahkan sebelum genap enam bulan menjalani masa hukuman MKD, sekitar 3,5 bulan sejak putusan dibacakan.

Harapan Menjadi Legislator yang Lebih Baik

Usai ditetapkan kembali, Sahroni menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan DPR serta MKD yang telah menyidangkan kasusnya. Dengan nada sedikit berkelakar, ia menyebut merasa aneh jika harus memperkenalkan diri lagi kepada rekan-rekannya di Komisi III.

“Terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Sahroni dalam rapat tersebut.

Dengan demikian, susunan pimpinan Komisi III kini kembali diisi oleh Ahmad Sahroni (Nasdem), mendampingi Habiburokhman (Gerindra) sebagai Ketua, serta Dede Indra Permana Sudiro (PDIP) dan M. Rano Alfath (PKB) sebagai Wakil Ketua.

Tags: Ahmad Sahronikontroversialpimpinan komisi III DPRRusdi Massesanksi etik

Related Posts

ilustrasi hukum

Sejumlah Pasal dalam KUHP Baru yang Berpotensi Ancam Kebebasan Sipil dan Privasi

January 17, 2026
Next Post
BPJS Kesehatan. (Dok. BPJS Kesehatan)

Dosen UGM Soroti Tata Kelola dan Komunikasi Kebijakan BPJS Kesehatan Soal Penonaktifan PBI JKN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.