• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Global

Trump Jadikan Greenland Panggung untuk Memperluas Imperium Ideologis Amerika

kepada sekutu, khususnya Denmark, Trump mengirim sinyal tekanan agar negara itu lebih sejalan dengan agenda keamanan AS di kawasan.

byredaksi
January 16, 2026
in Global, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
wilayah Greenland yang berupaya direbut Amerika

wilayah Greenland yang berupaya direbut Amerika [pexels/Mikhail Nilov]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pidatonya menyebutkan bahwa Amerika Serikat ingin merebut Greenland dengan cara apapun.

Ia mengatakan jika dapat mengendalikan wilayah Denmark, maka akan berpengaruh besar kepada keamanan negara Amerika Serikat, mengingat meningkatnya aktivitas Rusia dan China di Arktik. Trump menambahkan jika tidak segera merebut Greenland, Rusia dan China akan melakukan hal tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Perempuan Rentan Terpapar Autoimun, Pakar Reumatologi: Perlu Manajemen Stres

Kerusakan Lingkungan di Indonesia Kian Parah, Arqom: Akibat Manusia Serakah

Guru Besar Departemen Hubungan Internasional UGM, Prof Nur Rachmat Yuliantoro menilai keinginan Trump yang ingin merebut Greenland merupakan suatu hal yang perlu ditanggapi serius, namun menurutnya hal ini bukanlah kebijakan yang realistis.

“Meskipun Greenland secara geografis memiliki wilayah yang strategis dan menjadikan ia penting bagi sistem pertahanan AS, jalur pelayaran masa depan, dan akses ke mineral kritis, namun kehendak dalam ‘merebut’ wilayah ini bukanlah suatu hal yang realistis,” jelasnya, dilansir dari laman UGM, Jumat (16/1/2026).

Nur menjelaskan bahwa keinginannya tersebut merupakan ciri khas Trump yang provokatif, langsung pada sasaran, dan penuh daya kejut, dengan tetap ada perhitungan geopolitik.

“Saya kira, akan lebih tepat membaca keinginan Trump sebagai bargaining tactic dan signal politics, dengan tiga target audiens,” ungkapnya.

Dari kacamata Nur, di hadapan publik Amerika, Trump menampilkan diri sebagai pemimpin yang siap “mengamankan aset”, demi keamanan nasional.

Namun kepada sekutu, khususnya Denmark, ia mengirim sinyal tekanan agar negara itu lebih sejalan dengan agenda keamanan AS di kawasan.

Sementara, kepada publik dunia yang lebih luas, Trump hendak memberi pesan kepada Rusia dan Tiongkok bahwa AS akan terus meluaskan hegemoninya.

Sikap Trump yang ingin merebut Greenland dengan cara apapun tersebut, kata Nur, dapat dilihat dari sisi kepribadiannya sebagai pemimpin, meskipun hal ini menurutnya bukan faktor tunggal.

Nur menegaskan narsisme politik yang dimiliki Trump memperkuat kecenderungan personalisasi geopolitik, yang mana teritori diperlakukan seperti properti dan hubungan internasional layaknya negosiasi bisnis.

Di saat yang sama Trump pun turut mengekspos kecenderungan ekspansionisme transaksional, yaitu ingin menegaskan bahwa Amerika Serikat dapat mendominasi, bukan bermaksud membangun imperium ideologis.

“Trump menjadikan Greenland sebagai “panggung,” kehendaknya merebut wilayah ini terbukti efektif menciptakan kegaduhan, menguji reaksi, dan menggeser batas-batas wacana diplomatik,” jelasnya.

Dalam konteks ini, Greenland sebagai simbol “major deal” yang menunjukkan siapa yang kuat dan siapa pula yang harus menyesuaikan diri. Namun jika Trump benar-benar mewujudkan keinginan dalam merebut Greenland, menurut Nur akan berdampak serius terhadap stabilitas global.

“Apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut merupakan bentuk tantangan terbuka terhadap kedaulatan negara dan penentuan nasib sendiri,” imbuhnya.

Tidak hanya sampai di situ, kebijakan tersebut secara langsung merusak legitimasi tatanan internasional berbasis aturan yang berdampak pada hubungan trans-Atlantik sehingga menjadi terguncang. Selain itu, kondisi Denmark dan Greenland semakin panas, Uni Eropa bereaksi semakin keras, dan NATO kian melemah secara politik.

“Jika hal ini terjadi akan menunjukkan semakin tersisihnya norma dan hukum internasional sehingga digantikan oleh kekuatan material dan pemaksaan kehendak. Penanda bagi pergeseran tatanan internasional menjadi lebih kasar, transaksional, dan penuh dengan risiko,” pungkasnya.

Tags: amerikagreenlandNur Rachmat YuliantoroprovokasiTrumpUGM

Related Posts

Ilustrasi perempuan terkena autoimun

Perempuan Rentan Terpapar Autoimun, Pakar Reumatologi: Perlu Manajemen Stres

July 21, 2026
Ilustrasi kerusakan lingkungan

Kerusakan Lingkungan di Indonesia Kian Parah, Arqom: Akibat Manusia Serakah

July 12, 2026
Menteri PU Dody Hanggodo

Daftar Kekayaan Menteri PU Dody Hanggodo yang Batal ke Amerika Usai Suratnya Viral

July 9, 2026
Ilustrasi melakukan banyak pekerjaan, kerja sampingan

Mencuat Tren Polyworking, Siasat Bertahan Hidup Zaman Now

July 8, 2026
Sejumlah tokoh yang hadir dalam forum Nusantara Young Leaders dikepung oleh ribuan mahasiswa di gerbang kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026).

Ribuan Mahasiswa Hadang Sejumlah Menteri di Forum Nusantara Young Leaders UGM

June 16, 2026
Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

UGM Telusuri Dugaan Retakan Tanah Pemicu Munculnya Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

June 9, 2026
Next Post
Ilustrasi militer Rusia

Rusia Siaga Satu Respon Agresi Amerika ke Greenland

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.