SLEMAN, POPULI.ID – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) belum membawa dampak positif bagi sejumlah pedagang di Pasar Godean, Sleman.
Meskipun telah menempati bangunan Pasar Godean yang baru saja direvitalisasi makin modern, sejumlah pedagang yang berlokasi di bagian ujung mengaku belum merasakan kenaikan omset lantaran akses pengunjung dinilai tidak merata.
Maryanti, pedagang sembako di sisi timur Pasar Godean, mengatakan penjualan selama libur Nataru masih berjalan normal tanpa lonjakan berarti.
Menurutnya, keramaian justru terpusat di area tengah pasar yang dekat dengan akses utama dan kawasan kuliner.
“Omsetnya masih biasa saja. Yang ramai itu di tengah, karena ada kuliner. Pasar ini kan dibagi timur, tengah, dan barat,” ujar Maryanti saat ditemui, Kamis (25/12/2025).
Ia menyebut lapak di sisi timur jarang dilewati pengunjung, sehingga dampak libur panjang tidak begitu terasa. Maryanti menambahkan, peningkatan penjualan biasanya baru terjadi menjelang akhir masa liburan, ketika wisatawan bersiap kembali ke daerah asal.
“Biasanya kalau mau balik itu baru mulai rame, orang belanja buat oleh-oleh atau stok,” katanya.
Meski tidak mengalami lonjakan penjualan, Maryanti mengaku masih bertahan berkat pelanggan tetap yang kerap memesan kebutuhan sembako melalui WhatsApp.
Stok bahan pokok di lapaknya pun masih terjaga, meski ia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan kacang tanah belakangan ini.
Terkait penurunan omset, Maryanti mengaku tidak terlalu khawatir. “Kalau saya generasi tua, ya disyukuri saja. Nggak cemas berlebihan, yang penting terus usaha,” ujar perempuan asal Bantul berusia 63 tahun itu.
Keluhan serupa disampaikan Sutinah, pedagang sembako lainnya. Ia menilai akses jalan menuju lapaknya kurang mendukung, sehingga berdampak langsung pada jumlah pembeli.
“Buntu dalane, jadi omsete biasa saja,” ucapnya singkat.
Sutinah membandingkan kondisi saat masih berjualan di Pasar Relokasi Berjo, Godean, dimana suasana libur cenderung lebih ramai meski kenaikannya tidak signifikan.
Menurutnya, penataan akses dan arus pengunjung menjadi faktor penting agar dampak libur panjang bisa dirasakan lebih merata oleh seluruh pedagang. (populi.id/Hadid Pangestu)












