• Tentang Kami
Saturday, August 30, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Pemda DIY Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,9 Persen pada 2026

Sri Paduka menyebut bahwa penyusunan dokumen Rancangan KUA dan PPAS telah berpedoman pada aturan terbaru, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020

byGalih Priatmojo
July 12, 2025
in Bisnis, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi lanskape DIY

Ilustrasi lanskape DIY. [vecteezy.com]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

DIY, POPULI.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai hingga 5,9 persen pada tahun 2026. Target ini tercantum dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan dalam Penghantaran Gubernur DIY.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa dengan mempertimbangkan arah pembangunan nasional dan kondisi daerah, ditetapkan tema pembangunan DIY Tahun 2026, yakni “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan serta Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi”.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkot-Pemda DIY Sepakati Visi Penataan Sungai, Sultan: Sleman dan Bantul Juga Harus Bersih

Bupati Sleman Lantik 22 Pejabat Baru, Dorong Reformasi Birokrasi dan Inovasi Pelayanan Publik

“Tema pembangunan tersebut, juga memperhatikan gambaran kondisi ekonomi makro, yang menjadi asumsi dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan proyeksi: pertama, pertumbuhan ekonomi berkisar antara 5,1-5,9 persen; kedua, tingkat inflasi berkisar pada angka 2,1-3,5 persen. Dan ketiga, angka kemiskinan berkisar pada angka 9,97-10,38 persen,” jelas Sri Paduka dikutip dari laman Pemda DIY, Sabtu (12/7/2025).

Lanjutnya, tema tersebut memuat tiga kata kunci strategi. Pertama, peningkatan pertumbuhan ekonomi, untuk mendorong laju pertumbuhan yang selaras dengan target nasional.

Kedua, roduktivitas sektor unggulan, melalui penguatan pariwisata, pertanian, dan industri manufaktur. Ketiga, optimalisasi teknologi informasi, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor-sektor strategis.

Sri Paduka menyebut bahwa penyusunan dokumen Rancangan KUA dan PPAS telah berpedoman pada aturan terbaru, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 serta nomenklatur hasil pemutakhiran berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 900.1.15.5.3406 Tahun 2024.

“Penyusunan dokumen Rancangan KUA dan PPAS, menggunakan klasifikasi, kodefikasi, serta nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah, yang telah diperbarui terakhir melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.15.5.3406 Tahun 2024, Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-5889 Tahun 2021, Tentang Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah,” ungkapnya.

Sri Paduka pun turut memaparkan ringkasan rancangan KUA dan PPAS mencakup tiga hal; Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, serta Pembiayaan Daerah. Pertama, pendapatan daerah, direncanakan sebesar Rp5,22 triliun, yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan sah.

Kedua, belanja daerah, dianggarkan sebesar Rp5,5 triliun, dengan pendekatan berbasis hasil (outcome-based budgeting) yang menekankan pelayanan publik serta belanja wajib (mandatory spending).

Ketiga, pembiayaan daerah, untuk menutup defisit anggaran, direncanakan penerimaan pembiayaan sebesar Rp442,69 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp160 miliar.

Terakhir, Sri Paduka berharap bahwa dokumen rancangan ini dapat memperoleh kesepakatan bersama, sehingga dapat berjalan tepat waktu dan memenuhi target pertumbuhan ekonomi kedepannya.

“Kami berharap, dokumen ini dapat segera dibahas dan memperoleh kesepakatan bersama, sehingga proses penyusunan dan penetapan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan tepat waktu, dan memberikan dampak nyata, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat DIY,” tutupnya.

Tags: anggaranKGPAA Paku Alam XPemda DIYpertumbuhan ekonomiWakil Gubernur DIY

Related Posts

Pemkot-Pemda DIY Sepakati Visi Penataan Sungai, Sultan: Sleman dan Bantul Juga Harus Bersih

Pemkot-Pemda DIY Sepakati Visi Penataan Sungai, Sultan: Sleman dan Bantul Juga Harus Bersih

August 7, 2025
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melantik 22 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Sleman pada Selasa (22/7), bertempat di pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman. (dok.prokopim Sleman)

Bupati Sleman Lantik 22 Pejabat Baru, Dorong Reformasi Birokrasi dan Inovasi Pelayanan Publik

July 22, 2025
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengkampanyekan naik becak listrik di kawasan Malioboro, Jumat (18/7/2025)

Hasto Wardoyo Naik Becak Listrik di Malioboro Kampanyekan Kendaraan Ramah Lingkungan

July 18, 2025
Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan Juli 2025 (sumber : dok.bi.go.id)

BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen, Sinyal Dorongan Baru untuk Gairahkan Ekonomi

July 16, 2025
tangkapan layar, grup gay di Yogyakarta

Komunitas Gay Jogja Menjamur di Facebook, Polisi Turun Tangan!

July 16, 2025
Ilustrasi penanganan Covid-19

Pemda DIY Tak Ambil Tindakan Lebih Jauh Soal Temuan Kasus Covid-19

June 12, 2025
Next Post
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menilik beragam jenis kuliner yang disajikan dalam acara Pasar Suran. Seluruh kuliner ini buatan dari warga Ledok Macanan.

Tingkatkan Ekonomi Warga Ledok Macanan, Wakil Wali Kota Yogyakarta Resmikan Pasar Suran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Para ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer bertajuk Kebangkitan Transportasi Online, Selasa (20/5/2025).

Aksi Ojol Turun ke Jalan Direspons, Sekda DIY Sambut Aspirasi Soal Regulasi dan Kesejahteraan

May 21, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.