BANTUL, POPULI.ID – Kepolisian Resor Bantul berhasil mengungkap kasus perkelahian maut antarmahasiswa asal Papua yang terjadi di Padukuhan Sidorejo, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi, insiden tersebut bermula ketika dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam.
Saat melintas, kendaraan tersebut menabrak pohon hingga keduanya terjatuh.
“Usai terjatuh, keduanya terlibat cekcok yang berujung perkelahian. Salah seorang saksi melihat korban dalam posisi tengkurap, kemudian dibalik dan didudukkan di tepi rumah warga sebelum akhirnya ditinggalkan oleh pelaku,” ungkap Rita.
Menindaklanjuti laporan warga, Tim Opsnal Jatanras Polres Bantul segera melakukan penyelidikan. Dari hasil pendalaman, polisi mengantongi identitas terduga pelaku berinisial AA.
“Pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama sekitar pukul 16.30 WIB di wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui telah melakukan perbuatannya.
AA diketahui merupakan laki-laki kelahiran Uwibutu, 7 Agustus 2003, berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, dan berdomisili di Kecamatan Pugo Dadi, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
Saat ini, terduga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Polres Bantul.
Sebelumnya, peristiwa perkelahian yang melibatkan sesama warga asal Papua tersebut sempat menggegerkan warga Kasihan karena mengakibatkan satu orang tewas akibat luka tusuk.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara, diketahui bahwa kedua orang tersebut berada dalam pengaruh minuman keras.
Korban saat itu berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dari arah selatan menuju utara gang.
“Ketika melintas di dekat sebuah warung, sepeda motor menabrak pohon tanjung kecil,” kata Rita.
Setelah kejadian tersebut, korban dianiaya hingga akhirnya ditusuk menggunakan senjata tajam.
Usai melakukan penusukan, pelaku sempat mengamuk dan mengancam warga sekitar dengan senjata tajam, sehingga warga memilih menjauh demi keselamatan. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah utara.
Hasil pemeriksaan tim Inafis yang dipimpin Aiptu Purwanto bersama dokter dari Puskesmas Kasihan II menemukan luka tusuk di dada kiri korban dengan ukuran sekitar 2 x 1 sentimeter, serta luka di pelipis kiri yang diduga akibat terjatuh. (populi.id/Hadid Pangestu)












