SLEMAN, POPULI.ID – Denyut jantung pendukung PSS Sleman, Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS), dipastikan akan berdegup lebih kencang dalam satu bulan ke depan. Tim kebanggaan Bumi Sembada itu kini berada di ambang pintu gerbang kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun jalan menuju ke sana masih dipenuhi kerikil tajam.
Dengan kompetisi Championship 2025-2026 yang menyisakan hanya lima gameweek lagi, PSS Sleman saat ini memang berada di posisi menguntungkan sebagai pemuncak klasemen sementara Grup 2 dengan koleksi 46 poin. Namun, status pemimpin klasemen bukanlah jaminan aman.
Persipura Jayapura membayangi ketat dengan 43 poin, disusul Barito Putera (42 poin), dan Kendal Tornado FC (41 poin). Di format musim ini, hanya juara grup yang berhak mengantongi tiket promosi langsung ke Super League, sementara posisi kedua harus melalui terjalnya laga play-off.
Ultimatum Sang Nakhoda
Sadar akan posisi timnya yang rawan tergelincir, pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengambil langkah tegas. Pelatih berlisensi A AFC tersebut memberikan ultimatum kepada anak asuhnya agar tidak kehilangan fokus di saat-saat krusial. Meski Elang Jawa belum terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir, catatan empat kali imbang dari rentetan tersebut menjadi sinyal waspada agar tim tidak terlalu sering berbagi poin.
“Saya selalu menekankan kepada semua pemain, kita harus fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” tegas Ansyari Lubis dilansir dari laman resmi PSS Sleman, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan bahwa target di sisa musim ini sangatlah lugas: menyapu bersih kemenangan demi memastikan langkah sistematis menuju kasta tertinggi.
“Pemain harus lebih fokus, tidak boleh berleha-leha. Ketika kita tidak tampil maksimal, pasti ada ancaman dari tim lain yang bisa menggantikan posisi kita,” ucapnya.
Mentalitas Riko Simanjuntak: “Laga Kandang Harga Mati”
Nada optimisme sekaligus waspada juga disuarakan oleh pemain senior, Riko Simanjuntak. Pasca hasil imbang 1-1 melawan Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Riko menekankan pentingnya memanfaatkan sisa laga kandang di Stadion Maguwoharjo. Baginya, setiap poin saat ini ibarat emas murni yang akan menentukan nasib tim di akhir musim.
Menjelang laga terdekat melawan Persipal Palu pada Sabtu (4/4/2026), Riko menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan lagi di rumah sendiri.
“Pertandingan berikutnya kita main di home dan itu harus dimaksimalkan. Kita tidak bisa kehilangan poin lagi. Kita harus memastikan bisa mengambil poin agar selalu berada di track,” kata Riko.
Peta Jalan Menuju Super League
Perjuangan PSS di lima laga terakhir akan didominasi oleh pertandingan kandang, meski ujian berat menanti saat mereka harus bertandang ke markas rival promosi. Berikut adalah jadwal lima alga terakhir yang akan menentukan takdir Super Elang Jawa:
• 4 April 2026: PSS Sleman vs Persipal Palu (Kandang)
• 11 April 2026: Barito Putera vs PSS Sleman (Tandang)
• 20 April 2026: PSS Sleman vs Persiku Kudus (Kandang)
• 26 April 2026: Persiba Balikpapan vs PSS Sleman (Tandang)
• 2 Mei 2026: PSS Sleman vs PSIS Semarang (Kandang)
Pertarungan melawan Barito Putera pada 11 April mendatang diprediksi akan menjadi salah satu titik balik paling krusial, mengingat status Laskar Antasari sebagai pesaing langsung di papan atas.
Kini, bola ada di kaki para penggawa Laskar Sembada. Konsistensi, fokus, dan kerja keras adalah kunci jika mereka tidak ingin mimpi promosi yang sudah di depan mata pupus begitu saja. Seperti yang ditekankan Ansyari Lubis, margin satu poin saja bisa menjadi pembeda antara tangis kegagalan atau pesta pora kenaikan kasta di akhir kompetisi nanti.












