SLEMAN, POPULI.ID – Hanya selang sehari setelah Bupati Sleman Harda Kiswaya memberi arahan terkait keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG di Mlati, kejadian serupa terjadi di kawasan Berbah.
Diberitakan populi.id, sebanyak 137 siswa SMP 3 Berbah mengalami gejala keracunan berupa mual hingga diare.
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Berbah, Siti Rochmah menyebut gejala keracunan tersebut muncul diduga usai para siswa mengonsumsi MBG pada Selasa kemarin.
“Dari 378 siswa dan 2 guru yang menerima makanan MBG, terdapat 137 siswa yang mengeluhkan mual dan diare. Namun, kata Rochmah, yang benar-benar sakit dengan diare hanya sekitar 29 siswa, sementara sisanya mengalami gejala mual ringan. Tidak ada guru yang melaporkan gejala serupa,” terangnya, Rabu (27/8/2025).
Menu yang diberikan pada program MBG tersebut terdiri dari nasi kuning, telur dadar potong, abon, kering tempe, timun, dan jeruk.
Menyikapi kejadian tersebut, sekolah langsung berkoordinasi dengan wali murid untuk memberikan informasi dan memastikan kondisi anak-anak.
“Semua siswa sudah kembali sehat dan pulang ke rumah masing-masing,” ucap Rochmah.
Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Khamidah Yuliati, menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah terkendali.
“Insya Allah situasi sudah aman dan terpantau,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Yuliati menjelaskan bahwa para siswa yang menunjukkan gejala keracunan makanan telah mendapat penanganan medis dari tenaga kesehatan Puskesmas yang langsung turun ke lokasi sekolah. Sebanyak sembilan petugas medis dikerahkan untuk menangani kasus tersebut.
Dari total siswa yang mengalami gejala keracunan, tercatat sebanyak 137 orang. Dua dari mereka dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun kondisinya kini sudah membaik dan mereka menjalani rawat jalan.
“Tidak ada siswa yang perlu dirawat di rumah sakit,” katanya.
Ia menyebut, gejala yang dialami para siswa diduga muncul setelah mereka mengonsumsi makanan dari program MBG. Namun, penyebab pasti dari keracunan ini masih belum bisa dipastikan.
“Diduga berkaitan dengan MBG, tapi penyebab pastinya belum diketahui,” tambah Yuliati.
Data Dinkes Sleman per 27 Agustus 2025 pukul 12.50 WIB menunjukkan bahwa sebanyak 378 siswa dan 2 guru telah menerima makanan dari program ini. Dari jumlah tersebut, 135 siswa dan 2 guru diduga mengalami gejala keracunan. Dari yang terdampak, satu orang dirujuk ke RSUD Prambanan, dua ke Puskesmas Berbah, dan 66 orang mendapatkan perawatan di sekolah oleh petugas Puskesmas.
Bupati Harda Minta Izin Penyedia MBG Dicabut