SLEMAN, POPULI.ID – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra kembali membuat berbagai elemen bergerak menggalang aksi kemanusiaan.
Di tengah kekhawatiran mahasiswa asal Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terhadap kondisi keluarga, Polda DIY membuka Posko Kemanusiaan yang tidak sekadar menyediakan makanan gratis.
Posko ini menjadi tempat berkumpul, menguatkan pikiran, sekaligus ruang aman bagi ribuan mahasiswa rantau.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan dapur umum yang dioperasikan Polwan bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga meringankan beban mental mahasiswa.
“Mahasiswa cukup menunjukkan KTP asal, dan kami siapkan makanan tiga kali sehari. Layanan Wifi gratis juga kami buka agar mereka bisa terhubung dengan keluarga,” kata Ihsan.
Dengan jumlah mahasiswa asal tiga provinsi itu mencapai 8 ribu orang, posko ini menjadi simpul baru solidaritas di Yogyakarta.
Masjid Nurul Ashri Jadi Pusat Donasi: Ratusan Juta Terkumpul dari Warga
Di sisi lain, Masjid Nurul Ashri Deresan menjadi magnet kepedulian warga. Tanpa kampanye besar, donasi mengalir hingga ratusan juta rupiah dalam beberapa hari. Bantuan logistik seperti pakaian, selimut, popok, hingga barang kebersihan juga menumpuk di halaman masjid.
Humas Masjid Nurul Ashri, Bangkit Panuntunari, mengatakan penggalangan donasi dilakukan secara cepat karena barang harus segera dikirim.
“Dari Yogyakarta menuju Riau dan Aceh membutuhkan waktu panjang, jadi kami buka penggalangan barang hanya sampai Rabu,” ujarnya.
Relawan pun dikirim bertahap. Tiga orang sudah berangkat lebih dulu, disusul tim dengan struktur lebih rapi pada gelombang kedua. Pengiriman akan berlangsung sampai kondisi darurat di Sumatra mereda. (populi.id/Hadid Pangestu)












