JAKARTA, POPULI.ID – Timnas Indonesia resmi memperkuat jajaran staf kepelatihan dengan mendatangkan juru taktik sarat pengalaman asal Inggris, Simon Grayson. Pria berusia 56 tahun ini ditunjuk untuk mengisi posisi asisten pelatih, mendampingi pelatih utama John Herdman dalam mengarungi laga-laga internasional mendatang.
Penunjukan Simon Grayson diumumkan secara resmi pada Minggu (15/3/2026). Kehadiran Grayson semakin melengkapi susunan staf manajerial di bawah John Herdman, yang sebelumnya juga telah merekrut Cesar Meylan asal Kanada sebagai pelatih fisik.
Keputusan Herdman memilih Grayson didasarkan pada kebutuhan akan sosok asisten yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap sepak bola Asia. Penunjukan ini juga menandai aroma Inggris yang mulai ditanamkan Herdman dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia. Grayson diharapkan mampu memberikan sentuhan taktik yang segar dan perspektif baru saat tim nasional tampil di hadapan publik sendiri.
Karier sebagai Pemain
Simon Grayson lahir di Ripon, Inggris, pada 16 Desember 1969. Sebelum merambah dunia kepelatihan, ia memiliki karier yang mentereng sebagai pemain profesional dengan posisi gelandang dan bek kanan.
Ia memulai karier profesionalnya di Leeds United pada tahun 1988. Selama berkarier sebagai pemain, Grayson sempat membela klub-klub besar Inggris seperti Leicester City, Aston Villa, dan Blackburn Rovers. Masa keemasannya sebagai pemain terjadi di Leicester City, di mana ia berhasil membawa klub tersebut dua kali promosi ke Premier League (1994 dan 1996) serta menjuarai EFL Cup pada tahun 1997. Grayson akhirnya memutuskan gantung sepatu pada awal 2006 saat membela Blackpool.
Rekam Jejak Kepelatihan: Spesialis Promosi
Setelah pensiun, Grayson langsung terjun ke dunia kepelatihan. Di Inggris, ia membangun reputasi yang luar biasa sebagai spesialis promosi ke kasta kedua Liga Inggris atau Championship. Sepanjang kariernya, ia sukses membawa empat tim berbeda naik kasta, yaitu:
1. Blackpool (2006/2007)
2. Leeds United (2009/2010)
3. Huddersfield Town (2011/2012)
4. Preston North End (2014/2015)
Selain keempat tim tersebut, Grayson juga pernah menangani klub tradisional Inggris lainnya seperti Sunderland, Bradford City, dan Fleetwood Town. Salah satu momen bersejarahnya adalah saat memimpin Leeds United mengalahkan Manchester United di Old Trafford pada ajang FA Cup tahun 2010.
Sebelum berlabuh di Indonesia, Grayson sempat mencari tantangan di Asia Selatan dengan melatih Bengaluru FC di India (2022-2023) dan Lalitpur City di Nepal (2025). Pengalaman di Asia inilah yang menjadi nilai tambah besar bagi profilnya di mata John Herdman.
Prestasi Gemilang
Rekam jejak Simon Grayson dihiasi dengan berbagai trofi dan penghargaan individu:
• Promosi ke Championship: Berhasil membawa 4 tim berbeda promosi dari kasta ketiga ke kasta kedua Liga Inggris.
• Durand Cup 2022: Juara bersama Bengaluru FC di India.
• Nepal Super League 2025: Juara bersama Lalitpur City.
• Manager of the Month: Meraih gelar pelatih terbaik bulanan sebanyak satu kali di Championship (Desember 2010) dan lima kali di League One.
Antusiasme Menuju FIFA Series 2026
Simon Grayson dijadwalkan akan langsung bertugas pada ajang FIFA Series 2026 di Jakarta pada akhir Maret mendatang, menghadapi Saint Kitts and Nevis, Bulgaria, serta Kepulauan Solomon. Melalui media sosialnya, Grayson mengungkapkan kegembiraannya bergabung dengan skuad Garuda.
“Saya dengan gembira bergabung ke Timnas Indonesia sebagai asisten pelatih untuk laga berikutnya di agenda FIFA. Pengalaman indah di dalam dan luar lapangan. Saya tak sabar bekerja bersama pelatih kepala John Herdman dan para staf, pengalaman baru ini adalah sesuatu yang saya cari,” tulisnya di akun Instagram @simongraysonofficial.
Ia juga menambahkan bahwa kesempatan ini akan menjadi babak baru untuk meningkatkan kemampuannya.
“Setelah menghabiskan waktu lama melatih terutama di Inggris, terlibat dalam level tim nasional akan menambah kapasitas saya sebagai pelatih,” pungkasnya.












