• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sejumlah Pengamen Tak Terseleksi Tampil di Malioboro Mengaku Tidak Dilibatkan Sosialisasi: Diminta Matikan Speaker Saat Razia

Ia mengaku khawatir apabila dilarang mengamen di kawasan Malioboro. Kendati begitu, ia mengaku masih tetap nekat mengamen bersama sesama profesi lainnya

byredaksi
October 9, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengamen tunanetra Mujiono saat mengamen di kawasan pedestrian Malioboro, Kamis (9/10/2025).

Pengamen tunanetra Mujiono saat mengamen di kawasan pedestrian Malioboro, Kamis (9/10/2025). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pengamen di kawasan Malioboro merasakan dampak larangan beroperasi karena tidak lolos seleksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Satu di antaranya pengamen tuna netra, Mujiono. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah dilibatkan dalam berbagai sosialisasi aturan penertiban pengamen di kawasan Malioboro.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

Ia menyebut para pengamen yang bisa tampil merupakan binaan dari Dinas Kebudayaan.

“Kami tidak diajak, cuma beberapa kali pas razia pagi, saya diminta mematikan speaker. Kami tidak diberikan solusi mau dikemanakan,” katanya saat ditemui, Kamis (9/10/2025).

Ia mengaku khawatir apabila dilarang mengamen di kawasan Malioboro. Kendati begitu, ia mengaku masih tetap nekat mengamen bersama sesama profesi lainnya karena aturan yang diberlakukan Pemkot Yogyakarta belum permanen.

Selain berprofesi sebagai pengamen, dirinya juga mengaku sebagai tukang pijat. Ia mengaku terdesak mengamen karena ingin membelikan anaknya motor.

“Anak saya kuliah, butuh motor ojol itu selalu berat saya bertekad. Buktinya 2 bulan saya ngamen bisa membelikan motor,” katanya.

“Saya merasa enak begini nyari uang, kok enak begini. Malamnya saya masih mijet buat tambahan,” ujarnya.

Ia mengaku mendapat gaji sebesar Rp1,5 juta dari panti dimana dia bekerja dengan 50-60 pelanggan.

“Kalau ngamen, direkap anak saya itu paling minim Rp5,3 juta, tertinggi Rp8,1 juta,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa keberatan dengan seleksi pengamen yang diberlakukan oleh Pemkot Yogyakarta.

“Bagi kami teman-teman tunanetra kami yang punya kekurangan, tidak seperti orang normal,” katanya.

Dirinya berharap agar pengamen yang tidak terseleksi bisa diberikan kesempatan di jam-jam tertentu.

Sementara itu, Yanti, salah seorang pengamen angklung di pedestrian Malioboro mengaku senang dengan kesempatan yang diberikan oleh Pemkot Yogyakarta.

Sebelumnya, ia bersama dengan personil pengamen angklung, mengaku kesulitan mendapat penghasilan.

“Setelah di sini agak mending, kalau main di pedestrian. Memang beda di dalam Teras Malioboro itu susah dapatnya (penghasilan), soalnya dalam teras itu tamu ada yang masuk ada yang enggak,” ujarnya.

Ia mengaku mendukung aturan yang diberlakukan kepada pengamen. Dirinya yang tergabung dalam grup Rajawali Angklung dibina oleh Dinas Kebudayaan dan UPT Malioboro.

“Angklung itu ikonnya Malioboro. Kami tampil ingin menghibur para pengunjung sekalian promosi. Kami sering diundang ketika masyarakat lagi ada acara,” ujarnya.

Sebelumnya Pemkot Yogyakarta tengah berupaya menertibkan pengamen jalanan terkhusus yang ada di kawasan Malioboro.

Pemkot telah menyiapkan lima titik yang bisa ditempati para pengamen.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan pengamen yang ada di kawasan Malioboro telah diseleksi Dinas Kebudayaan. Terdapat 116 pengamen yang tersebar di kawasan Tugu Jogja, Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.

“Jadi yang terseleksi akan ditempatkan di lima titik yang disediakan. Jadi mereka tidak bisa keliling sendiri-sendiri. Nah ini para pengamen akan dikurasi sebelum ditempatkan di titik yang disediakan,” jelasnya.

Ia menegaskan akan ada sanksi bagi pengamen yang tak mengikuti aturan.

“Ya akan ditertibkan nanti, akan ada sanksi ya bisa tipiring,” ungkapnya.

(populi.id.Hadid Pangestu)

Tags: hasto wardoyoMalioboropengamenWali KotaYogyakarta

Related Posts

Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

July 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

July 19, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ditemui di SMPN 10 Yogyakarta, Senin (13/7/2026).

Minat Pendaftar SMP Negeri di Kota Yogyakarta Melonjak, Pemkot Tambah Rombel Baru

July 14, 2026
Suasana hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 10 Yogyakarta, pada Senin (13/7/2026).

Hari Pertama MPLS, Wali Kota Hasto: Masa Orientasi Harus Bebas Bullying

July 14, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat melihat kondisi penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (12/7/2026).

Kisah Sumilah, Pengurus Jenazah yang Menua di Rumah Nyaris Roboh Tapi Kini Menemukan Harapan

July 12, 2026
Budi Santosa Asrori resmi mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori: Saya Nderek Pak Wali

July 9, 2026
Next Post
Ilustrasi keuangan negara

KSPSI Sleman Dorong Penetapan UMK 2026 Berdasarkan Survei KHL

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.