BOGOR, POPULI.ID – Timnas Indonesia mengawali kampanye Grup A Piala AFF 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja. Namun perhatian publik justru tertuju pada keputusan tidak biasa pelatih kepala John Herdman.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026) malam tersebut, Herdman memilih memantau babak pertama dari tribun penonton, sebuah langkah yang disebut-sebut meniru gaya kepelatihan modern ala Luis Enrique.
Juru taktik asal Inggris itu terlihat duduk di area tribun VIP, tepat di titik kamera televisi dan analis video berada, sejak kickoff hingga pertengahan babak pertama. Sementara ia mengamati dari ketinggian, asisten pelatih Steven Vitoria bertugas memberikan instruksi langsung di pinggir lapangan dengan tetap terhubung melalui perangkat komunikasi.
Herdman baru turun ke area teknis untuk mendampingi pemain secara langsung setelah pertandingan berjalan sekitar 30 menit.
Meskipun tidak didampingi pelatih kepala di bangku cadangan pada fase awal, skuad Garuda tampil sangat dominan. Penyerang debutan Mitchell Baker menjadi bintang kemenangan dengan torehan hattrick pada menit ke-6, ke-15, dan ke-56. Dua gol tambahan dicetak oleh Sandy Walsh (24′) dan Jens Raven (86′). Sementara satu-satunya gol balasan Kamboja tercipta melalui gol bunuh diri Nadeo Argawinata (48′).
Usai pertandingan, Herdman mengungkapkan bahwa aksi memantau dari tribun ini sengaja dilakukan untuk membangun kepemimpinan mandiri di dalam tim. Ia meyakini bahwa skuadnya memiliki setidaknya enam pemain yang memiliki jiwa pemimpin luar biasa sehingga tidak harus selalu bergantung pada instruksi pelatih dari tepi lapangan.
“Pemain tidak selalu membutuhkan pelatih mereka di sana. Seperti yang Anda lihat, tiga gol tercipta tanpa pelatih di pinggir lapangan,” ujar Herdman dalam konferensi pers usai laga.
Ia menegaskan ingin memberikan pesan kuat bahwa Timnas Indonesia saat ini dipenuhi oleh para pemimpin yang mampu mengambil tanggung jawab secara mandiri.
Selain aspek mentalitas, Herdman menjelaskan bahwa posisi di tribun memberikan sudut pandang taktis yang lebih luas dan utuh. Serupa dengan alasan yang sering dikemukakan Luis Enrique saat menerapkan metode serupa.
Dari ketinggian, ia dapat mengevaluasi bagaimana pola permainan dan transisi antar lini yang dilatih selama tiga pekan terakhir diterapkan oleh para pemain di bawah tekanan pertandingan resmi.
“Penting bagi saya untuk melihat permainan secara taktis pada level yang berbeda,” tutur pelatih yang pernah menukangi timnas Kanada tersebut.
Herdman mengaku sangat puas dengan efektivitas pendekatan ini karena ia bisa melakukan pengamatan menyeluruh sekaligus memberikan ruang pemberdayaan bagi staf pelatih dan kelompok pemimpin di dalam skuadnya. Kemenangan besar ini pun menjadi modal positif bagi Indonesia dalam menatap ambisi juara di Piala AFF 2026.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



