• Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

PDIP Tolak Pilkada dipilih DPRD, Hasto: Cenderung Lahirkan Watak Otoritarian

Berdasar survei yang dirilis populi center, sebagian besar masyarakat cenderung menolak wacana Pilkada dipilih DPRD

byredaksi
January 17, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi pilkada

Ilustrasi pilkada. [vecteezy/Yulia Gapeenko]

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JATIM, POPULI.ID – Sejak Bahlil Lahadalia memantik wacana Pilkada dipilih DPRD di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada HUT ke-61 Partai Golkar, gagasan tersebut kian hangat dibicarakan.

Terbaru, Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan partai berlambang banteng tegak lurus memilih sikap menolak wacana tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Survei KISP: Generasi Muda Menolak Pilkada dipilih DPRD, Gen Z Paling Tegas

Apa Itu Politik Dagang Sapi yang Mencuat Dalam Wacana Pilkada Dipilih DPRD

“Sikap partai sangat jelas dan diambil secara demokratis. Aspirasi rakyat kami serap melalui seluruh jajaran partai yang hadir dalam Rapat Kerja Nasional,” kata dia, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, sikap itu berangkat dari pengalaman historis Indonesia pada masa Orde Baru, ketika sistem kekuasaan yang terpusat menutup ruang partisipasi rakyat dan memicu krisis legitimasi kepemimpinan.

Menurut dia, kepemimpinan yang tidak lahir dari mandat langsung rakyat cenderung melahirkan watak otoritarian, penyalahgunaan hukum, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme akibat minimnya kontrol publik.

“Reformasi mengamanatkan pentingnya legitimasi pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat. Dengan mandat langsung, kepala daerah memiliki legitimasi kuat dan tidak mudah dijatuhkan oleh DPRD,” ujarnya.

Ia mengakui pilkada langsung masih menghadapi berbagai persoalan, seperti praktik politik uang dan persaingan yang tidak sehat.

Namun, PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.

Ia menegaskan rekomendasi pilkada di PDI Perjuangan tidak diperjualbelikan, dan kader partai yang terbukti menyalahgunakan kewenangan akan dikenai sanksi tegas hingga pemecatan.

Selain itu, PDI Perjuangan juga memiliki pertimbangan strategis dalam penempatan kader di wilayah tertentu, seperti daerah lumbung pangan, kawasan perbatasan, hingga wilayah strategis seperti Papua.

Ia menilai mahalnya biaya politik tidak bisa dilepaskan dari lemahnya penegakan hukum di berbagai sektor.

Menurut dia, jika wacana pilkada melalui DPRD dipaksakan, hal itu berpotensi menimbulkan kesenjangan antara kehendak rakyat dan sistem politik yang diterapkan.

Dikeroyok Koalisi Pemerintah

Untuk diketahui, PDI Perjuangan sementara menjadi satu-satunya partai di parlemen yang bersikap menolak atas wacana Pilkada dipilih DPRD.

Sementara terdapat lima partai yang notabene partai koalisi pendukung pemerintah saat ini yang menyatakan setuju dengan wacana Pilkada dipilih DPRD.

Golkar tentu saja jadi yang terdepan. Ketua Umum Partai berlambang pohon beringin tersebut, Bahlil menilai pemilihan kepala daerah atau Pilkada melalui DPRD bisa memangkas anggaran dan tidak ribet.

“Khusus mengenai pilkada setahun kemarin kami menyampaikan kalau bisa dipilih lewat DPRD saja. Meski banyak pro kontra, tapi dari kajian kami alangkah lebih baik dipilih lewat DPRD agar tidak lagi pusing-pusing,” terangnya.

Keseriusan itupun ditunjukkan dengan dimasukkannya usulan mengenai Pilkada lewat DPRD yang termaktub dalam hasil rapat pimpinan nasional Partai Golkar, Desember 2025 lalu.

Selain Golkar, Partai Gerindra juga solid menyuarakan agar Pilkada dipilih DPRD.

Sekjen Partai Gerindra Sugiono menilai selain hemat dari sisi anggaran, juga efisien dalam hal penjaringan kandidat hingga pelaksanaannya.

PKB pun senada. Ketua umum Muhaimin Iskandar berpendapat pelaksanaan pilkada yang selama ini berjalan perlu dievaluasi total, pertimbangkan manfaat dan mudaratnya.

Selain tiga partai besar itu, Partai Demokrat dan NasDem juga sejurus. Mereka meyakini mekanisme pelaksanaan Pilkada yang dipilih melalui DPRD akan lebih baik dan berkualitas.

Survei Membuktikan?

Sementara itu, berdasar survei yang dilakukan Populi Center bulan Oktober yang dirilis pada 30 November 2025 preferensi publik terhadap pemilihan kepala daerah secara langsung masih sangat kuat. Sebanyak 89,6 persen responden menginginkan Gubernur dipilih secara langsung, sementara 94,3 persen responden menginginkan mekanisme serupa untuk pemilihan Bupati dan Wali Kota.

Selain itu berdasar survei yang mengambil sampel dari pemilih yang memilih partai pendukung Pilkada lewat DPRD ditemukan bahwa mereka menginginkan pemilihan secara langsung.

Contohnya, masyarakat yang menyatakan akan memilih Partai Gerindra misalnya, hampir seluruhnya menginginkan memilih secara langsung Bupati/Wali Kota (96 persen) dan Gubernurnya (91,3 persen). Begitu juga dengan pemilih Partai Golkar, PKB, Nasdem, PAN, dan Demokrat, yang sebagian besar menginginkan kepala daerah dipilih secara langsung.

Sulit Diawasi

Peneliti senior Populi Center Usep Saepul Ahyar berpendapat persoalan pilkada sesungguhnya tidak terletak pada mekanismenya semata, melainkan pada watak relasi politik yang menopangnya.

Mengganti pilkada langsung dengan pemilihan oleh DPRD tidak otomatis memperbaiki keadaan. Bahkan, ia berisiko memindahkan praktik transaksional dari ruang publik ke ruang elite yang lebih tertutup, rapi, dan sulit diawasi oleh rakyat.

“Dalam kondisi partai politik yang belum berakar kuat di masyarakat, menyerahkan sepenuhnya pemilihan kepala daerah kepada DPRD justru berpotensi mempersempit kedaulatan rakyat. Rakyat kehilangan ruang koreksi langsung, sementara kompromi elite menjadi penentu utama. Ini bukan solusi atas krisis representasi, melainkan pemindahan masalah ke ruang yang lebih gelap,” tulisnya dikutip dari laman populi center.

Dalam situasi krisis seperti sekarang, pilkada langsung setidaknya masih menyisakan satu kelebihan penting, yakni ruang koreksi langsung dari rakyat. Mekanisme ini memang bukan obat mujarab, tetapi menjadi pagar terakhir agar politik lokal tidak sepenuhnya terlepas dari kontrol warga.

Tags: Bahlil LahadaliaGerindraGolkarHasto KristiyantoPDI PerjuanganPilkada dipilih DPRDPopuli CentersurveiUsep Saepul Ahyar

Related Posts

Ilustrasi pilkada dipilih DPRD

Survei KISP: Generasi Muda Menolak Pilkada dipilih DPRD, Gen Z Paling Tegas

January 19, 2026
Ilustrasi politik dagang sapi

Apa Itu Politik Dagang Sapi yang Mencuat Dalam Wacana Pilkada Dipilih DPRD

January 19, 2026
Ilustrasi spanduk Pilkada yang dipilih secara langsung. Saat ini tengah berkembang wacana Pilkada dipilih DPRD

Wacana Pilkada Dipilih DPRD Menghangat, Ketua DPR RI: Belum Dibahas

January 13, 2026
Politisi PDI Perjuangan Diah Rieke Pitaloka berpotensi dipanggil KPK terkait kasus dugaan korupsi Bupati Bekasi

Oneng Berpeluang Dipanggil KPK Terkait Kasus Bupati Bekasi, Guntur: Apa Kaitannya?

January 7, 2026
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman periode 2025-2030

Pimpin DPC PDIP Sleman, Danang Maharsa: Doakan Saya

December 8, 2025
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi

PDIP DIY Gelar Konferda dan Konfercab Besok, Agenda Utama Penetapan Ketua DPD dan DPC

December 5, 2025
Next Post
Ilustrasi pesawat

Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Ini Daftar Penumpangnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.