• Tentang Kami
Friday, January 9, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

Dosen Departemen Gizi UGM Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih menilai program MBG sebaiknya dikembalikan ke sekolah masing-masing hindari keracunan massal

byredaksi
January 8, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi MBG

Ilustrasi MBG. [vecteezy/IKROM MA-ELA]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Setahun berlalu program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diimplementasikan di Indonesia. Dalam penyelenggaraan program ini ditemukan sejumlah anomali dan kontroversi yang muncul.

Program dengan tujuan utama memperbaiki gizi anak – anak di Indonesia serta upaya pencegahan stunting ini nampaknya masih memerlukan banyak evaluasi dan perbaikan.

BERITA MENARIK LAINNYA

KUHP Baru Mulai Diterapkan, Arga Pribadi Imawan: Reformasi Setengah Jalan

Masuk Libur Sekolah, MBG Diprioritaskan untuk Balita hingga Ibu Hamil

Kasus keracunan massal yang masih mengancam anak – anak menjadi salah satu permasalahan yang perlu menjadi perhatian penting. Sebab, Program MBG merupakan investasi kesehatan jangka panjang untuk generasi penerus bangsa.

Dosen Departemen Gizi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM, Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih menyampaikan bahwa program school lunch seperti Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang sangat bagus dan mulia yakni mencetak generasi masa depan dalam rangka menuju Indonesia emas 2045.

“Terlepas dari agenda politik, program school lunch ini sudah diterapkan di berbagai dunia yang mana merupakan agenda yang memang wajib bagi negara terhadap warga negaranya”, ungkapnya dilansir dari laman UGM, Kamis (8/1/2026).

Dalam menanggulangi kasus keracunan massal yang diduga akibat dari pengawasan yang lalai terhadap setiap proses penyiapan makanan. Oleh karena itu diperlukan agar pengawasan ketat terhadap produksi makanan harus dapat berjalan lebih efektif.

Menurutnya, masing-masing sekolah bisa diberikan tanggung jawab untuk menyediakan makan siang untuk para siswanya sekaligus dianggap lebih mampu untuk memberikan pengawasan karena cakupan yang lebih kecil, kondisi siswa, dan bahan pangan lokal yang sering digunakan.

“Jadi kesalahan dalam distribusi makan, kesalahan dalam keamanan pangan itu bisa terminimalisir,” ucapnya.

Mirza lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan makanan terdapat aturan yang perlu diacu antara lain seperti Peraturan Menteri yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan tentang tata kelola penyelenggaraan makanan dengan rincian penggolongan antara lain golongan beresiko tinggi, golongan kelompok massal, transportasi, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, anak sekolah dan termasuk ibu hamil merupakan kelompok dengan resiko tinggi.

“Kelompok risiko tinggi ini penanganannya tidak bisa dilakukan dengan main-main,” ungkap Mirza.

Selain itu, Ia juga menyoroti penggunaan ultra processed food (UPF) dalam menu MBG. Penggunaan produk tersebut bertentangan dengan kampanye Kementerian Kesehatan tentang reduksi gula, garam, dan lemak.

“Anak-anak diberi UPF, di situ ada natrium, gula tambahan, dan lemak. Dampaknya mungkin tidak terlihat sekarang, tapi 10–15 tahun ke depan akan menjadi bom waktu penyakit kronis,” ujarnya.

Meski begitu, Mirza menegaskan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak bisa diukur dalam waktu yang singkat. Mirza menyebutkan bahwa dampak investasi gizi baru bisa terlihat setelah satu siklus pendidikan, sekitar 10 – 15 tahun mendatang.

Namun potensi bahan pangan lokal yang sangat beragam yang tidak kalah dengan kualitas impor perlu diberi ruang pemanfaatan dari produk pangan lokal sesuai dengan kultur masing-masing daerah sehingga  mampu menjadi solusi dalam mengurangi resiko makanan tidak cocok dengan kondisi tubuh anak-anak di setiap daerah.

“Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa atau Sumatra. Bahan pangan pokoknya berbeda. Kalau semua diseragamkan dengan UPF, itu justru tidak pas dengan konteks lokal,” tuturnya.

Sebagai langkah perbaikan, ia menekankan tiga hal utama yakni Pertama, penegakan ketat keamanan pangan. Penegakan keamanan dapat direalisasikan dengan pemberian efek jera bagi pihak yang bertanggung jawab.

“Mungkin SPPG yang melanggar wajib di-punish agar semua pihak benar-benar berhati-hati. Ini amanah besar karena membawa wajah presiden,” katanya.

Kedua, pendampingan ilmiah oleh perguruan tinggi dan lintas sektor untuk menelusuri dampak MBG terhadap status kesehatan anak. Implementasi yang dapat dilakukan yakni mendampingi SPPG untuk tracking status kesehatan, indikator kebugaran, dan antropometri anak. Kemudian Ketiga, kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya fleksibel dan terbuka terhadap kajian ilmiah.

“Kalau ada masukan dan bukti ilmiah yang menunjukkan perlu perbaikan, harus segera direspons. Jangan sampai 2045 justru generasi ini menjadi beban kesehatan,” pungkas Mirza.

Tags: keracunan massalkesehatan anakMakan Bergizi GratisMirza Hapsari Sakti Titis PenggalihUGM

Related Posts

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arga Pribadi Imawan

KUHP Baru Mulai Diterapkan, Arga Pribadi Imawan: Reformasi Setengah Jalan

January 5, 2026
Ilustrasi makan bergizi gratis atau MBG

Masuk Libur Sekolah, MBG Diprioritaskan untuk Balita hingga Ibu Hamil

December 26, 2025
Ilustrasi orang stres

Siasat Cegah Stres di Akhir Tahun

December 24, 2025
Ilustrasi hutan

Akademisi Dorong Koreksi Tata Kelola Hutan yang Selama Ini Tumpang Tindih

December 22, 2025
ilustrasi obat bahan alam

Pakar UGM Ingatkan Obat Bahan Alam Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan

December 17, 2025
Bencana banjir bandang di wilayah Sumatra mulai dari Aceh, Sumatra Utara hingga Sumatra Barat mendapat simpati internasional

Antisipasi Bencana Berulang di Sumatra, Pakar UGM Sarankan Hal Ini

December 16, 2025
Next Post
Ilustrasi pekerja

Jutaan Pekerja Bertitel Sarjana Terima Upah Rendah, Ini Pemicunya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.