• Tentang Kami
Sunday, July 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kisah Safira Nur Aini, Lulusan Magister Termuda UGM yang Siap Mengubah Wajah Pertanian Indonesia

Safira Nur Aini bukan sekadar lulusan termuda, ia adalah simbol semangat baru yang siap membawa perubahan besar di dunia pertanian.

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
July 25, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Safira Nur Aini lulusan termuda studi Magister Agronomi di Fakultas Pertanian UGM. (dok.ugm.ac.id)

Safira Nur Aini lulusan termuda studi Magister Agronomi di Fakultas Pertanian UGM. (dok.ugm.ac.id)

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Di usia yang bahkan belum genap 23 tahun, Safira Nur Aini mengukir prestasi akademik yang sangat membanggakan.

Dia menjadi lulusan termuda Program Magister pada wisuda Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (23/7) lalu.

BERITA MENARIK LAINNYA

Mencuat Tren Polyworking, Siasat Bertahan Hidup Zaman Now

Ribuan Mahasiswa Hadang Sejumlah Menteri di Forum Nusantara Young Leaders UGM

Perempuan asal Temanggung ini menyelesaikan studi Magister Agronomi pada usia 22 tahun 7 bulan 18 hari—hampir enam tahun lebih muda dari rata-rata usia lulusan magister periode ini yang mencapai 28 tahun 6 bulan.

Lahir di lingkungan agraris di lereng Gunung Sumbing, Desa Ngaditirto, Kabupaten Temanggung, Safira tumbuh dengan kedekatan alami pada dunia pertanian.

Sejak kecil, ia terbiasa bersentuhan langsung dengan tanah, tanaman, dan dinamika hidup petani.

“Saya melihat sendiri bagaimana petani berjuang dengan berbagai keterbatasan. Dari sanalah keinginan saya muncul: ingin jadi bagian dari solusi,” tuturnya.

Perjalanan intelektualnya dimulai dari bangku S-1 Agronomi UGM pada tahun 2020.

Tak butuh waktu lama bagi Safira menunjukkan kegigihannya.

Pada 2023, ia mendapat tawaran mengikuti program fast track ke jenjang magister, mempercepat langkahnya menjadi akademisi muda dengan visi besar.

“Saya ingin membawa perubahan nyata. Prodi Agronomi membekali saya dengan teknologi, inovasi, dan pendekatan berkelanjutan yang bisa menjawab tantangan pertanian hari ini,” ujarnya.

Tak hanya berprestasi di kelas, Safira juga aktif bekerja paruh waktu di lingkungan Akademik Fakultas Pertanian UGM.

Pengalaman ini membuka wawasannya tentang dunia pendidikan tinggi, bahkan menginspirasi cita-citanya menjadi dosen di masa depan.

Tesis yang ia teliti pun mencerminkan kepekaannya terhadap isu lingkungan: Potensi Tanaman untuk Bioherbisida pada Aktivitas Pertanian.”

Bersama pembimbing Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc., Safira meneliti alternatif alami pengganti herbisida kimia yang selama ini menjadi ancaman serius bagi ekosistem.

“Saya percaya solusi terbaik sering kali datang dari alam itu sendiri,” ujarnya yakin.

Langkah cepat Safira di dunia pendidikan tak lepas dari dukungan keluarganya.

Ia memulai pendidikan dasar pada usia 5,5 tahun, membuatnya selalu lebih muda dari teman seangkatannya di setiap jenjang sekolah.

Meski begitu, prestasi dan semangat belajarnya justru semakin menonjol.

Sebagai perempuan muda di bidang yang kerap didominasi laki-laki, Safira tak gentar.

Baginya, pertanian bukan hanya soal hasil panen, tapi juga soal keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap alam.

“Ilmu pertanian adalah kunci masa depan. Kita tak hanya bicara efisiensi, tapi juga bagaimana menjaga bumi untuk generasi selanjutnya,” tegasnya.

Safira berharap apa yang ia pelajari bisa memberi dampak langsung bagi para petani, khususnya di kampung halamannya.

Ia juga menyuarakan harapannya agar semakin banyak perempuan yang berani menempuh pendidikan tinggi dan mengambil peran strategis dalam isu-isu krusial seperti ketahanan pangan.

“Pendidikan adalah bentuk pengabdian untuk negeri. Setiap anak muda punya tanggung jawab untuk ikut memajukan Indonesia. Kita tidak harus jadi pejabat untuk berkontribusi; cukup mulai dari bidang yang kita tekuni,” katanya.

 

Tags: pertanianUGMuniversitas gadjah mada

Related Posts

Ilustrasi melakukan banyak pekerjaan, kerja sampingan

Mencuat Tren Polyworking, Siasat Bertahan Hidup Zaman Now

July 8, 2026
Sejumlah tokoh yang hadir dalam forum Nusantara Young Leaders dikepung oleh ribuan mahasiswa di gerbang kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026).

Ribuan Mahasiswa Hadang Sejumlah Menteri di Forum Nusantara Young Leaders UGM

June 16, 2026
Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

UGM Telusuri Dugaan Retakan Tanah Pemicu Munculnya Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

June 9, 2026
Ilustrasi pendidikan tinggi.

Kritik Penutupan Prodi yang Dianggap Tak Relevan dengan Industri, Ekonom UGM: Kebijakan Rabun Jauh

June 6, 2026
Dosen Departemen Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Sarju Winardi saat menyampaikan paparanya terkait kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Kamis (4/6/2026).

Tim UGM Duga Kebakaran Misterius di Seyegan Dipicu Gas dari Limbah Organik

June 5, 2026
Ilustrasi pemilu.

Saiful Mujani Ajak Masyarakat Sipil Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

May 31, 2026
Next Post
tangkapan layar rekaman CCTV kamar kos pegawai kemenlu

Menguak Misteri Kematian Diplomat Kemlu: 5 Fakta Terbaru yang Mengundang Tanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.