• Tentang Kami
Sunday, August 31, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kisah Safira Nur Aini, Lulusan Magister Termuda UGM yang Siap Mengubah Wajah Pertanian Indonesia

Safira Nur Aini bukan sekadar lulusan termuda, ia adalah simbol semangat baru yang siap membawa perubahan besar di dunia pertanian.

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
July 25, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Safira Nur Aini lulusan termuda studi Magister Agronomi di Fakultas Pertanian UGM. (dok.ugm.ac.id)

Safira Nur Aini lulusan termuda studi Magister Agronomi di Fakultas Pertanian UGM. (dok.ugm.ac.id)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Di usia yang bahkan belum genap 23 tahun, Safira Nur Aini mengukir prestasi akademik yang sangat membanggakan.

Dia menjadi lulusan termuda Program Magister pada wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (23/7) lalu.

BERITA MENARIK LAINNYA

Wadah MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Pakar UGM Beber Cara Mendeteksinya

Pakar Gizi UGM Ingatkan Program MBG Butuh Pengawasan Ketat, Bukan Sekadar Mengejar Proyek

Perempuan asal Temanggung ini menyelesaikan studi Magister Agronomi pada usia 22 tahun 7 bulan 18 hari—hampir enam tahun lebih muda dari rata-rata usia lulusan magister periode ini yang mencapai 28 tahun 6 bulan.

Lahir di lingkungan agraris di lereng Gunung Sumbing, Desa Ngaditirto, Kabupaten Temanggung, Safira tumbuh dengan kedekatan alami pada dunia pertanian.

Sejak kecil, ia terbiasa bersentuhan langsung dengan tanah, tanaman, dan dinamika hidup petani.

“Saya melihat sendiri bagaimana petani berjuang dengan berbagai keterbatasan. Dari sanalah keinginan saya muncul: ingin jadi bagian dari solusi,” tuturnya.

Perjalanan intelektualnya dimulai dari bangku S-1 Agronomi UGM pada tahun 2020.

Tak butuh waktu lama bagi Safira menunjukkan kegigihannya.

Pada 2023, ia mendapat tawaran mengikuti program fast track ke jenjang magister, mempercepat langkahnya menjadi akademisi muda dengan visi besar.

“Saya ingin membawa perubahan nyata. Prodi Agronomi membekali saya dengan teknologi, inovasi, dan pendekatan berkelanjutan yang bisa menjawab tantangan pertanian hari ini,” ujarnya.

Tak hanya berprestasi di kelas, Safira juga aktif bekerja paruh waktu di lingkungan Akademik Fakultas Pertanian UGM.

Pengalaman ini membuka wawasannya tentang dunia pendidikan tinggi, bahkan menginspirasi cita-citanya menjadi dosen di masa depan.

Tesis yang ia teliti pun mencerminkan kepekaannya terhadap isu lingkungan: Potensi Tanaman untuk Bioherbisida pada Aktivitas Pertanian.”

Bersama pembimbing Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc., Safira meneliti alternatif alami pengganti herbisida kimia yang selama ini menjadi ancaman serius bagi ekosistem.

“Saya percaya solusi terbaik sering kali datang dari alam itu sendiri,” ujarnya yakin.

Langkah cepat Safira di dunia pendidikan tak lepas dari dukungan keluarganya.

Ia memulai pendidikan dasar pada usia 5,5 tahun, membuatnya selalu lebih muda dari teman seangkatannya di setiap jenjang sekolah.

Meski begitu, prestasi dan semangat belajarnya justru semakin menonjol.

Sebagai perempuan muda di bidang yang kerap didominasi laki-laki, Safira tak gentar.

Baginya, pertanian bukan hanya soal hasil panen, tapi juga soal keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap alam.

“Ilmu pertanian adalah kunci masa depan. Kita tak hanya bicara efisiensi, tapi juga bagaimana menjaga bumi untuk generasi selanjutnya,” tegasnya.

Safira berharap apa yang ia pelajari bisa memberi dampak langsung bagi para petani, khususnya di kampung halamannya.

Ia juga menyuarakan harapannya agar semakin banyak perempuan yang berani menempuh pendidikan tinggi dan mengambil peran strategis dalam isu-isu krusial seperti ketahanan pangan.

“Pendidikan adalah bentuk pengabdian untuk negeri. Setiap anak muda punya tanggung jawab untuk ikut memajukan Indonesia. Kita tidak harus jadi pejabat untuk berkontribusi; cukup mulai dari bidang yang kita tekuni,” katanya.

 

Tags: pertanianUGMuniversitas gadjah mada

Related Posts

Pakar UGM Sebut Program MBG Bagus, Asal Jangan Jadi Bancakan Korupsi

Wadah MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Pakar UGM Beber Cara Mendeteksinya

August 28, 2025
Sejumlah siswa SMP di Sleman yang diduga keracunan usai mengonsumsi MBG tengah dilarikan ke puskesmas terdekat, Rabu (13/8/2025)

Pakar Gizi UGM Ingatkan Program MBG Butuh Pengawasan Ketat, Bukan Sekadar Mengejar Proyek

August 28, 2025
BPOM bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap peredaran produk biologi ilegal berupa sekretom senilai Rp230 miliar di Magelang, Jawa Tengah. (dok.pom.go.id)

Dosen UGM Praktik Terapi Stem Cell Ilegal Berkedok Dokter Hewan, BPOM Sita Produk Rp230 Miliar

August 27, 2025
UGM satu diantara perguruan tinggi di Jogja. [Dok Indi Wijayanti]

UGM Nonaktifkan Status Mahasiswa DH yang Jadi Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI

August 27, 2025
ilustrasi gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta. [vecteezy/Syahrir Maulana]

Penghasilan Anggota DPR Naik, Pengamat Politik UGM: Sangat Tidak Empatik

August 26, 2025
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan. (populi.id/Gregorius Bramantyo)

Dokter Residen Sardjito Jadi Korban Kekerasan Keluarga Pasien, RS Tempuh Jalur Mediasi

August 25, 2025
Next Post
tangkapan layar rekaman CCTV kamar kos pegawai kemenlu

Menguak Misteri Kematian Diplomat Kemlu: 5 Fakta Terbaru yang Mengundang Tanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Para ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer bertajuk Kebangkitan Transportasi Online, Selasa (20/5/2025).

Aksi Ojol Turun ke Jalan Direspons, Sekda DIY Sambut Aspirasi Soal Regulasi dan Kesejahteraan

May 21, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.