MADURA, POPULI.ID – Kado spesial yang seharusnya bisa dipersembahkan Madura United saat berlaga di hari spesialnya kala menjamu PSIM Yogyakarta justru berakhir antiklimaks.
Bermain di hadapan suporter yang menyemut di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (10/1/2026) malam, Madura United bernasib bak jatuh tertimpa tangga pula.
Bagaimana tidak, skuad Sape Kerrab dipaksa bermain dengan 10 orang dan harus merasakan pahit digelontor tiga gol tanpa balas.
Dalam laga lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 tersebut sebetulnya berlangsung cukup ketat.
Madura United mampu menjaga asa hingga jelang turun minum.
Namun celaka menghadang ketika Nurdiansyah diganjar kartu merah sesaat sebelum babak pertama usai. Ia diusir wasit lantaran dianggap sengaja melanggar Pulga Vidal.
Kehilangan satu pemain membuat Madura United goyah.
PSIM Yogyakarta yang tampil solid sepanjang babak pertama mampu memanfaatkan kelemahan lawan hingga akhirnya tercipta tiga gol.
Tak layak kalah
Pelatih Madura United Carlos Parreira menilai, anak asuhnya sejatinya tampil cukup baik sebelum insiden kartu merah tersebut. Dia menyebut performa timnya berjalan sesuai rencana dalam 40 menit awal pertandingan.
“40 menit sebelum kartu merah, kami berjalan sangat baik. Tapi sayang sekali setelah kartu merah, kami kalah,” ujarnya dikutip dari laman Madura United.
Selain kartu merah, Carlos juga menyoroti keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya, terutama terkait gol Balotelli yang dianulir karena dinilai offside. Pelatih asal Brasil itu menyebut, keputusan itu patut dipertanyakan dan berpengaruh besar terhadap hasil akhir pertandingan.
“Kami tidak layak kalah 3-0. Jika lawan memberikan bola, itu tidak offside. Ini yang terjadi, saya melihatnya di video. Ini yang saya pelajari di sepak bola,” jelasnya.
Meski demikian, Carlos enggan memperpanjang polemik dan memilih fokus membenahi timnya ke depan, terutama menghadapi putaran kedua kompetisi.
Sementara itu, pemain Madura United, Novan Sasongko, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung setia Laskar Sape Kerrab atas hasil mengecewakan ini. Dia berjanji timnya akan berjuang lebih maksimal di putaran kedua.
“Kami minta maaf belum bisa memberikan kemenangan di pertandingan ini. Kami akan berusaha di putaran kedua agar bisa maksimal,” tuturnya.
Berkah Kartu Merah
Bagi PSIM Yogyakarta, kartu merah yang diberikan kepada tim tuan rumah memberikan perubahan angin yang cukup besar.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, menyebut kartu merah mengubah dinamika permainan secara drastis sepanjang 90 menit.
“Saya pikir kartu merah sangat memengaruhi jalannya pertandingan, dan saya rasa kami mendapatkan keuntungan dari dua kartu merah Madura tadi,” ujarnya.
Senada dengan sang pelatih, Fahreza Sudin mengakui kerja keras seluruh pemain menjadi kunci utama dalam mengamankan kemenangan tandang ini.
“Dari sisi pemain, kami bekerja keras. Alhamdulillah kami bisa mengambil tiga poin dari kesalahan Madura karena kartu merah,” ungkapnya.
Kebahagiaan Fahreza bertambah karena ia sukses menjawab kepercayaan pelatih lewat kontribusi golnya bagi tim. Ia merasa momen ini adalah buah dari kesabaran dan kerja kolektif seluruh elemen tim.
“Perasaan saya bahagia sekali. Pelatih sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bermain dan saya bisa mencetak gol buat tim. Tidak ada kunci khusus, bersyukur saja,” tutup Fahreza.
Klasemen Sementara
Meski mampu mencuri tiga poin di Madura, posisi PSIM Yogyakarta masih tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan raihan 30 poin.
Sementara Madura United juga tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan raihan 17 poin.












