• Tentang Kami
Saturday, August 30, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar UGM Beber Dampak Positif dan Negatif Musim Kemarau Basah Bagi Sektor Pertanian

Merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa kemarau basah diprediksi akan terjadi selama 3 bulan ke depan

byGalih Priatmojo
July 14, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pertanian

Ilustrasi pertanian. [vecteezy]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Di tahun 2024, sektor pertanian Indonesia mengawali dengan permulaan yang bagus, dimana dalam sejarah terjadi surplus stok beras yang melimpah.

Dari peristiwa tersebut tidak salah jika banyak kalangan menyebut sebagai kebangkitan sektor pertanian Indonesia. Slogan lumbung pangan dunia tidak lagi khayalan, namun kenyataan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Hilirisasi Kelapa Punya Peluang Ekspor Lebih Besar, Pakar UGM Sarankan Ini ke Pemerintah

Salak Sleman Ekspor ke Kamboja, Danang Maharsa: Petani Kita Siap Bersaing Global

Sayang, di balik keberhasilan tersebut, masyarakat akhir-akhir ini dikejutkan dengan fenomena kemarau basah. Sebuah musim yang seharusnya jika dalam kondisi normal masuk sebagai musim kemarau, tetapi justru bulan Mei, Juni dan Juli intensitas hujan sangat tinggi. Bahkan di beberapa wilayah masih terjadi banjir.

Pakar dan profesional di bidang agrometeorologi, ilmu lingkungan, dan perubahan iklim dari FTP UGM Bayu Dwi Apri Nugroho mengatakan diperlukan kewaspadaan membaca situasi ini. Tidak hanya soal terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor, namun yang patut diwaspadai adalah terkait persoalan pangan.

“Merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa kemarau basah diprediksi akan terjadi selama 3 bulan ke depan, yaitu sampai Oktober 2024”, ujarnya di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Senin (14/7/2025).

Menurutnya, dampak kemarau basah sendiri sudah sangat dirasakan petani. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana di bulan Mei-Juni, petani sudah bisa menanam komoditas hortikultura seperti cabai atau bawang merah maka di tahun 2025 ini malah sebaliknya dimana di bulan Mei, Juni dan Juli ini intensitas hujan masih tinggi. Tidak sedikit petani mengalami gagal tanam, diakibatkan perhitungan petani yang “meleset”.

Para petani menganggap di bulai Mei-Juni, yang notabene secara normal masuk musim kemarau, curah hujan sudah menurun dan petani bisa menanam, ternyata justru sebaliknya.

Meningkatnya intensitas hujan menyebabkan banjir dilahan, sehingga akan menyebabkan kegagalan saat tanam yang pada akhirnya petani tidak bisa melakukan penanaman atau pemanenan (puso).

“Meski berdampak negatif, kemarau basah ini juga bisa berdampak secara positif untuk pertanian, yaitu peningkatan intensitas curah hujan ini akan menguntungkan untuk wilayah-wilayah yang kering dan tadah hujan, sehingga ini akan membuat ketersediaan air di wilayah-wilayah tersebut cukup dan petani di wilayah tersebut bisa melakukan aktifitas penanaman, seperti di wilayah Papua dan Indonesia bagian Timur lainnya”, terangnya.

Meski begitu, Apri menyampaikan perlunya pencegahan dan antisipasi terkait dengan kemarau basah. Menurutnya sangat diperlukan beberapa langkah strategis diantaranya menyangkut dibutuhkan prediksi cuaca masa depan secara nasional secara mendetail sampai pada level desa atau lahan, dan informasi ini tersampaikan kepada masyarakat, terutama terkait dengan anomali cuaca (La Niña).

Dengan prediksi ini diharapkan dapat membantu mengurangi kerugian dan biaya yang ditimbulkan oleh bencana hidrometeorologis sebagai dampak dari La Niña.

“Prediksi awal terjadinya La Niña ini bermanfaat dalam membantu perencanaan dan pengelolaan berbagai sektor seperti sumber daya air, energi, transportasi, pertanian, kehutanan, perikanan serta menghindari atau mengurangi potensi kerugian yang lebih besar”, ungkapnya.

Apri menyebut diperlukan juga edukasi secara terus menerus mengenai La Niña dan fenomena anomali cuaca lainnya serta dampaknya kepada masyarakat. Menurutnya, jika perlu edukasi ini disampaikan kepada petani melalui peran para penyuluh pertanian yang ada di wilayah masing-masing.

Menurutnya saat ini sudah saatnya penyediaan asuransi pertanian terkait kegagalan panen petani akibat La Niña atau fenomena anomali iklim lainnya.

“Yang tak kalah penting bisa memastikan kesiapan sarana dan prasarana untuk menghadapi La Niña, seperti ketersediaan pompa untuk pompanisasi in-out dari sawah, rehabilitasi jaringan irigasi tersier/kwarter, menggunakan benih tahan genangan seperti Inpara 1-10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang, dan lainnya”, imbuhnya.

Tags: Bayu Dwi Apri Nugrohokemarau basahLa Ninapertanian

Related Posts

Ilustrasi pohon kelapa

Hilirisasi Kelapa Punya Peluang Ekspor Lebih Besar, Pakar UGM Sarankan Ini ke Pemerintah

August 22, 2025
Salak Sleman Ekspor ke Kamboja, Danang Maharsa: Petani Kita Siap Bersaing Global

Salak Sleman Ekspor ke Kamboja, Danang Maharsa: Petani Kita Siap Bersaing Global

July 31, 2025
Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo (Jogja-Solo) segmen Colomadu-Ngawen (Klaten). (sumber : dok.jsmm.co.id)

Pembangunan Tol Kurangi Lahan Pertanian di Sleman, Produksi Pangan Diklaim Tetap Aman

July 30, 2025
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Poktan Lestari Mulyo melakukan panen padi organik varietas Sembada Merah di Kalirase, Trimulyo, Kabupaten Sleman, Selasa (29/7/2025)

Poktan Lestari Mulyo Panen Padi Organik Sembada Merah, Wabup Sleman Minta Produksi Digenjot

July 29, 2025
Safira Nur Aini lulusan termuda studi Magister Agronomi di Fakultas Pertanian UGM. (dok.ugm.ac.id)

Kisah Safira Nur Aini, Lulusan Magister Termuda UGM yang Siap Mengubah Wajah Pertanian Indonesia

July 25, 2025
Ilustrasi perubahan cuaca atau iklim

Es Atlantik Mencair, Pakar UGM Sebut Berpotensi Ganggu Iklim hingga Ketahanan Pangan di Tanah Air

July 24, 2025
Next Post
Pemain anyar PSS Sleman untuk lini tengah, Frederic Injai

Perkuat Lini Tengah, PSS Sleman Boyong Pemain Prancis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Para ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer bertajuk Kebangkitan Transportasi Online, Selasa (20/5/2025).

Aksi Ojol Turun ke Jalan Direspons, Sekda DIY Sambut Aspirasi Soal Regulasi dan Kesejahteraan

May 21, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.