KULON PROGO, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo baru saja menerima bantuan pengembangan kelapa genjah seluas 127 hektare dari Kementerian Pertanian untuk tahun 2025.
“Pada 2025 Kulon Progo menerima alokasi bantuan pengembangan kelapa genjah seluas 127 hektare per hektare ditanam 110 batang, sehingga total kurang lebih 14.000 batang bibit kelapa genjah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Trenggono Trimulyo, Rabu (26/11/2025).
Menurut dia, selain bibit kelapa genjah, diberikan pula dukungan pupuk organik sebanyak 330 kilogram per hektare.
“Bantuan ini sangat strategis bagi peningkatan produktivitas. Kami berharap empat tahun ke depan, bibit ini sudah mulai panen dan khusus Hargorejo diprediksi ada tambahan produksi 50 ton per bulan,” katanya.
Sebelumnya Pemkab Kulon Progo menyelenggarakan Gerakan Tanam Kelapa Genjah yang dipusatkan di Penggung, Kalurahan (setingkat desa) Hargorejo, Kokap, Selasa (25/11/2025).
Sebanyak 43 kelompok tani menerima bantuan bibit dan pendampingan teknis melalui program ini.
Trenggono mengatakan, saat ini Hargorejo menghasilkan 20 ton kelapa organik dan 40 ton nonorganik. Dengan bantuan ini, produksi bisa mencapai ratusan ton per bulan,” katanya.
Dalam program ini Dinas Pertanian Kulon Progo melibatkan enam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam pendampingan budidaya, mulai dari persiapan lubang tanam hingga bimbingan teknis lapangan. Selain itu, Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) memberikan pendampingan sertifikasi mutu dan perizinan edar.
“Kami juga berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Kejaksaan Negeri Kulon Progo untuk memperkuat pengawalan program, khususnya di sektor perkebunan dan hortikultura,” katanya.
Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Dedy Aminata mengatakan bahwa kelapa merupakan komoditas strategis nasional yang selama ini sebagian besar masih dijual dalam bentuk butiran atau kopra mentah.
“Kelapa adalah ‘tree of life’ seluruh bagiannya bermanfaat. Namun sebagian besar masih diekspor sebagai bahan mentah sehingga industri pengolahan kekurangan pasokan. Karena itu kemitraan dengan petani menjadi kunci,” katanya.
Dedy menegaskan bahwa Kementerian Pertanian memasukkan kelapa sebagai komoditas prioritas dalam Program Hilirisasi Perkebunan.
Kementan telah menyusun pengembangan kebun kelapa terintegrasi dengan pabrik pengolahan untuk periode 2025–2027 seluas 221.890 hektare secara nasional, termasuk di DIY yang meliputi Kulon Progo, Sleman dan Bantul.
“Saat ini juga telah dibangun pabrik pengolahan kelapa genjah di berbagai sentra produksi besar di Indonesia,” katanya.
Ia mengatakan, pada 2025, Kementan mengalokasikan tambahan anggaran Rp33,2 miliar untuk pengembangan kelapa, termasuk perluasan 2.950 hektare dan pengembangan kelapa genjah 1.400 hektare.
Dedy menjelaskan bahwa kelapa genjah terutama jenis pandan manis memiliki nilai jual tinggi di pasar segar, termasuk potensi ekspor.
“Kelapa pandan manis sangat diminati pasar modern. Jika produksi dapat diolah secara optimal, nilai ekonominya meningkat signifikan,” katanya.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan bahwa program pengembangan kelapa genjah merupakan bagian dari program prioritas nasional yang dicanangkan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kelapa yang ditanam hari ini tidak panen dalam sehari. Tetapi tiga tahun lagi, Insya Allah akan mulai berbuah dan membawa manfaat besar bagi petani Kulon Progo,” katanya.






![Ilustrasi pemilos 2025. [vecteezy/Yulia Gapeenko]](https://populi.id/wp-content/uploads/2025/10/vecteezy_person-casting-ballot-in-election_48835083-120x86.jpeg)





