YOGYAKARTA, POPULI.ID – PSIM Yogyakarta harus menghadapi kenyataan berat jelang melakoni laga tandang melawan Madura United FC (10/1/2026) di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Pelatih kepala Laskar Mataram Jean-Paul Van Gastel menyebut di antara pemain yang dipastikan absen menghadapi Laskar Sape Kerrab pada laga lanjutan BRI Super League 2025/26 yakni Reva Adi.
El Capitano PSIM Yogyakarta tersebut terpaksa menepi lantaran akumulasi kartu dari laga sebelumnya.
“Ya, saya rasa begitu. Berdasarkan regulasi, dia (Reva Adi) akan absen,” ungkap Gastel dilansir dari laman PSIM Yogyakarta, Jumat (9/1/2026).
Absennya Reva Adi menambah panjang daftar penggawa PSIM Yogyakarta yang tak bisa memperkuat tim menghadapi Madura United.
Sebelumnya ada Anton Fase dan Yosaku Yamadera. Dua pilar PSIM Yogyakarta tersebut tengah dibekap cedera.
“Kondisinya masih sama, tidak ada peningkatan. Memang kita sudah melewati beberapa hari, tetapi pemulihan itu masih membutuhkan waktu beberapa minggu lagi,” imbuhnya.
Selain mereka, Harlan Suardi dan Donny Warmerdam juga masih dalam tahap pemulihan cedera. Kondisi makin kurang menguntungkan bagi PSIM ditambah dengan cederanya Andy Irfan akibat insiden dalam sesi latihan beberapa hari lalu.
Waspadai Energi Baru Madura
Dengan absennya beberapa pemain, Van Gastel mengaku bahwa laga esok tidak akan menjadi pertandingan yang mudah bagi tim asuhannya.
“Bagi kami ini akan menjadi pertandingan yang sulit lagi karena kami masih memiliki pemain yang absen. Jadi para pemain yang menit bermainnya sedikit bisa menunjukkan kemampuan mereka lagi,” ujarnya.
Kewaspadaan pelatih berkebangsaan Belanda ini meningkat mengingat performa tuan rumah sedang dalam tren menanjak pasca pergantian pelatih kepala.
“Madura setelah pelatihnya berganti, saya pikir mereka mulai bermain lebih baik. Mereka mengumpulkan lebih banyak poin, jadi bagi kami ini akan menjadi tantangan lagi,” ungkap Van Gastel.
Tantangan Membongkar Pertahanan Rapat
Selain beberapa tantangan di atasi, Van Gastel menyoroti kesulitan timnya saat harus menghadapi lawan dengan strategi bertahan total atau low block.
“Setiap tim dengan blok rendah memang sulit dikalahkan. Bahkan bagi Barcelona, tim seperti Real Madrid pun sulit dikalahkan (jika bertahan total),” jelas Van Gastel memberikan analogi.
“Jika dalam blok rendah garis pertahanan lawan ada di dalam kotak penalti, tidak ada ruang untuk berlari. Pada dasarnya Anda hanya bisa menembak, dan menembak bukan bagian terbaik dari permainan kami,” tambahnya.
Meski menghadapi cukup banyak kendala teknis jelang laga besok, Van Gastel menegaskan tetap akan memainkan tim terbaiknya untuk laga besok.
“Saya hanya ingin menang. Saya bermain setiap saat dengan tim terkuat saya,” tukasnya.












