• Tentang Kami
Friday, January 9, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Okupansi Hotel Merosot, Sektor Wisata Sleman Ikut Terdampak

Okupansi hotel di Sleman merosot tajam, imbasnya terasa hingga lereng Merapi, wisata jeep pun ikut sepi pengunjung

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
July 31, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Okupansi Hotel Merosot, Sektor Wisata Sleman Ikut Terdampak
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

 

SLEMAN, POPULI.ID– Tingkat okupansi hotel di Kabupaten Sleman mengalami penurunan tajam pada semester I 2025.

BERITA MENARIK LAINNYA

Viral Pelaku Jasa Sewa ATV Tarik Tarif Dua Kali di Pantai Baru Bantul, Ini Kata Dispar

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, tingkat hunian rata-rata hanya mencapai 51,77 persen, turun signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 59,64 persen.

Penurunan ini tak hanya berdampak pada industri perhotelan, tetapi juga merembet ke sektor wisata lain, termasuk wisata jeep Merapi yang selama ini menjadi ikon pariwisata lereng Merapi.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Daldiri, menyatakan, penurunan tingkat hunian hotel berkorelasi langsung dengan turunnya jumlah kunjungan ke kawasan wisata.

“Dampaknya sangat terasa. Jumlah kunjungan turun hampir 50 persen dibanding biasanya,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Larangan Study Tour Jadi Pemicu

Menurut Daldiri, larangan kegiatan study tour dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi pemicu utama penurunan.

Sebab, kata Daldiri, pelajar dari wilayah tersebut selama ini menyumbang jumlah kunjungan yang cukup besar ke kawasan wisata Merapi.

“Biasanya bisa sampai 10 sampai 12 ribu pengunjung per hari. Sekarang hanya sekitar 4 sampai 5 ribu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, selain pelajar, segmen wisatawan lain seperti rombongan dari BUMN, perbankan, perusahaan swasta, dan keluarga juga menunjukkan tren penurunan.

“Dulu penurunan biasanya terjadi di Agustus, tapi sekarang sepanjang waktu terasa sepi. Bahkan bus-bus wisata di Jogja juga mulai jarang terlihat,” tambahnya.

Edukasi dan Perbaikan Layanan

Menghadapi kondisi ini, AJWLM mulai menyiapkan strategi baru dengan mengarahkan wisata jeep Merapi sebagai sarana edukatif bagi pelajar.

Di antaranya dengan menambah konten wisata seperti kunjungan ke museum dan kegiatan berbasis penelitian.

“Kami sedang berbenah. Ke depan wisata Jeep akan dikemas lebih edukatif, agar tetap menarik dan bermanfaat bagi siswa,” kata Daldiri.

Selain itu, waktu sepi juga dimanfaatkan untuk perbaikan armada dan peningkatan kapasitas para pemandu wisata, yang jumlahnya mencapai 1.500 orang.

Mereka juga didorong untuk tetap produktif melalui kegiatan sampingan.

Daldiri memperkirakan, jumlah wisatawan akan kembali meningkat pada pertengahan September atau Oktober, seiring libur sekolah dan meningkatnya perjalanan wisata keluarga.

“Sekarang kami tetap bertahan. Kunjungan dari segmen minat khusus masih ada, rata-rata 2.000 hingga 4.000 orang per hari, terutama yang tertarik dengan lava tour,” bebernya.

Dispar Sleman Genjot Promosi

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Kus Endarto, mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman sepanjang Januari–Juni 2025 tercatat sebanyak 4.294.897 kunjungan.

Sebagian besar masih didominasi wisatawan nusantara, yakni 97,56 persen atau sekitar 4,19 juta kunjungan.

Tiga destinasi favorit selama semester pertama 2025 adalah Ibarbo Park, Candi Prambanan, serta kawasan Kaliurang dan Kaliadem, termasuk wisata lava tour Jeep Merapi.

Untuk menggenjot kunjungan, Dispar Sleman telah melakukan promosi langsung ke beberapa wilayah strategis seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah melalui kegiatan travel dialog dan table top.

“Pada Februari dan Mei lalu kami mengajak lebih dari 40 pelaku wisata DIY bertemu langsung dengan ratusan kepala sekolah dan travel agent di Jawa Barat dan Jawa Tengah,” jelas Kus.

Selain itu, Dispar juga mengikuti Pameran Deep and Extreme Indonesia di Jakarta pada April 2025, dan akan kembali menggelar promosi di Jawa Timur pada September mendatang.

“Kami juga menggelar event Tour de Merapi pada 27 Juli sebagai bagian dari strategi promosi semester II,” pungkasnya.

 

(populi.id/Gregorius Bramantyo)

Tags: AJWLMAsosiasi Jeep Wisata Lereng MerapiCandi Prambanandinas pariwisataDispar SlemanIbarbo ParkJeep MerapiKaliademKaliurangPerhimpunan Hotel dan Restoran IndonesiaPHRI Sleman

Related Posts

ilustrasi jasa sewa ATV di Pantai Baru, Bantul

Viral Pelaku Jasa Sewa ATV Tarik Tarif Dua Kali di Pantai Baru Bantul, Ini Kata Dispar

January 8, 2026
kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Kegiatan zikir di kawasan Candi Prambanan viral di media sosial

Viral Video Zikir di Pelataran Candi Prambanan, PT TWC: Kami Sudah Tindaklanjuti

December 30, 2025
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman saat menyampaikan paparan terkaot persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kamis (11/12/2025).

Penurunan Wisatawan Nataru Jadi Kelanjutan Tren Turunnya Kunjungan Wisata Sleman Sepanjang 2025

December 11, 2025
kondisi gua pindul yang sempat sepi wisatawan usai mencuat pernyataan bahwa kawasan tersebut rawan longsor

Dinpar DIY Pastikan Destinasi Wisata di 3 Kawasan Berpotensi Rawan Longsor Tetap Aman Dikunjungi

December 9, 2025
Wisatawan melintas di kawasan Tugu Yogyakarta.

Menjelang Akhir Tahun, Kunjungan Wisata ke Kota Yogyakarta Capai 8,1 Juta: Sport Tourism Dongkrak Pergerakan Wisatawan

November 1, 2025
Next Post
Salak Sleman Ekspor ke Kamboja, Danang Maharsa: Petani Kita Siap Bersaing Global

Salak Sleman Ekspor ke Kamboja, Danang Maharsa: Petani Kita Siap Bersaing Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.