• Tentang Kami
Tuesday, February 24, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar UGM Dedah Musabab Banjir Bandang yang Landa Wilayah Sumatra

Menurut Hatma, banjir bandang yang membawa kayu-kayu dan sedimen itu tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekologis yang kian menurun.

byredaksi
December 8, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi bencana banjir bandang di wilayah Sumatra

Ilustrasi bencana banjir bandang di wilayah Sumatra. [vecteezy/Yuri Anto]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Banjir bandang yang disertai luncuran material dari hulu Sumatra pekan lalu menunjukkan kembali bahwa bentang alam pulau tersebut memendam sejarah panjang kebencanaan.

Arus deras yang menerjang pemukiman warga membawa kayu, lumpur, dan bongkahan tanah yang selama bertahun-tahun terakumulasi pada lereng-lereng curam Bukit Barisan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dosen UGM Soroti Tata Kelola dan Komunikasi Kebijakan BPJS Kesehatan Soal Penonaktifan PBI JKN

Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak, Prof Koentjoro: Dampak Perubahan Sosial Akibat Media Sosial

Peristiwa tersebut tampak hadir secara mendadak, namun akar penyebabnya tersusun dari lapisan geologi, dinamika iklim, dan perubahan ekologis yang berlangsung sejak lama.

Peneliti Fakultas Kehutanan UGM Hatma Suryatmojo mengurai bahwa struktur geomorfologi Sumatra membuat wilayah tersebut memang rentan terhadap luapan besar saat hujan turun.

Lereng-lereng terjal dari Aceh hingga Lampung mengalirkan air langsung ke dataran rendah, sementara kipas vulkanik menjadi area yang kini banyak ditempati masyarakat.

Jalur alami tersebut mempercepat aliran dan membawa material dalam jumlah besar ketika intensitas hujan meningkat.

“Dengan pola seperti itu, hujan deras pasti membawa material dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi,” ujarnya, dilansir dari laman UGM, Senin (8/12/2025).

Menurut Hatma, banjir bandang yang membawa kayu-kayu dan sedimen itu tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekologis yang kian menurun.

Pembukaan lahan di daerah hulu, pemukiman yang merangkak naik ke dataran tinggi, serta perubahan fungsi hutan memperbesar limpasan permukaan. Ketika hutan hilang, kemampuan tanah menahan air ikut runtuh dan debit puncak tak lagi dapat dikendalikan.

“Para pihak yang menjadi kontributor dosa ekologis itu sudah saatnya berhenti,” katanya.

Ia menegaskan bahwa secara alami hutan memiliki kemampuan besar untuk menahan air hujan. Bahkan dalam kondisi ideal, hingga sepertiga air dapat tertahan di tajuk dan lebih dari separuh meresap ke dalam tanah sebelum mencapai permukaan.

Ketika tutupan hutan berkurang, seluruh volume air bergerak serentak menuju sungai dan mempercepat terjadinya banjir.

“Neraca airnya pasti berubah dan debit puncaknya meningkat drastis,” ujar Hatma.

Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menambahkan bahwa perubahan iklim memperbesar risiko yang sudah tinggi secara alami.

Kenaikan suhu global 1,55°C membuat kejadian hujan ekstrem semakin sering, dan prediksi menunjukkan peningkatan dapat mencapai 3,5°C pada akhir abad bila tidak ditekan.

Dengan curah hujan setinggi ratusan milimeter per hari, sistem hidrologi di Sumatera tidak mampu lagi meredam laju air.

“Kalau mitigasi ekologinya dilewatkan, kita bisa musnah,” ujar Dwikorita.

Dwikorita juga menilai struktur geologi Sumatera membuat wilayah ini sangat labil. Batuan yang terbentuk dari tumbukan lempeng naik dari dasar laut dalam kondisi retak-retak sehingga mudah longsor saat diguncang gempa kecil.

Longsoran inilah yang kemudian menyumbat aliran sungai dan membentuk bendungan alami yang sewaktu-waktu dapat jebol.

“Retakan-retakan itu membuat wilayah ini sangat rentan terhadap gerakan tanah,” katanya.

Selain itu, anomali siklon tropis yang makin sering muncul memperburuk keadaan. Siklon yang biasanya tidak menembus zona tropis kini tumbuh di wilayah Indonesia dan bergerak melintasi daratan, membawa hujan intens selama berhari-hari.

Fenomena itu tidak hanya memperbesar risiko banjir bandang, tetapi juga mempersingkat periode ulang bencana yang sebelumnya puluhan tahun.

“Siklonnya tidak lagi patuh pada jalurnya, dan ini anomali yang semakin sering muncul,” ujar Dwikorita.

Dwikorita menjelaskan bahwa anomali siklon yang terjadi tahun ini tidak muncul secara terpisah, melainkan merupakan rangkaian fenomena yang telah terlihat sejak kemunculan Siklon Seroja dan Cempaka beberapa tahun sebelumnya.

Pola siklon-siklon tersebut mulai menunjukkan perilaku tidak lazim, termasuk melintasi daratan dan bertahan lebih lama di wilayah tropis yang seharusnya menjadi zona penghalau.

Siklon Senyar mempertegas gejala itu dengan tumbuh di area yang biasanya tidak memungkinkan dan bergerak menyeberangi daratan hingga mencapai Semenanjung Malaya.

“Ini anomali yang mengindikasikan perubahan iklim semakin mempengaruhi dinamika siklon di kawasan Indonesia,” tutupnya.

Tags: banjir bandangbencanaHatma Suryatmojokondisi ekologisSumatraUGM

Related Posts

BPJS Kesehatan. (Dok. BPJS Kesehatan)

Dosen UGM Soroti Tata Kelola dan Komunikasi Kebijakan BPJS Kesehatan Soal Penonaktifan PBI JKN

February 19, 2026
Ilustrasi kesehatan mental

Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak, Prof Koentjoro: Dampak Perubahan Sosial Akibat Media Sosial

February 16, 2026
Ilustrasi ojol atau ojek online

Jutaan Ojol Hidup Sulit, Akademisi UGM Desak Regulasi yang Jelas Soal Upah hingga Jamsos

February 13, 2026
Ilustrasi disabilitas

Mayoritas Kampus di Indonesia Urung Ramah Disabilitas

February 10, 2026
ilustrasi kecanduan game

Ngeri, Ini Efek Buruk Kecanduan Game

January 27, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya meninjau rumah di Pakem yang terdampak bencana hujan deras dan angin kencang, Senin (19/1/2026)

Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Pakem

January 19, 2026
Next Post
Pengendara melintas di depan depo sampah Kotabaru, Yogyakarta.

Pemkot Yogyakarta Kebut Bersihkan Depo Kotabaru Jelang Nataru, Kerahkan 100 Truk Angkut Sampah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.