SLEMAN, POPULI.ID – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman memastikan kesiapan infrastruktur jalan demi kelancaran arus kunjungan wisata dan mobilitas warga. Fokus utama diarahkan pada ruas-ruas yang kerap dilalui pemudik serta jalur menuju destinasi wisata.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan menyeluruh titik jalan yang memerlukan perbaikan.
“Ruas-ruas menuju objek wisata jadi perhatian utama. Inventarisasi sudah dilakukan dan ditangani sebagai persiapan jelang Nataru,” ujarnya saat konferensi pers di kantor BKAD Sleman, Selasa (9/12/2025).
Tim Siaga Khusus Selama Libur Panjang
DPUPKP Sleman juga menyiapkan tim pemeliharaan yang bersifat on call untuk merespons kerusakan mendadak.
“Pada hari-hari libur ada tim kami yang siap dihubungi jika terjadi kondisi darurat,” kata Fauzan.
Menurutnya, sejumlah titik rawan longsor telah diantisipasi sejak awal musim hujan, terutama di kawasan Prambanan dan lereng perbukitan yang tanahnya mudah lapuk.
Kerusakan berat turut ditemukan pada ruas yang menjadi jalur pengangkutan material proyek tol.
“Di kawasan proyek Tol Jogja–Bawen maupun Jogja–Solo memang banyak kerusakan. Kami sudah koordinasi dengan pihak tol agar segera tertangani sebelum Nataru,” jelasnya.
Area yang paling terdampak di antaranya Cebongan, Pundong, Cangkringan, dan Kalasan.
Perbaikan di Jalur Wisata Mulai Terlihat
Sementara itu, sejumlah daerah wilayah di Sleman telah mendapatkan penanganan pemeliharaan jalan.
Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto menyampaikan jika jalan di wilayahnya telah mendapatkan pemeliharaan oleh DPUPKP Sleman.
“Jalan Marangan ini proses perbaikan dari kabupaten,” katanya.
Wilayahnya disebut menjadi jalan menuju wisata Tebing Breksi. Dody berharap supaya perbaikan yang dikerjakan oleh pemerintah bisa segera rampung.
Pengelola wisata Tebing Breksi Kholik Widiyanto menyampaikan bahwa wilayah sekitar wisata telah menerima perbaikan jalan.
“Sudah diperbaiki, target tanggal 20 selesai,” jelasnya.
Sebelumnya, Kholik menyebut infrastruktur menuju kawasan Tebing Breksi mengalami kerusakan berupa jalan yang berlubang dan talud roboh. (populi.id/Hadid Pangestu)












