SLEMAN, POPULI.ID – PSS Sleman gagal merebut puncak klasemen Grup Timur setelah bermain imbang 1-1 melawan Persela Lamongan pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 pekan ke-16. Duel kedua tim berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (18/1/2026) sore.
Tambahan satu poin dari hasil ini belum mampu mengantarkan Laskar Sembada menggeser PS Barito Putera dari posisi teratas klasemen sementara. Hasil itu membuat persaingan menuju puncak klasemen semakin kompetitif.
Meski kemenangan yang sudah di depan mata harus lepas, Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Ia menilai laga kontra Persela sebagai salah satu penampilan terbaik tim sejauh ini.
“Kami tetap berikan apresiasi seluruh pemain. Saya kira ini pertandingan yang paling bagus yang saya lihat,” ujar Ansyari dalam sesi jumpa pers usai laga.
Namun demikian, Ansyari menilai hilangnya fokus dan konsentrasi pada menit-menit krusial menjadi faktor utama kegagalan tim besutannya mengamankan kemenangan. Ia menyebut kebobolan di akhir pertandingan sebagai konsekuensi dari kelengahan tersebut.
“Kami dihukum oleh ketidakkonsentrasian pemain yang menyebabkan hilang fokus di akhir-akhir pertandingan. Sehingga kami dihukum oleh gol mereka. Ini jadi evaluasi yang akan kami tingkatkan,” katanya.
Menurut Ansyari, kehilangan fokus sebelum peluit akhir berbunyi sangat berisiko dan berdampak langsung pada hasil pertandingan. Hal tersebut akan menjadi pekerjaan rumah utama tim ke depan.
“Sebelum 90 menit berakhir, itu berarti kami belum menang. Kehilangan fokus ini sangat berbahaya di menit-menit akhir. Jadi kedepannya ini akan jadi PR kami,” tegasnya.
Kendati demikian, peluang PSS untuk tetap bersaing masih terbuka. Evaluasi menyeluruh, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan memaksimalkan peluang, menjadi langkah krusial demi menjaga asa promosi ke Super League musim depan.
Tantangan berat sudah menanti Laskar Sembada pada dua laga terakhir putaran kedua, menghadapi Persipura Jayapura dan PS Barito Putera. Ansyari menegaskan tim harus memaksimalkan dua pertandingan tersebut jika ingin mewujudkan target promosi.
“Harus kami maksimalkan di dua match ini. Jadi apapun ceritanya kalau kami tetap mau lolos ke Liga 1 musim depan, harus berjuang di situ. Jadi tidak ada yang tidak mungkin kalau kita sama-sama mau bekerja dan meraih impian,” ujarnya.
Kehadiran Lucao yang berduet dengan Fachruddin dinilai menambah kekuatan lini belakang PSS. Ansyari menilai penampilan perdana Lucão cukup menjanjikan, meski ia menekankan pentingnya kerja kolektif seluruh tim.
“Dia cukup bagus dan mampu mengoordinasikan pertahanan bersama Fachruddin. Tetapi sepak bola kan tidak bisa hanya individu, hanya satu orang atau dua orang, semuanya harus bekerja bersama-sama,” katanya.
Penjaga gawang PSS, Ega Rizky, meyakini kualitas tim cukup untuk terus bersaing dan meraih kemenangan pada laga-laga selanjutnya.
“Kami sebagai pemain yakin punya kualitas dan semuanya mau bekerja keras. Insyaallah kami bisa meraih poin kemenangan,” ujar Ega.
Ia mengakui hasil tersebut belum sesuai harapan dan berjanji tim akan segera melakukan evaluasi agar tampil lebih baik pada laga berikutnya.












