• Tentang Kami
Monday, April 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Hijaukan Bumi dari Pelepah Pisang, Mahasiswa UGM Sulap Pelepah Pisang Jadi Pot Ramah Lingkungan

Ketika plastik semakin mencemari bumi, sekelompok mahasiswa UGM menghadirkan solusi alami lewat PaPipot, pot tanam biodegradable berbahan limbah pertanian yang tak hanya menyuburkan tanaman, tapi juga menyelamatkan lingkungan.

byredaksi
September 15, 2025
in headline, Tekno
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Empat mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berhasil menciptakan inovasi pot polybag ramah lingkungan. (dok.ugm.ac.id)

Empat mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berhasil menciptakan inovasi pot polybag ramah lingkungan. (dok.ugm.ac.id)

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Siapa sangka, pelepah pisang yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa disulap menjadi pot tanam ramah lingkungan dengan nilai ekonomi tinggi.

Inovasi ini lahir dari tangan-tangan kreatif empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjawab tantangan limbah organik dengan ide segar dan berkelanjutan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Akademisi UGM Sebut Kebijakan WFH untuk ASN Berpotensi Kurangi Produktivitas

Guru Besar UGM Kritik Kebijakan Pemerintah Alihkan Sebagian Besar Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

Mereka adalah Oudy Nur Syafitri (Prodi Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi), Vanya Khairunisa dan Aliya Sarma Nela (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian), serta Lanang Tsaqif Hakim (Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis).

Keempatnya tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dan mendapat bimbingan dari Dr. Eng. Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T.

Dari keresahan terhadap limbah pelepah pisang yang melimpah dan kurang dimanfaatkan, lahirlah ‘PaPipot’ singkatan dari Pelepah Pisang Pot, sebuah polybag semai biodegradable yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan.

“Pohon pisang hanya berbuah sekali seumur hidup, lalu mati. Limbah pelepahnya seringkali dibiarkan begitu saja. Padahal, kandungannya seperti nitrogen, kalsium, dan fosfor sangat bermanfaat untuk tanah dan tanaman,” jelas Oudy, Senin (15/9), di Sekolah Vokasi UGM.

PaPipot tidak sekadar pengganti polybag plastik.

Produk ini dibuat dari campuran pelepah pisang dan jerami padi, dua jenis limbah pertanian yang selama ini jarang diolah secara maksimal.

Ditambah dengan ekstrak jeruk dan serai sebagai pengusir hama alami, pot ini sekaligus memberikan perlindungan biologis bagi tanaman.

Teknologi air-pruning yang diterapkan juga membuat akar tanaman tumbuh lebih sehat, bercabang sempurna, dan menyerap nutrisi lebih optimal.

Menariknya, karena bersifat biodegradable, PaPipot bisa langsung ditanam ke dalam tanah bersama bibitnya tanpa perlu dilepas, mengurangi stres tanaman sekaligus meminimalkan sampah.

“Kami ingin menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar. Petani atau penghobi tanaman tidak perlu lagi repot mengeluarkan bibit dari polybag plastik. Ini mempermudah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan,” ujar Oudy.

Inovasi ini kini sudah dipasarkan secara daring lewat e-commerce dan juga dijajakan di berbagai event kewirausahaan.

Respons publik cukup positif, terutama dari komunitas petani organik dan pegiat lingkungan.

Melalui PaPipot, tim berharap bisa mendorong pergeseran besar dari penggunaan plastik ke produk organik dalam dunia pertanian.

Mereka juga ingin menunjukkan bahwa limbah bukanlah akhir dari nilai suatu benda, melainkan bisa menjadi awal dari solusi yang berdampak.

Kisah empat mahasiswa UGM ini menjadi bukti bahwa inovasi tak selalu datang dari teknologi canggih.

Terkadang, ia lahir dari rasa peduli terhadap lingkungan dan kemauan untuk mengubah masalah menjadi peluang.

PaPipot bukan sekadar produk ini adalah gerakan kecil menuju pertanian yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

Tags: inovasimahasiswa berprestasiPaPipotpelepah pisangramah lingkunganUGM

Related Posts

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara atau ASN

Akademisi UGM Sebut Kebijakan WFH untuk ASN Berpotensi Kurangi Produktivitas

April 11, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar serentak melalui daring, bertempat di Halaman Kantor Kalurahan Sinduadi Mlati Sleman, Senin (21/7). (dok.Prokopim)

Guru Besar UGM Kritik Kebijakan Pemerintah Alihkan Sebagian Besar Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

April 1, 2026
Ilustrasi nilai tukar Rupiah

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pengamat: Berpotensi Ganggu Stabilitas Pangan Domestik

March 26, 2026
Ilustrasi puasa

Puasa dapat Picu Autofagi, Apa Itu?

March 4, 2026
Para guru besar Universitas Gadjah Mada menyampaikan sikapndi tengah kondisi globalnyang memanas dan serta masukan kepada pemerintah di Balairung, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Senin (2/3/2026).

UGM Ambil Sikap di Tengah Situasi Global yang Memanas, Dorong Pemerintah Jaga Kedaulatan

March 3, 2026
Sosiolog UGM, Arie Sujito

Arie Sujito: Indonesia Tengah Hadapi Krisis Berlapis

February 27, 2026
Next Post
PSS Sleman menunjukkan mental pemenang saat menjamu Persiba Balikpapan dalam lanjutan Divisi Championship di Stadion Maguwoharjo, Senin (15/9/2025).

PSS Sleman Comeback Dramatis, Taklukkan Persiba Balikpapan 2-1 di Maguwoharjo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.