SLEMAN, POPULI.ID – Driver Maxim minta agar aplikator menghapus sistem Turbo berbayar. Dalam sistem tersebut, driver diminta membayar Rp15 ribu terlebih dahulu untuk mendapatkan orderan. Sistem itu bermasalah karena sebelumnya pernah diterapkan oleh aplikator lain dan kemudian dihentikan.
“Dulu pernah dilakukan Gojek dan Grab dihapus dari Kemenhub dikatakan sebagai pelanggaran. Tapi saat Gojek dan Grab berhenti, kenapa Maxim memulai program itu,” kata Ketua Wadah Komunikasi Antar Driver Aktif Yogyakarta (Wakanda), Wuri Rahmawati, Rabu (23/9/2026).
Selain sistem Turbo, para driver mempersoalkan tarif batas bawah yang diterapkan Maxim. Wuri menyebut tarif tersebut berada di bawah ketentuan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Harusnya Rp2 ribu (per kilometer) wilayah Yogyakarta, tapi mereka menerapkan Rp1,8 sampai Rp1,9. Sementara untuk tarif terdekat mereka menerapkan Rp7,8,” jelasnya. “Selain itu, dari driver masih dikenakan pajak pertambahan PPN. Seharusnya tidak ditanggung driver,” imbuh Wuri.
Para driver juga menuntut adanya moratorium penerimaan mitra baru. Menurut Wuri, jumlah driver yang semakin banyak di tengah penurunan pesanan makanan maupun penumpang membuat penghasilan driver yang sudah ada semakin tertekan.
Wuri mengatakan para driver sebelumnya telah berupaya melakukan audiensi dengan pihak Maxim untuk membahas sistem Turbo berbayar. Namun, upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil.
Karena itu, para driver bersama LBH Yogyakarta menyiapkan langkah hukum apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi. “Kami akan meneruskan ke tingkat hukum yang lanjut karena kita sudah berkoordinasi dengan LBH. Karena mereka mengawal tuntutan kami sampai ke tingkat paling tinggi,” jelasnya.
Kuasa Hukum LBH Yogyakarta, Zay Fathurazzi Harahap, mengatakan penutupan kantor Maxim dilakukan setelah tidak adanya respons yang dinilai memadai terhadap tuntutan para driver. “Ya mungkin ini kesepakatannya tadi itu mereka dari pihak Wakanda yang tergabung dalam Maxim ingin menutup kantor ini karena enggak ada respons yang baik,” ujarnya.
Menurut Imam, penutupan tersebut juga berkaitan dengan tuntutan agar Maxim melakukan perbaikan terhadap kebijakan yang dipersoalkan para driver. “Kedua, kenapa mereka menutup kantor karena ketidakpekaan Maxim, tidak ada melakukan upaya perbaikan,” katanya.
Imam mengatakan kantor Maxim akan tetap ditutup sampai ada langkah perbaikan dan komunikasi lebih lanjut antara pihak aplikator dengan para driver. “Sampai kapan ditutup itu tergantung dari pihak Maxim sendiri. Mereka akan secepatnya mengajukan lawyer untuk melakukan perbaikan di Maxim sendiri,” ujarnya. (Hadid Pangestu)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



