SLEMAN, POPULI.ID – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyoroti fenomena generasi muda yang kini cenderung lebih mengidolakan budaya asing dibandingkan menggali dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Hal ini ia sampaikan usai mengukuhkan 100 kader Pancasila dari enam kalurahan dalam kegiatan workshop kader Pancasila yang digelar di Aula Sinta Prima SR, Rabu (16/7).
Ia menekankan pentingnya penanaman karakter kebangsaan tidak hanya melalui jalur pendidikan formal, namun juga lewat keteladanan di lingkungan sosial.
“Kita tidak bisa membiarkan nilai-nilai bangsa ini luntur. Sudah saatnya kita bersama menghidupkan kembali semangat Pancasila, agar anak-anak muda kita tidak kehilangan jati diri,” tegasnya.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila mulai terpinggirkan karena kuatnya pengaruh budaya luar yang masuk ke dalam kehidupan masyarakat.
Danang mencontohkan, misalnya dari cara berpakaian, berperilaku, atau bahkan dari segi moral dan norma sosial.
Kondisi tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian dari seluruh pihak agar nilai luhur yang telah dibangun sejak dahulu tidak semakin memudar atau bahkan hilang.
Ia menilai kondisi tersebut sebagai bentuk tantangan dalam menjaga eksistensi ideologi Pancasila di tengah arus globalisasi.
Untuk itu, Danang mengajak semua pihak, termasuk para kader Pancasila yang baru dikukuhkan, untuk aktif membumikan kembali nilai-nilai Pancasila, khususnya kepada generasi muda.
Kegiatan pengukuhan kader Pancasila ini diikuti oleh perwakilan dari enam kalurahan di Sleman, yakni Balecatur (Gamping), Sidokarto (Godean), Sinduadi (Mlati), Donokerto (Turi), Sariharjo (Ngaglik), dan Bimomartani (Ngemplak).
Kepala Bakesbangpol Sleman, Indra Darmawan, menyampaikan bahwa para kader yang dikukuhkan berasal dari unsur pemerintahan kalurahan, lembaga desa, hingga tokoh masyarakat.
Indra menjelaskan, pembentukan kader Pancasila merupakan langkah strategis dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan ideologi negara di tengah masyarakat.
Dia berharap para kader mampu menjadi agen perubahan dan penjaga nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Danang menutup pernyataannya dengan harapan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat terwujud dalam tindakan nyata yang membentuk masyarakat yang bermoral dan berwawasan kebangsaan.












