SLEMAN, POPULI.ID – Parkir liar saat momen libur panjang menjadi perhatian oleh pengamat di tengah tingginya kedatang wisatawan ke Yogyakarta terutama di kawasan Malioboro.
Pengamat Pariwisata Universitas Sanata Dharma Ike Janita Dewi menyampaikan pemerintah perlu bersungguh-sungguh menindak para pelaku parkir liar.
Ia menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan yang datang pada saat musim libur panjang sebanyak 50 persen menggunakan transportasi pribadi maupun sewa.
“Dan Malioboro dan sekitarnya masih menjadi destinasi favorit (tujuan wisata),” katanya saat dihubungi, Rabu (24/12/2025).
Meskipun Pemda DIY dan Pemkot Kota Yogyakarta telah menyiapkan sejumlah kantong-kantong parkir, seperti Ketandan dan Beskalan, ia menyampaikan bahwa oknum oknum tertentu akan mencari cara untuk membuka kantong parkir liar.
“Tapi dengan demand yang begitu Tinggi saat libur Nataru, pasti akan muncul tempat parkir ‘liar,” katanya.
“Karena liar, tarif parkir bisa lebih dari ketentuan yang ditetapkan. Karena liar, pemerintah sering ‘cuci tangan’,” imbuhnya.
Ike menyampaikan, jika pelaku parkir liar tidak ditindak secara tegas, maka aksi nuthuk, atau menaikkan harga tarif dari yang semestinya akan kembali marak.
“Wisatawan kan tidak mau tahu tempat parkir liar atau bukan, pokoknya di Jogja. Nah itu masalahnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyebut beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat parkir liar.
“Kalau potensi parkir liar utamanya di selatan Stasiun Tugu atau Jalan Pasar Kembang, itu yang paling potensial,” katanya saat jumpa pers di ruang Yudhistira, Balai Kota Yogyakarta, Rabu (12/12/2025).
Selain itu, kawasan sekitar Malioboro juga masih menjadi lahan potensial parkir liar.
Pihaknya menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi hal tersebut, dengan membuka Stadion Kridosono untuk kantong parkir bekerjasama dengan swasta.
Kapasitas stadion tersebut disebutnya mampu untuk menampung kendaraan wisatawan yang berlibur di sekitar kawasan Malioboro baim roda dua maupun roda empat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan telah meminta Dinas Perhubungan untuk menerapkan metode parkir menggunakan Quick Response Indonesia System (QRIS).
“Kami sudah menggunakan QRIS, Kepala Dinas Perhubungan janjinya kepada saya tercapai 150 titik,” katanya.
Kendati begitu, ia menyampaikan bahwa pemanfaatan QRIS juga masih perlu dilakukan pengawasan. (populi.id/Hadid Pangestu)












