• Tentang Kami
Sunday, June 28, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pengamat: Berpotensi Ganggu Stabilitas Pangan Domestik

Fluktuasi kurs memberi tekanan pada sistem pangan nasional, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor sejumlah komoditas strategis seperti kedelai, gandum, dan bawang putih.

byredaksi
March 26, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi nilai tukar Rupiah

Ilustrasi nilai tukar Rupiah. [pixabay/EmAji]

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar AS pada pertengahan Maret silam, kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas harga pangan di dalam negeri.

Fluktuasi kurs memberi tekanan pada sistem pangan nasional, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor sejumlah komoditas strategis seperti kedelai, gandum, dan bawang putih.

BERITA MENARIK LAINNYA

Ribuan Mahasiswa Hadang Sejumlah Menteri di Forum Nusantara Young Leaders UGM

UGM Telusuri Dugaan Retakan Tanah Pemicu Munculnya Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

Ketika nilai tukar melemah, biaya impor bahan pangan dan input produksi berpotensi meningkat sehingga berdampak pada harga di tingkat konsumen. Kondisi ini menunjukkan gejolak ekonomi global dapat langsung bersinggungan dengan ketahanan pangan domestik.

Dosen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Hani Perwitasari, menilai situasi tersebut perlu dicermati karena berpotensi memberi tekanan pada sistem pangan nasional.

Dari perspektif agribisnis, fluktuasi nilai tukar memiliki dampak yang bervariasi terhadap harga pangan di pasar domestik. Menurut Hani, besarnya pengaruh sangat bergantung pada jenis komoditas serta kondisi ketersediaan di dalam negeri.

Komoditas dengan pasokan yang cukup cenderung lebih stabil meskipun terjadi tekanan kurs. Sebaliknya, keterbatasan pasokan dapat memperbesar potensi kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Untuk fluktuasi nilai tukar ini akan berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan, bervariasi bisa dari 2 sampai 8 persen tergantung jenis makanannya,” terangnya dilansir dari laman UGM, Kamis (26/3/2026).

Kerentanan terhadap pelemahan rupiah juga berbeda antar komoditas pangan. Hani menjelaskan, produk yang sulit disubstitusi dan memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan tertentu cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kurs.

Dalam kondisi seperti saat ini, tekanan biaya dapat lebih cepat diteruskan ke harga jual. Dampak tersebut kemudian dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga pangan sehari-hari.

“Komoditas yang paling rentan seperti daging, kemudian telur, susu yang memang sulit untuk disubstitusi, maka dia akan lebih rentan terhadap dampak dari pelemahan rupiah ini,” jelasnya.

Kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari struktur pangan nasional yang masih bergantung pada impor. Ia menuturkan, ketika produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan, impor menjadi pilihan untuk menjaga pasokan.

Namun, ketergantungan tersebut membuat sistem pangan lebih rentan terhadap gejolak eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar. Semakin besar porsi impor, semakin tinggi pula risiko tekanan terhadap harga domestik.

“Semakin tinggi impornya, maka ini akan sangat rentan terhadap gejolak kurs yang ada,” kata Hani.

Selain memengaruhi harga pangan secara langsung, pelemahan rupiah juga berdampak pada biaya produksi di sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, sejumlah input produksi masih terkait dengan pasar global sehingga sensitif terhadap perubahan nilai tukar.

Kenaikan biaya input pada akhirnya akan meningkatkan total biaya produksi yang harus ditanggung pelaku usaha. Kondisi ini berpotensi mendorong penyesuaian harga di tingkat produsen hingga konsumen.

“Nilai tukar akan mempengaruhi biaya produksi, terutama ketika barang-barang produksi ini merupakan barang tradable, sehingga harganya akan naik dan total biayanya meningkat,” ungkapnya.

Dalam jangka pendek, langkah pengendalian harga menjadi penting untuk meredam dampak pelemahan rupiah. Hani mengatakan pemerintah perlu memastikan ketersediaan data yang akurat terkait produksi dan kebutuhan pangan nasional.

Monitoring yang baik akan membantu dalam menentukan kebijakan yang tepat, termasuk keputusan impor ketika pasokan kurang. Di sisi lain, stabilisasi harga perlu dijaga agar tidak merugikan produsen maupun konsumen.

“Kalau kurang ya perlu impor, kalau tidak kurang ya tidak perlu impor, sehingga kebijakan bisa diambil dengan lebih tepat,” tuturnya.

Upaya jangka pendek tersebut perlu diiringi strategi jangka panjang untuk memperkuat produksi pangan domestik. Hani menambahkan dukungan terhadap petani menjadi kunci agar kapasitas produksi dapat meningkat secara berkelanjutan.

Akses terhadap pembiayaan, subsidi input seperti pupuk dan benih, serta perlindungan melalui asuransi pertanian perlu diperkuat. Stabilitas harga di tingkat petani juga penting agar kegiatan produksi tetap menarik secara ekonomi.

“Peran seluruh pihak termasuk konsumen juga penting, karena memilih produk dalam negeri akan mendorong penguatan produksi pangan nasional,” pungkasnya.

Tags: Hani Perwitasariimpornilai tukar RupiahpanganpelemahanstabilitasUGM

Related Posts

Sejumlah tokoh yang hadir dalam forum Nusantara Young Leaders dikepung oleh ribuan mahasiswa di gerbang kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026).

Ribuan Mahasiswa Hadang Sejumlah Menteri di Forum Nusantara Young Leaders UGM

June 16, 2026
Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

UGM Telusuri Dugaan Retakan Tanah Pemicu Munculnya Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

June 9, 2026
Mahfud MD

Rupiah Melemah ke Rekor Terendah, Mahfud MD Minta Pemerintah Yakinkan Publik

June 8, 2026
Ilustrasi pendidikan tinggi.

Kritik Penutupan Prodi yang Dianggap Tak Relevan dengan Industri, Ekonom UGM: Kebijakan Rabun Jauh

June 6, 2026
Dosen Departemen Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Sarju Winardi saat menyampaikan paparanya terkait kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Kamis (4/6/2026).

Tim UGM Duga Kebakaran Misterius di Seyegan Dipicu Gas dari Limbah Organik

June 5, 2026
Ilustrasi pemilu.

Saiful Mujani Ajak Masyarakat Sipil Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

May 31, 2026
Next Post
Ilustrasi tenggelam

Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Selokan Mantrijeron saat Syawalan Keluarga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.