SLEMAN, POPULI.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memperkirakan jumlah wisatawan pada periode Natal dan Tahun Baru (nataru) kali ini mengalami penurunan.
Kepala Dispar Sleman Edy Winarya menyampaikan mencapai 250 ribu hingga 300 ribu wisatawan, atau lebih rendah dari asumsi Pemerintah DIY yang memproyeksikan 400 ribu kunjungan.
Ia menyebut kunjungan yang didominasi wisatawan nusantara, khususnya dari Pulau Jawa, tetap memiliki potensi ekonomi, dengan rata-rata pengeluaran berada di kisaran Rp750 ribu hingga Rp1 juta untuk lama tinggal 1 sampai 2 hari.
Namun total perputaran uang pada periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 diperkirakan berada di angka Rp187 miliar hingga Rp500 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menilai kondisi ekonomi nasional menjadi faktor utama. “Saya kira kondisi kita saat ini sedang tidak kondusif,” kata Edy dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (11/12/2025).
Penurunan pada momentum Nataru ini disebut selaras dengan tren tahunan. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengungkapkan bahwa total kunjungan wisata tahun 2025 juga diperkirakan turun.
Jika tahun 2024 tercatat sekitar 8 juta wisatawan, tahun ini diproyeksikan mencapai 7,6 juta atau turun sekitar 400 ribu kunjungan.
Ia menyebut berbagai faktor ikut memengaruhi, seperti efisiensi anggaran pemerintah, larangan study tour, cuaca, dan kondisi ekonomi.
“Kondisi ekonomi yang menurun tidak hanya terjadi di Kabupaten Sleman,” katanya.
Jumlah Kendaraan Meningkat
Terpisah, Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman memprediksi jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Sleman pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan meningkat dibanding periode sebelumnya, seiring panjangnya masa libur.
Kepala Dishub Sleman Heri Kuntadi dalam jumpa pers di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sleman menyampaikan bahwa kenaikan kendaraan yang masuk mencapai 2,71 persen, sedangkan data tingkat DIY menunjukkan potensi kenaikan hingga 6 persen.
“Jumlah kendaraan masuk ke Sleman mengalami kenaikan 2,71 persen, kemudian dari data DIY akan ada kenaikan sekitar 6 persen,” ujarnya.
Dari hasil pemetaan Dishub, mobil pribadi menjadi moda transportasi yang paling dominan dengan porsi 42,8 persen, disusul sepeda motor 18,41 persen.
Heri menyebut mayoritas kendaraan masuk untuk keperluan wisata. “Paling banyak selama Natal dan Tahun Baru 45,7 persen tujuan wisata, 32,6 persen liburan mudik ke kampung halaman, dan hal hal lain merayakan natal 19,96 persen,” urainya.
Menurut Heri, kenaikan jumlah kendaraan di Sleman didorong oleh masa libur yang lebih panjang, mencapai dua minggu.
Selain itu, ia menyebut kondisi ekonomi nasional yang menunjukkan pertumbuhan juga memengaruhi mobilitas masyarakat.
“Kalau dari yang dipaparkan pemerintah pusat, pertumbuhan ekonomi yang positif secara nasional. Jadi sangunya banyak, sehingga pada punya tujuan untuk melakukan perjalanan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pada periode Nataru kali ini Dishub Sleman berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas serta memastikan keamanan pengguna jalan.
Pihaknya juga berkomitmen agar peningkatan volume kendaraan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (populi.id/Hadid Pangestu)












