• Tentang Kami
Saturday, January 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Sosiolog UGM Soroti Dampak Sosial Lonjakan Libur Nataru bagi Warga Yogyakarta

Kerja sama antara kota dan kabupaten di sekitar Yogyakarta dinilai penting untuk mengatur tata ruang dan mobilitas wisatawan secara lebih adil.

byredaksi
December 31, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Malioboro merupakan satu diantara destinasi wisata di Jogja yang banyak dikunjungi wisatawan terutama ketika libur Lebaran

Malioboro merupakan satu diantara destinasi wisata di Jogja yang banyak dikunjungi wisatawan terutama ketika libur Lebaran. [vecteezy/abiezareswara]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Yogyakarta kembali dipadati wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru dengan jumlah kunjungan yang mencapai jutaan orang dalam periode singkat.

Arus wisatawan terlihat di kawasan pusat kota, destinasi budaya, hingga permukiman yang berdekatan dengan lokasi wisata. Geliat pariwisata memberi dorongan ekonomi yang signifikan sekaligus menghadirkan tekanan baru bagi kehidupan perkotaan. Situasi ini menjadikan libur akhir tahun sebagai momen ujian bagi kota wisata yang selama ini dikenal ramah dan inklusif.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

Banyak Aduan Asap dan Sampah, Satpol PP Tertibkan Puluhan PKL Liar di Malioboro

Sosiolog UGM, Dr. Arie Sujito, mengungkapkan lonjakan wisatawan tersebut mencerminkan daya tarik Yogyakarta yang terus menguat sebagai destinasi wisata nasional.

Pergerakan ekonomi cepat terasa di sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil yang bergantung pada pariwisata. Namun di saat yang sama, kepadatan pengunjung membawa konsekuensi sosial yang tidak ringan bagi masyarakat sekitar kawasan wisata.

“Ruang ini dianggap sebagai kesempatan positif, tetapi tantangannya nyata karena muncul kemacetan, interaksi sosial yang semakin padat, serta risiko lingkungan yang perlu dipikirkan bersama,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

Dampak kepadatan paling dirasakan oleh warga lokal yang menjalani aktivitas harian di tengah lonjakan mobilitas wisatawan. Akses jalan yang tersendat dan meningkatnya waktu tempuh menjadi pengalaman yang berulang setiap musim liburan.

Kondisi tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat dan bergantung pada mobilitas harian.

“Bagi warga sendiri, kepadatan ini membuat aktivitas keluar rumah terasa tidak nyaman karena kemacetan muncul di hampir semua titik,” kata Arie.

Tekanan kepadatan juga berdampak pada ruang publik yang menjadi tempat pertemuan warga dan pengunjung. Ruang terbuka semakin terbatas fungsinya ketika dipenuhi aktivitas wisata dalam waktu bersamaan.

Hal tersebut diperparah dengan persoalan sampah yang muncul sebagai konsekuensi serius dari meningkatnya jumlah orang di ruang kota.

“Kemampuan mengelola sampah dan membangun budaya menjaga lingkungan yang bersih menjadi keharusan, karena pariwisata tidak cukup dilihat dari sisi pemasukan ekonomi semata,” tuturnya.

Dari sisi ekonomi, Arie menilai manfaat pariwisata memang terasa luas, namun distribusinya perlu mendapat perhatian. Aktivitas wisata memang menggerakkan UMKM, homestay, dan sektor jasa lainnya, tetapi potensi ketimpangan tetap mengintai.

Ketika keuntungan terkonsentrasi pada kelompok bermodal besar, ketegangan sosial berpeluang muncul di tingkat lokal.

“Pengusaha besar sebaiknya turut memberdayakan pelaku usaha lokal agar pemerataan terjadi dan tidak memicu kecemburuan sosial,” pesan Arie.

Menurut Arie, peran pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kualitas hidup warga. Perencanaan kota perlu melihat kepadatan wisata sebagai isu jangka menengah dan panjang, bukan sekadar fenomena musiman.

Kerja sama antara kota dan kabupaten di sekitar Yogyakarta dinilai penting untuk mengatur tata ruang dan mobilitas secara lebih adil.

“Desain kebijakan di level provinsi dan kerja sama lintas wilayah dibutuhkan agar kota berkembang dengan visi yang ramah lingkungan dan humanis,” katanya.

Jika lonjakan wisata seperti libur Nataru terus berulang, Arie mengingatkan pentingnya antisipasi risiko sosial sejak dini. Ketegangan antara warga lokal dan pendatang berpotensi muncul ketika kepadatan tidak dikelola dengan baik.

Menjaga kenyamanan kota membutuhkan kedisiplinan kolektif serta kepedulian bersama terhadap ruang hidup.

“Yogyakarta yang nyaman, aman, dan humanis adalah tanggung jawab bersama agar keadaban kota tetap terjaga,” pungkasnya.

Tags: Arie Sujitodampak sosiallibur nataruMalioboroSosiolog UGMwisatawan

Related Posts

kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Personel Satpol PP Kota Yogyakarta menertibkan pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Malioboro, Selasa (30/12/25). (Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta)

Banyak Aduan Asap dan Sampah, Satpol PP Tertibkan Puluhan PKL Liar di Malioboro

December 31, 2025
ilustrasi belanja

Libur Nataru Dongkrak Trafik Pusat Perbelanjaan di DIY, Kunjungan Naik 20 Persen

December 31, 2025
Pengunjung memadati Pasar Beringharjo bagian barat, Selasa (30/12/2025).

Libur Nataru Dongkrak Omzet Pedagang Pasar Beringharjo hingga 300 Persen

December 30, 2025
Ilustrasi hotel

Tingkat Hunian Hotel di DIY Capai 90 Persen, Paling Tinggi di Kawasan Malioboro

December 29, 2025
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Arus Kendaraan Masuk DIY Melonjak Signifikan, Polda DIY Rekayasa Lalu Lintas di Titik Ini

December 29, 2025
Next Post
Ilustrasi hujan

BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Gelombang Tinggi di Jateng Saat Malam Tahun Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.