BANTUL, POPULI.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.
“Ini bagian dari kegiatan saya melihat progres (pembangunan KNMP) di seluruh daerah, kemarin dari Tuban Jawa Timur lalu hari ini di sini (Bantul),” kata Menteri Trenggono di KNMP Poncosari Bantul, Jumat (2/1/2026).
Menurut dia, peninjauan progres pembangunan KNMP sebelumnya juga dilakukan di daerah lain seperti Purworejo Jawa Tengah, kemudian pembangunan di Pati Jawa Tengah dan Cirebon Jawa Barat.
“kami lihat nanti di Indonesia timur lihat progres seperti apa, karena kami targetkan di akhir Januari ini sudah selesai pembangunan KNMP di seluruh Indonesia,” katanya.
Dijelaskan di seluruh Indonesia ada sebanya 60 Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini progres pembangunan.
Lebih lanjut, ia menyebut untuk KNMP di Bantul progres pembangunan hingga minggu ke 17 atau saat ini sudah terealisasi 92 persen.
“Lalu, ini akan menjadi model. Sama seperti yang kami bangun pada 18 bulan lalu di Biak (Papua). Hasilnya cukup bagus, kemudian produktivitasnya meningkat sampai 121 persen dan nilai tukar nelayan meningkat signifikan,” klaimnya.
Dia berharap, dengan adanya KNMP di Bantul akan membantu perekonomian masyarakat di pesisir selatan maupun nelayan di Bantul bergerak cepat dan meningkat lebih baik.
Berdasarkan data yang tertera pada papan informasi, KNMP Poncosari dilengkapi dengan tangga pendaratan, perahu, gudang beku portable, pabrik es portable, shelter pendaratan ikan, kantor pengelola, docking kapal, kios perbekalan, kios kuliner, dan kios pemasaran ikan.
Bahkan, di KNMP Poncosari juga dilengkapi dengan sarana pascapanen ikan, shelter coldbox, shelter perbaikan jaring, bengkel nelayan, revetment, toilet umum, bangunan tangki air, penerangan kawasan, tempat pembuangan sampah, hingga IPAL Biotech.
“Seluruh fasilitas yang kami bangun ada. Tadi saya liat beberapa kualitas pengerjaannya saya minta diperbaiki oleh kontraktor. Jadi ada ‘slurry ice’ yang dibutuhkan nelayan, cold storage agar hasil produksinya bisa disimpan di sana,” katanya.












