POPULI.ID – Arsenal resmi menobatkan diri sebagai kampiun Liga Inggris musim 2025/2026. Kepastian gelar juara ini didapat tanpa harus mengeluarkan keringat pada matchday ke-37, setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, bermain imbang 1-1 oleh Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu (20/5/2026) dini hari.
Hasil imbang tersebut membuat Manchester City hanya mampu mengumpulkan 78 poin, tertinggal empat angka dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen dengan 82 poin. Dengan kompetisi yang hanya menyisakan satu pertandingan lagi, posisi The Gunners sudah tidak mungkin terkejar lagi.
Keberhasilan musim ini menyimpan sederet fakta menarik yang mewarnai perjalanan bersejarah pasukan Mikel Arteta menuju takhta tertinggi:
1. Berakhirnya Penantian Dua Dekade
Gelar ini menjadi momen emosional bagi publik Emirates Stadium karena mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun. Terakhir kali Arsenal mengangkat trofi Liga Inggris adalah pada musim 2003/2004 silam di bawah asuhan Arsene Wenger dengan rekor The Invincibles.
2. Koleksi Gelar ke-14 dan Rekor Delapan Dekade
Ini merupakan trofi Liga Inggris ke-14 bagi Arsenal di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Secara historis, koleksi mereka hanya kalah dari Liverpool dan Manchester United yang masing-masing mengoleksi 20 gelar. Namun, Arsenal memegang rekor spesial sebagai satu-satunya tim yang mampu menjuarai liga di delapan dekade berbeda, mulai dari tahun 1930-an hingga 2020-an.
3. Pola Unik Sponsor dan Runner-up
Ada catatan unik dalam empat gelar Premier League yang diraih Arsenal. Setiap kali menjadi juara, mereka selalu mengenakan jersei dengan sponsor yang berbeda dan menghadapi tim runner-up yang berbeda pula.
• 1997/98: Sponsor JVC (Runner-up: Manchester United)
• 2001/02: Sponsor Sega/Dreamcast (Runner-up: Liverpool)
• 2003/04: Sponsor O2 (Runner-up: Chelsea)
• 2025/26: Sponsor Fly Emirates (Runner-up: Manchester City)
4. Transformasi Mikel Arteta: Lepas dari Kutukan Runner-up
Bagi Mikel Arteta, trofi ini merupakan puncak perjalanan tujuh musimnya melatih Arsenal sekaligus gelar mayor keduanya setelah Piala FA. Kesuksesan ini juga menghapus label “spesialis runner-up” yang sempat melekat karena Arsenal selalu finis di posisi kedua dalam tiga musim berturut-turut sebelumnya (2022/23, 2023/24, dan 2024/25).
5. Dominasi Bola Mati dan Tembok David Raya
Arsenal tampil sangat mematikan dalam situasi bola mati dengan mencetak total 28 gol sepanjang musim. Mereka bahkan memecahkan rekor Premier League dengan mencetak 18 gol murni dari sepak pojok, melampaui rekor Oldham Athletic (16 gol) yang bertahan sejak musim 1992/93.
Di lini pertahanan, kiper David Raya mencatatkan 19 clean sheets dari 37 laga, menyamai rekor legendaris milik David Seaman pada musim 1993/94 dan 1998/99. Raya juga dipastikan meraih penghargaan Golden Glove untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Menuju Ambisi Double Agent
Meski pesta juara sudah pecah di jalanan London, fokus The Gunners dipastikan segera beralih. Arsenal berpeluang mengawinkan gelar domestik ini dengan trofi Eropa saat menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 yang akan digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang.






