• Tentang Kami
Saturday, January 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Pemkot-Pemda DIY Sepakati Visi Penataan Sungai, Sultan: Sleman dan Bantul Juga Harus Bersih

Kebersihan sungai di Kota Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari kondisi hulu dan hilir yang berada di wilayah Sleman dan Bantul

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
August 7, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemkot-Pemda DIY Sepakati Visi Penataan Sungai, Sultan: Sleman dan Bantul Juga Harus Bersih
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

 

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menjaga kebersihan dan menata kawasan sungai di wilayah perkotaan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

Komitmen bersama itu dibahas dalam rapat koordinasi antara jajaran Pemkot Yogyakarta dan Pemda DIY yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (7/8/2025).

Langkah ini selaras dengan program Pemkot Yogyakarta yang tengah menggencarkan pembersihan sungai, serta rencana normalisasi dan penataan kawasan di sepanjang Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa kebersihan sungai di Kota Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari kondisi hulu dan hilir yang berada di wilayah Sleman dan Bantul.

Ia menyatakan, Pemda DIY siap menjembatani koordinasi lintas kabupaten untuk mendukung program ini.

“Kami membantu untuk melakukan koordinasi sama Sleman dan Bantul sehingga kotornya (aliran sampah di sungai) Sleman tidak masuk ke kota kan gitu. Jadi harus juga Sleman bisa bersih. Jadi yang prinsip itu bagaimana memperlakukan kiri kanan kali (sungai),” ujar Sultan usai rapat.

Menurutnya, sungai yang bersih akan membuka banyak potensi bagi masyarakat di sekitar bantaran, termasuk sektor ekonomi.

Lingkungan yang tertata bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik, bahkan destinasi wisata yang menghidupkan aktivitas warga.

“Prinsip hal-hal seperti itu. Karena dengan bersih itu (permukiman) mundur kalau memang mau jadi unit usaha pariwisata yang mungkin untuk perahu atau apa berarti kan harus ada jalur untuk lewat masyarakat. Bagaimana itu dapat membawa manfaat ke masyarakat. Hal-hal itu harus dikondisikan dengan lingkungan di mana masyarakat bisa memahami perubahan yang terjadi,” jelas Sultan.

Ia juga menambahkan, pembahasan teknis dan penyusunan program akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Pemerintah provinsi, kata Sultan, akan fokus pada arah kebijakan makro dan sinkronisasi visi antarwilayah.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik arahan dari Gubernur DIY.

Menurutnya, pertemuan ini penting untuk menyamakan persepsi dan menguatkan sinergi antarinstansi.

“Bagi saya merawat sungai supaya airnya jernih dan bersih. Kemudian juga mencegah bencana kalau ada banjir. Kalau sekarang pendangkalan terus maka bisa meluap ke warga. Itu kan satu hal yang penting untuk kita pikirkan. Kita juga ingin memberdayakan untuk added value-nya adalah seperti untuk wisata,” ujar Hasto.

Hasto menyebut, pembersihan dan normalisasi tahap awal difokuskan di Sungai Code dan Winongo.

Pemkot Yogyakarta menargetkan penurunan alat berat ke Sungai Code mulai Agustus ini, meski tantangan logistik di wilayah perkotaan diakui cukup kompleks.

Selain itu, Pemkot juga telah memasang trash barrier di sejumlah titik sungai untuk menyaring sampah.

Alat ini ditempatkan di wilayah hulu, tengah kota, dan direncanakan akan diperluas hingga ke perbatasan kota dengan Kabupaten Bantul.

“Prinsipnya kita tidak mau kena sampah, tidak mau sungainya kotor ya kita jangan mengotori Bantul. Makanya kita akan pasang trash barier juga di batas kota dan Bantul. Kalau kita pasang di Sleman, ya kita harus berkomunikasikan dengan Sleman supaya bisa mengikuti itu tidak buang sampah di sungai. Arahannya (gubernur) supaya nanti kita koordinasi dan kita sama-sama,” pungkas Hasto.

Tags: Balai Kota YogyakartabantulGajah Wonggubernur DIYhasto wardoyoKota YogyakartaPemda DIYPemkot YogyakartaSlemanSri Sultan Hamengkubuwono XSungai Codewali kota yogyakartaWinongo

Related Posts

Kondisi depo sampah Kotabaru sebelum dilakukan pengosongan oleh Pemkot Yogyakarta.

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

January 9, 2026
Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

January 8, 2026
ilustrasi jasa sewa ATV di Pantai Baru, Bantul

Viral Pelaku Jasa Sewa ATV Tarik Tarif Dua Kali di Pantai Baru Bantul, Ini Kata Dispar

January 8, 2026
Massa buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD DIY, Kamis (8/1/2026).

Aliansi Buruh Desak Pemda DIY Revisi UMP 2026 ke Angka Rp4 Juta

January 8, 2026
Jajaran Polresta Yogyakarta menghadirkan tersangka perusahaan love scamming dalam jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Love Scam Internasional di Jalan Gito-Gati, Sebulan Raup Milyaran

January 7, 2026
Tim relawan dan BPBD Bantul melakukan penanganan rumah warga yang terdampak bencana cuaca ekstrem

Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 M Benahi 11 Titik Terdampak Bencana

January 7, 2026
Next Post
Kediaman fotografer pribumi pertama Kassian Chepas yang terletak di Kampung Ratmakan, Ngupasan, Kota Yogyakarta

Jejak Sunyi Fotografer Pribumi Pertama Kassian Chepas di Kampung Ratmakan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.