BANTUL, POPULI.ID – Dinas Sosial Kabupaten Bantul menyebut selama tahun 2025 ada sebanyak 1.337 keluarga penerima manfaat (KPM) yang melakukan graduasi mandiri atau keluar dari daftar penerima bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH).
“Tahun 2025 ada sebanyak 1.337 KPM yang graduasi mandiri. Jadi, mereka telah menyatakan diri keluar dari program PKH, karena kesadaran sendiri menyatakan sudah tidak memerlukan bantuan,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul Sukrisna Dwi Susanto, Selasa (13/1/2026).
Menurut dia, mereka yang melakukan graduasi mandiri tersebut tersebar di seluruh kecamatan se-Bantul. Sebelumnya para KPM itu menerima bantuan sosial dari pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan melalui program PKH.
Keputusan untuk keluar dari kepesertaan program PKH tersebut karena para KPM sudah meningkat kesejahteraan. Selain itu komponen-komponen dalam satu keluarga sebagai syarat menerima bantuan sosial juga sudah tidak terpenuhi.
“PKH itu bantuan tunai bersyarat, ada komponennya, seperti kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Misalnya untuk kesehatan itu ibu hamil dan menyusui atau ada balita di dalamnya, dan mereka graduasi karena sudah habis tiga komponen dalam satu keluarga,” katanya.
Selain itu, kata dia, mereka yang sudah tidak lagi memerlukan bantuan tersebut karena kesejahteraan keluarga meningkat, seperti salah satu anak diterima bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maupun TNI/Polri, sehingga secara sadar tidak butuh bantuan sosial.
Sementara itu, Kasi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul Jazim Ahmadi mengatakan, dorongan KPM melakukan graduasi mandiri tidak lepas dari peran pendamping PKH yang terus memotivasi mereka agar bisa berusaha mandiri dan keluar dari berbagai bantuan pemerintah.
“Jadi, di Bantul ada petugas pendamping PKH, tugas mereka itu juga yang memotivasi mereka mereka agar bisa ‘mentas’ dari bantuan. Jadi, setiap pendamping PKH itu ditarget minimal ada 10 KPM yang graduasi per tahun,” katanya.
Dia mengatakan di seluruh Bantul ada sebanyak 200 pendamping PKH, dengan rasio atau perbandingan tiap petugas melakukan pendampingan hingga maksimal sebanyak 350 PKH. Hingga akhir 2025, di Bantul ada sebanyak 53 ribu KPM.
“PKH memang ditarget Kemensos minimal 10 KPM yang graduasi, sebagai pengurangan kepesertaan. Karena rentang bantuan itu ada jangka waktunya maksimal enam tahun, di sela-sela itu ditarget untuk graduasi keluar dari program PKH,” katanya.












