• Tentang Kami
Thursday, February 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Cara Mengatasi Paparan Gas Air Mata Saat Terjadi Demonstrasi

Dokter Spesialis THT RSA UGM memaparkan sejumlah cara untuk mengatasi paparan gas air mata ketika terjadi demonstrasi

byGalih Priatmojo
September 8, 2025
in headline, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi demonstran menghindar dari paparan gas air mata

Ilustrasi demonstran menghindar dari paparan gas air mata. [vecteezy/Sebelas Studio]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Penggunaan gas air mata sebagai alat pengendali massa demonstran banyak menuai perhatian publik.

Umumnya gas air mata digunakan untuk membubarkan atau mengurai massa yang sudah tidak terkendali saat berhadapan dengan aparat kepolisian maupun militer.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kanker Usus Besar di Kalangan Anak Muda Melonjak, Ini Asupan yang Perlu Diperhatikan

Tips Cegah Berat Badan Naik Saat Jalani Puasa Ramadan

Namun demonstran yang terpapar gas air mata ini, tidak hanya menyebabkan mata perih namun juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Kepala Leher dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Anton Sony Wibowo, Sp.THT-KL, M.Sc., FICS, mengatakan dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat paparan gas air mata terhadap tubuh bisa beragam, mulai dari iritasi ringan hingga masalah kesehatan serius, seperti gagal napas, tergantung pada kondisi individu.

“Umumnya bisa iritasi mata, rasa perih di hidung dan tenggorokan, batuk, serta rasa tidak nyaman. Namun, pada individu yang rentan, seperti lansia, anak-anak, atau pasien dengan penyakit saluran pernapasan, paparan bisa berakibat berat hingga menimbulkan gagal napas,” kata Anton mengutip dari laman UGM, Senin (8/9/2025).

Menurut dokter Anton, gas air mata pada dasarnya merupakan senyawa kimia berbentuk aerosol yang dapat larut di udara. Zat ini bisa mempengaruhi berbagai bagian tubuh yang terpapar, seperti kulit, mata, hidung, mulut, dan tenggorokan.

Lebih lanjut, Anton menyarankan langkah yang dapat diambil ketika terpapar gas air mata dengan membilas mata dengan larutan garam. Menurutnya, larutan saline atau larutan garam fisiologis dengan konsentrasi 0,9% sangat aman digunakan untuk membilas bagian tubuh yang terkena.

“Larutan saline sesuai dengan konsentrasi cairan dalam tubuh, sehingga sangat aman untuk digunakan membilas,” ujarnya.

Soal penggunaan bahan seperti pasta gigi, yang kerap dilakukan demonstran merupakan sebagai langkah preventif, secara teori seharusnya hanya digunakan untuk membersihkan gigi, dan bukan digunakan pada area tubuh lainnya.

Anton menyarankan masyarakat atau demonstran untuk sebisa mungkin menghindari daerah dengan konsentrasi gas air mata tinggi. Apabila sudah terpapar, segera menjauh ke area dengan sirkulasi udara yang baik dan membilas tubuh dengan air bersih atau larutan saline.

“Prinsip utama, menurutnya, adalah meminimalisasi kontak langsung dengan zat kimia tersebut,” ujarnya.

Terkait penggunaan gas air mata oleh aparat, Anton menilai perlu adanya kehati-hatian dalam penerapannya. Menurutnya, pihak kepolisian sudah memiliki SOP, namun dari sisi medis, penggunaan gas air mata harus dilakukan dengan hati-hati. Sebaiknya, masyarakat yang berpotensi terpapar juga harus lebih waspada.

“Intinya, cegah, hindari, dan lindungi diri dari paparan,” pungkasnya.

Tags: Anton Sony Wibowodemonstrasigas air matakesehatanlarutan garamRSA UGM

Related Posts

Ilustrasi makanan sehat

Kanker Usus Besar di Kalangan Anak Muda Melonjak, Ini Asupan yang Perlu Diperhatikan

February 22, 2026
Ilustrasi berat badan naik atau gemuk

Tips Cegah Berat Badan Naik Saat Jalani Puasa Ramadan

February 20, 2026
Ilustrasi penangkapan aktivis

7 Fakta Temuan KPF dalam Demonstrasi Agustus 2025, Kematian Affan Jadi Katalis

February 20, 2026
terdakwa pembakaran tenda Mapolda DIY Perdama Arie Veriasa saat mengikuti persodangan di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (18/6/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Bacakan Pledoi, Perdana Arie: Masa Depan Saya di Ujung Palu Hakim

February 19, 2026
Alat Pemadam Api Ringan atau APAR

Dampak Kesehatan Menghirup APAR yang Disemprot Serampangan

February 4, 2026
Presiden Prabowo saat bertaklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Mencium Pihak Tak Senang, Prabowo Tantang Berhadapan di Pilpres 2029

February 2, 2026
Next Post
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik empat jabatan menteri dan satu wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

Prabowo Reshuffle Kabinet: 5 Menteri Diganti, Satu Kementerian Baru Dibentuk

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.