• Tentang Kami
Sabtu, September 5, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sejumlah Pengamen Tak Terseleksi Tampil di Malioboro Mengaku Tidak Dilibatkan Sosialisasi: Diminta Matikan Speaker Saat Razia

Ia mengaku khawatir apabila dilarang mengamen di kawasan Malioboro. Kendati begitu, ia mengaku masih tetap nekat mengamen bersama sesama profesi lainnya

byredaksi
Oktober 9, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengamen tunanetra Mujiono saat mengamen di kawasan pedestrian Malioboro, Kamis (9/10/2025).

Pengamen tunanetra Mujiono saat mengamen di kawasan pedestrian Malioboro, Kamis (9/10/2025). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pengamen di kawasan Malioboro merasakan dampak larangan beroperasi karena tidak lolos seleksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Satu di antaranya pengamen tuna netra, Mujiono. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah dilibatkan dalam berbagai sosialisasi aturan penertiban pengamen di kawasan Malioboro.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Ia menyebut para pengamen yang bisa tampil merupakan binaan dari Dinas Kebudayaan.

“Kami tidak diajak, cuma beberapa kali pas razia pagi, saya diminta mematikan speaker. Kami tidak diberikan solusi mau dikemanakan,” katanya saat ditemui, Kamis (9/10/2025).

Ia mengaku khawatir apabila dilarang mengamen di kawasan Malioboro. Kendati begitu, ia mengaku masih tetap nekat mengamen bersama sesama profesi lainnya karena aturan yang diberlakukan Pemkot Yogyakarta belum permanen.

Selain berprofesi sebagai pengamen, dirinya juga mengaku sebagai tukang pijat. Ia mengaku terdesak mengamen karena ingin membelikan anaknya motor.

“Anak saya kuliah, butuh motor ojol itu selalu berat saya bertekad. Buktinya 2 bulan saya ngamen bisa membelikan motor,” katanya.

“Saya merasa enak begini nyari uang, kok enak begini. Malamnya saya masih mijet buat tambahan,” ujarnya.

Ia mengaku mendapat gaji sebesar Rp1,5 juta dari panti dimana dia bekerja dengan 50-60 pelanggan.

“Kalau ngamen, direkap anak saya itu paling minim Rp5,3 juta, tertinggi Rp8,1 juta,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa keberatan dengan seleksi pengamen yang diberlakukan oleh Pemkot Yogyakarta.

“Bagi kami teman-teman tunanetra kami yang punya kekurangan, tidak seperti orang normal,” katanya.

Dirinya berharap agar pengamen yang tidak terseleksi bisa diberikan kesempatan di jam-jam tertentu.

Sementara itu, Yanti, salah seorang pengamen angklung di pedestrian Malioboro mengaku senang dengan kesempatan yang diberikan oleh Pemkot Yogyakarta.

Sebelumnya, ia bersama dengan personil pengamen angklung, mengaku kesulitan mendapat penghasilan.

“Setelah di sini agak mending, kalau main di pedestrian. Memang beda di dalam Teras Malioboro itu susah dapatnya (penghasilan), soalnya dalam teras itu tamu ada yang masuk ada yang enggak,” ujarnya.

Ia mengaku mendukung aturan yang diberlakukan kepada pengamen. Dirinya yang tergabung dalam grup Rajawali Angklung dibina oleh Dinas Kebudayaan dan UPT Malioboro.

“Angklung itu ikonnya Malioboro. Kami tampil ingin menghibur para pengunjung sekalian promosi. Kami sering diundang ketika masyarakat lagi ada acara,” ujarnya.

Sebelumnya Pemkot Yogyakarta tengah berupaya menertibkan pengamen jalanan terkhusus yang ada di kawasan Malioboro.

Pemkot telah menyiapkan lima titik yang bisa ditempati para pengamen.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan pengamen yang ada di kawasan Malioboro telah diseleksi Dinas Kebudayaan. Terdapat 116 pengamen yang tersebar di kawasan Tugu Jogja, Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.

“Jadi yang terseleksi akan ditempatkan di lima titik yang disediakan. Jadi mereka tidak bisa keliling sendiri-sendiri. Nah ini para pengamen akan dikurasi sebelum ditempatkan di titik yang disediakan,” jelasnya.

Ia menegaskan akan ada sanksi bagi pengamen yang tak mengikuti aturan.

“Ya akan ditertibkan nanti, akan ada sanksi ya bisa tipiring,” ungkapnya.

(populi.id.Hadid Pangestu)

Tags: hasto wardoyoMalioboropengamenWali KotaYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Agustus 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Agustus 5, 2026
Sejumlah pembecak di kawasan Malioboro mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) DIY untuk mengeluhkan penutupan Jalan Malioboro untuk Car Free Day (CFD), Kamis (30/7/2026).

Pembecak Malioboro Minta Jalan Tak Ditutup Total Saat CFD, Keluhkan Pendapatan Menurun

Juli 30, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

Juli 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Juli 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

Juli 19, 2026
Next Post
Ilustrasi keuangan negara

KSPSI Sleman Dorong Penetapan UMK 2026 Berdasarkan Survei KHL

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.