BANTUL, POPULI.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Bumi Projotamansari sepanjang tahun 2025.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, menyampaikan bahwa total kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai sekitar 1,8 juta orang, dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp26,7 miliar.
“Untuk PAD kita mencapai Rp26,7 miliar,” ujar Markus saat dihubungi wartawan, Kamis (1/1/2026).
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 2,3 juta orang dengan PAD sebesar Rp30,6 miliar. Dari data tersebut, terjadi penurunan kunjungan wisatawan sekitar 28 persen.
Markus menjelaskan, meskipun secara umum jumlah wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan secara nasional, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan kunjungan ke Bantul. Penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
“Pengaruh daya beli masyarakat, isu cuaca ekstrem, perubahan pola wisatawan yang cenderung memilih konsep slow living atau mencari suasana lain, serta adanya larangan kunjungan di beberapa daerah,” jelasnya.
Selain itu, ia tidak menampik bahwa tidak digelarnya sejumlah agenda atau event yang biasanya diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bantul seperti tahun-tahun sebelumnya turut memengaruhi minat kunjungan wisatawan.
Sementara itu, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
“Potensi terjadinya cuaca ekstrem masih ada dan perlu diwaspadai,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada 26 dan 27 Desember lalu, wilayah Bantul terdampak sejumlah kejadian cuaca ekstrem yang mengakibatkan angin kencang, tanah longsor, serta banjir di beberapa titik. (populi.id/Hadid Pangestu)












