SLEMAN, POPULI.ID – Program Beasiswa Sleman Pintar menjadi topik hangat dalam gelaran Cerita Masyarakat (Cermas) edisi 12 November 2025.
Acara dialog santai namun sarat gagasan itu mempertemukan unsur legislatif dan eksekutif untuk mengupas efektivitas dan arah pengembangan beasiswa.
Terlebih program ini menjadi tumpuan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Sleman.
Hadir sebagai narasumber adalah Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro, Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti, serta Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sleman Sarastomo Ari Saptoto.
Ketiganya membahas program Beasiswa Sleman Pintar dari sisi kebijakan, pengawasan anggaran, hingga implementasi teknis di lapangan.
Hasto menyebut, Pemkab Sleman berencana menaikkan anggaran Beasiswa Sleman Pintar. Dari awalnya Rp8,7 miliar pada 2025 menjadi Rp20 miliar pada tahun anggaran 2026.
“Kenaikan tersebut menunjukkan keseriusan DPRD dan Pemkab Sleman dalam memperluas jangkauan penerima manfaat. Targetnya satu keluarga miskin satu sarjana,” jelasnya dalam Podcast Cermas di Rumah Kecebong, Mlati, Sleman, Rabu (12/11/2025).
Hasto menyebut bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan.
Pemkab Sleman, lanjutnya, menempatkan peningkatan mutu pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Fokusnya menentukan arah pembangunan daerah, terutama dalam menyiapkan SDM yang adaptif dan berdaya saing.
Hal ini diwujudkan melalui program Beasiswa Sleman Pintar, sebuah bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Program ini juga menjadi instrumen penting dalam pemerataan akses pendidikan serta pengentasan kemiskinan.
“Program Sleman Pintar ini strategis dan berdampak langsung pada masa depan generasi muda. Karena itu, efektivitas pelaksanaannya harus dijaga. Kami di DPRD memastikan kebijakan yang mengalirkan anggaran besar ini berjalan transparan dan akuntabel,” kata Hasto.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti menegaskan bahwa DPRD Sleman mendukung penuh peningkatan anggaran pendidikan, termasuk beasiswa.
Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan agar penyaluran beasiswa benar-benar tepat sasaran.
Di satu sisi, dia memastikan bahwa DPRD Sleman akan memantau secara langsung.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong kerjasama lintas organisasi perangkat daerah. Tujuannya agar program dapat berjalan optimal.
“Kami ingin beasiswa ini bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi menjadi jalan bagi anak-anak Sleman untuk menggapai kesempatan lebih baik. Pelaksanaannya harus konsisten, terukur, dan mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ani menyebut program beasiswa ini efektif apabila tepat sasaran. Terutama dalam mendukung target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana yang digagas Bupati Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Danang Maharsa.
Melalui skema ini, diharapkan generasi muda dari keluarga miskin memiliki kesempatan setara.
Terutama untuk mengakses pendidikan tinggi sebagai jalan keluar dari lingkaran kemiskinan.
“Tentunya harus tepat sasaran agar program beasiswa ini efektif. Lalu kerjasama antar instansi juga penting karena kajian lapangan tentu perlu berbagi perimbangan aspek,” katanya.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman Sarastomo Ari Saptoto menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat mekanisme pendataan.
Termasuk verifikasi agar penerima berasal dari keluarga yang benar-benar layak menerima.
Sarastomo menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan.
Lebih dari itu juga strategi membangun SDM unggul yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami memastikan data penerima sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarga. Dengan kerja sama lintas instansi, kami berharap proses penyaluran dan pemantauan berjalan lebih efektif,” paparnya.
Sejauh ini, Beasiswa Sleman Pintar telah bekerja sama dengan 57 perguruan tinggi di Sleman dan sekitarnya.
Di antaranya yakni Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, hingga Sekolah Tinggi Transportasi Darat.
“Kerja sama ini memungkinkan Pemkab Sleman menambah jumlah penerima, termasuk rencana menambah 800 mahasiswa baru pada tahun depan,” ujarnya.












