YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta segera menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra setelah proses penggalangan donasi ditutup pada 10 Desember 2025.
Bantuan yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta tersebut berasal dari sumbangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkot, pelajar, hingga masyarakat umum.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa seluruh bantuan sementara masih berupa uang tunai agar dapat menyesuaikan kebutuhan paling mendesak di lapangan. Ia menilai mekanisme distribusi tunai lebih fleksibel sekaligus mudah dipertanggungjawabkan.
“Kami menutup pengumpulan tanggal 10. Setelah dihitung, mungkin dua hari lagi atau paling telat tiga sampai empat hari kami berangkat ke Padang,” ujar Hasto, Kamis (11/12/2025).
Ia menyebut rombongan yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari Pemkot Yogyakarta bersama tokoh-tokoh masyarakat Padang yang berdomisili di Yogyakarta. Hasto menjelaskan bahwa pola bantuan akan menyesuaikan situasi di lokasi bencana.
“Sementara ini kami ngumpulkannya masih uang tunai. Tapi nanti lihat kebutuhan. Kalau kebutuhan barang sudah over dan bantuan dari mana-mana sudah banyak, maka bantuan uang bisa lebih fleksibel bagi masyarakat di Padang,” tuturnya.
Pada tahap pertama, bantuan akan disalurkan ke Provinsi Sumatera Barat. Namun Pemkot juga membuka peluang untuk menyalurkan bantuan ke provinsi lain seperti Sumatra Utara dan Aceh pada tahap berikutnya.
“Besok yang termin pertama Sumatra Barat, ya. Nanti mudah-mudahan berikutnya baru ke (provinsi) yang lain,” ucap Hasto.
Terkait nominal yang telah terkumpul, Hasto menyebut jumlah sementara telah berada di atas Rp250 juta.
“Itu dari teman-teman PNS, kemudian sebagian dari peserta didik juga, anak-anak sekolah,” ungkapnya.



![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)








