• Tentang Kami
Friday, April 3, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Koalisi Jogo Banyu Warning Raperda Tambang DIY: 101 Titik Rusak Berat, DPRD Janji Libatkan Masyarakat

Perwakilan Koalisi, Jaya Darmawan, menyebut situasi tambang di DIY selama ini penuh kekacauan. Terdapat 101 titik kerusakan lingkungan kategori rusak berat di wilayah pertambangan DIY.

byGalih Priatmojo
May 26, 2025
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertemuan antara Komunitas Jogo Banyu dengan Komisi C DPRD DIY berdiskusi mengenai Raperda tentang pengelolaan tambang di DIY, Senin (26/5/2025)

Pertemuan antara Komunitas Jogo Banyu dengan Komisi C DPRD DIY berdiskusi mengenai Raperda tentang pengelolaan tambang di DIY, Senin (26/5/2025). [populi.id/Kristiani Tandi Rani]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Usaha Pertambangan di DIY memicu perhatian Koalisi Warga Jogo Banyu Yogyakarta.

Dalam audiensi bersama Komisi C DPRD DIY, Senin (26/5/2025), mereka menuntut keterlibatan masyarakat dalam pembahasan, sembari membawa temuan mencemaskan.

BERITA MENARIK LAINNYA

8 Rekomendasi Kuliner Ikonik di Kawasan Pakualaman, dari yang Legendaris hingga Hidden Gem

8 Rekomendasi Kuliner Menarik di Kotabaru Yogyakarta, dari Kaki Lima hingga Restoran Legendaris

Terdapat 101 titik kerusakan lingkungan kategori rusak berat di wilayah pertambangan DIY.

Perwakilan Koalisi, Jaya Darmawan, menyebut situasi tambang di DIY selama ini penuh kekacauan.

Ia mengacu pada hasil Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Pemda DIY yang menunjukkan penyelenggaraan tambang belum terkendali secara tata kelola.

“Kerusakan lingkungan makin masif, sementara masyarakat tak pernah diajak membahas pasal demi pasal dalam Raperda ini,” katanya dalam forum audiensi dengan Komisi C DPRD DIY.

Selain degradasi kawasan tangkapan air di Merapi, ia juga mengingatkan dampak ekologis serius seperti terancamnya pembentukan Gumuk Pasir di Pantai Selatan fenomena langka yang hanya ada dua di dunia.

Dalam keterangannya, ia mengungkap bahwa terdapat lebih dari 60 pelaku usaha tambang yang tidak mematuhi aturan.

Ia menyebut lemahnya pengawasan dan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan izin menjadi penyebab utama.

“Ada rekomendasi teknis yang dikeluarkan tanpa prosedur. Tapi penindakannya minim,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa sebelum pembahasan lanjutan Raperda dilakukan, harus ada penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Koalisi juga meminta DPRD melakukan review atas Perda lama secara terbuka dan melibatkan masyarakat sipil.

“Raperda ini harus sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, bukan justru memperburuk daya dukung lingkungan yang sudah rapuh,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menyatakan pembahasan Raperda masih berada di tahap awal dan ruang partisipasi publik tetap terbuka.

“Kami belum masuk pembahasan pasal. Jadi, aspirasi masyarakat masih bisa difasilitasi melalui pansus,” ujarnya.

Ia menyebut Raperda ini disiapkan untuk menyempurnakan Perda DIY No. 1/2018, mengingat dinamika lapangan dan perubahan iklim yang berpengaruh pada pertambangan.

“Situasi berubah, terutama dampak lingkungannya. Maka, perlu penyesuaian agar tambang tidak mengganggu visi DIY sebagai destinasi wisata berbasis ekologi,” ucapnya.

Menurutnya, penyusunan Raperda perlu memasukkan prinsip ekonomi hijau dan memperhatikan aspek lingkungan serta keberlanjutan kawasan strategis seperti sumbu imajiner.

“Target kami, selain memberi ruang ekonomi, juga menjaga keseimbangan ekologis. Keseimbangan itu penting dalam pembangunan,” imbuhnya.

Tags: DIYDPRDJogo BanyuKomisi CpertambanganYogyakarta

Related Posts

menu kuliner di Parot Siramami yang terletak tak jauh dari kawasan Pakualaman.

8 Rekomendasi Kuliner Ikonik di Kawasan Pakualaman, dari yang Legendaris hingga Hidden Gem

April 3, 2026
Warung Pojok Mbak Yuni, satu di antara kuliner menarik untuk dicicipi di kawasan Kotabaru

8 Rekomendasi Kuliner Menarik di Kotabaru Yogyakarta, dari Kaki Lima hingga Restoran Legendaris

April 3, 2026
Sri Sultan HB X jalani prosesi jejak banon yang dilakukan tiap delapan tahun sekali jelang digelarnya Hajad Dalem Sekaten, Kamis (4/9/2025) malam

Belasan Ribu Lurah dan Pamong se-DIY Bakal Sowan ke Keraton Yogyakarta Peringati HUT ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X

April 1, 2026
Pengendara melintas di depan depo sampah Kotabaru, Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Timbulan Sampah Selama Libur Lebaran 2026 Naik 20 Ton Per Hari

March 30, 2026
Menbud RI Fadli Zon Canangkan 29 Maret 2026 Sebagai Hari Filateli Nasional di Yogyakarta

Menbud RI Fadli Zon Canangkan 29 Maret 2026 Sebagai Hari Filateli Nasional di Yogyakarta

March 29, 2026
Ilustrasi hotel

Tingkat Okupansi Hotel di DIY Selama Libur Lebaran Belum Capai Target, Ini Penyebabnya

March 27, 2026
Next Post
korban kecelakaan tragis di Sedan, Jalan Palagan, Sleman bernama Argo Ericko Achfandi seorang mahasiswa UGM

9 Fakta Mahasiswa UGM Tewas Tertabrak BMW di Jalan Palagan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.