• Tentang Kami
Tuesday, March 3, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Petani Ngaglik Keluhkan Banyaknya Alih Fungsi Lahan untuk Usaha

sebagian lahan persawahan yang tersisa di Ngaglik dimanfaatkan untuk budidaya pertanian hortikultura yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMDes).

byredaksi
October 15, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi sawah atau pertanian di DIY

ilustrasi sawah atau pertanian di DIY. [pexels/tom fisk]

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Petani di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DIY menceritakan selama ini tidak pernah mendapatkan ganti rugi akibat adanya alih fungsi lahan yang terjadi di tengah upaya Swasembada pangan yang digaungkan oleh pemerintah.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur Dwi Hertanto merasa sedih atas banyaknya alih fungsi lahan pertanian oleh sejumlah pihak yang banyak dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kualitas Air Sejumlah Sungai di Sleman Memprihatinkan, FKSS Dorong Semua Pihak Peduli

10 SMP Favorit di Wilayah Sleman Tengah Versi ASPD 2025

Ia menyampaikan tanah pertanian sebagian besar merupakan Tanah Kas Desa (TKD).

“Tanah Kas Desa biasanya untuk hijau-hijauan, banyak digunakan untuk hortikultura atau sayur mayur. Sebenarnya bisa bermanfaat untuk ketahanan pangan namun malah untuk kebutuhan segelintir kelompok dan kebutuhan pribadi,” katanya, Selasa (15/10/2025).

Dwi menyampaikan bahwa dari pemerintah daerah selama ini pemerintah kurang serius dalam memperhatikan petani dengan masih banyaknya alih fungsi lahan untuk mengejar target Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Ya kalau itu nanti hanya untuk pemasukan APBD, keuntunganya hanya untuk pihak terkait, banyak yang disewa untuk skala usaha. Petani tidak semua dapat kompensasi,” ujarnya.

Ia menyebut sebagian lahan persawahan yang tersisa di Ngaglik dimanfaatkan untuk budidaya pertanian hortikultura yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMDes). Harapan dengan pengelolaan badan usaha desa tersebut bisa membuka lapangan pekerjaan bagi petani.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RHS) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian yang menyoroti fragmentasi lahan sawah (leapfrog) dan perubahan makna lahan pertanian di DIY, salah satunya di Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Tim menemukan fakta bahwa selama satu dekade terakhir, fragmentasi lahan sawah terjadi secara masif di pinggiran kota, terutama di sebagian kapanewon di Kabupaten Sleman dan Bantul. Ahsan menyebut Kapanewon Ngaglik, Sleman, sebagai daerah dengan fenomena leapfrog terbesar.

“Dampak jangka panjang fragmentasi sawah akan berpengaruh pada turunnya produksi padi yang mengancam kedaulatan pangan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata salah satu anggota Tim Peneliti Mohammad Ahsan, Selasa (14/10/2025).

Disebutnya, sejak 2024, kuantifikasi tutupan lahan di wilayah Sub Urban di DIY dari tahun 2015 sampai 2024 menemukan bahwa Kapanewon Ngaglik merupakan wilayah dengan dengan fragmentasi tertinggi.

Aturan pemerintah melalui kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) disebutnya saat ini belum optimal.

“Perlindungan lahan sawah melalui PLP2B belum optimal karena saat penetapan lahan sawah masih belum dapat mengakomodasi penerimaan masyarakat pemilik lahan,” katanya
“Hal ini menimbulkan perbedaan nilai, makna, dan kepentingan antara pemilik dengan pemerintah,” ungkapnya.

Tidak hanya mengkaji fenomena fragmentasi atau leapfrog, penelitian ini juga menggali dinamika makna lahan pertanian bagi masyarakat, swasta, dan pemerintah dalam menghadapi dominasi perkembangan kota.

ia berharap penelitian tersebut dapat menjadi pertimbangan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lahan yang lebih baik.

“Kita ingin hasil penelitian tidak hanya berkontribusi sebagai literatur akademik, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lahan yang lebih seimbang,” pungkasnya.

(populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: alih fungsi lahanDwi HertantoKelompok Tani Ngudi MakmurNgaglikpertanianSlemantanah kas desa

Related Posts

kondisi sungai Bedog, Ngaglik, Sleman, Selasa (3/3/2026)

Kualitas Air Sejumlah Sungai di Sleman Memprihatinkan, FKSS Dorong Semua Pihak Peduli

March 3, 2026
SMP Negeri 1 Sleman satu di antara SMP favorit di wilayah Sleman tengah berdasar ASPD 2025

10 SMP Favorit di Wilayah Sleman Tengah Versi ASPD 2025

February 26, 2026
Lagu cita-citaku yang dinyanyikan Gandhi Sehat resmi ditarik dari peredaran

Hindari Salah Tafsir, Lagu “Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)” Milik Penyanyi Cilik Gandhi Sehat Resmi Ditarik

February 15, 2026
Sambut Ramadan, D Kaliurang Suguhkan Buy 5 Get 1 Free

Sambut Ramadan, D Kaliurang Suguhkan Buy 5 Get 1 Free

February 13, 2026
Akhmad Ritaudin, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Sleman.

Disdik Sleman Siapkan Pengaturan KBM dan Libur Ramadhan 2026, Tunggu SE Resmi

February 13, 2026
Juru Bicara Pengadilan Negeri Sleman, Jayadi Husain.

Luruskan Soal Tujuh Warga Mlati yang Dibui karena Cegah Klitih, PN Sleman: Tidak Benar

February 12, 2026
Next Post
Ilustrasi sampah organik. [pexels/emmet]

Hindari Kemasan Plastik, Pelaku Usaha di Mantrijeron Ganti Pakai Botol Kaca

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.