• Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Kars Gunung Sewu Tergerus Pembangunan Pariwisata, Sosiolog: Ancam Ruang Hidup

Pembangunan yang mengabaikan karakter karst dinilai berisiko merusak keseimbangan tersebut. Perspektif ekologis perlu ditempatkan sejajar dengan kepentingan ekonomi.

byredaksi
January 20, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi karst

Ilustrasi karst. [vecteezy/Montian Noowong]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Beberapa tahun terakhir, kawasan karst Gunung Sewu menghadapi tekanan pembangunan pariwisata yang semakin intensif. Sejumlah proyek pembangunan mengubah bentang alam karst secara signifikan.

Aktivitas tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air. Karst yang rusak berisiko mengganggu sistem hidrologi bawah tanah yang bersifat kompleks dan rapuh.

BERITA MENARIK LAINNYA

Teliti Tanah Amblas di Panggang, BPBD DIY Siapkan Alat untuk Uji Geolistrik

Realisasi APBD Sleman 2025 Tembus 92,84 Persen, Lebih Rendah dari 2024

Dampak kerusakan berpotensi dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat sekitar. Padahal kawasan ini menjadi penyangga air sekaligus ruang hidup masyarakat pedesaan dan pesisir.

Oleh karena itu diperlukan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada perlindungan karst yang membutuhkan sinergi antara akademisi, masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan.

Sosiolog UGM, A. B. Widyanta, menekankan bahwa karst Gunung Sewu tidak dapat dilepaskan dari relasi panjang antara alam dan masyarakat.

Karst berfungsi sebagai sistem ekologis yang menopang kehidupan di wilayah dengan keterbatasan air permukaan. Pembangunan yang mengabaikan karakter karst dinilai berisiko merusak keseimbangan tersebut. Perspektif ekologis perlu ditempatkan sejajar dengan kepentingan ekonomi.

“Karst Gunung Sewu adalah ruang hidup yang terbentuk dari relasi panjang antara manusia dan alam, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara hati-hati,” ujar Widyanta dilansir dari laman UGM, Selasa (20/1/2026).

Ia juga menyoroti bagaimana pembangunan pariwisata kerap mengubah makna ruang hidup masyarakat lokal. Bentang alam yang dahulu memiliki nilai kultural dan simbolik mengalami pergeseran fungsi.

Perubahan tersebut berdampak pada relasi sosial dan cara masyarakat memaknai lingkungannya. Pembangunan sering hadir sebagai kekuatan dominan yang menyingkirkan pengetahuan lokal.

“Bangunan pariwisata mungkin tampak megah, tetapi ia menghancurkan nilai luhur Gunungkidul yang selama ini dijaga masyarakat,” tutur Widyanta.

Menurutnya, persoalan karst tidak bisa dilepaskan dari relasi kuasa dalam pengelolaan ruang. Kepentingan investasi sering kali lebih menentukan dibandingkan suara warga.

Minimnya partisipasi publik memperbesar potensi konflik agraria. Kondisi ini menempatkan masyarakat pada posisi rentan.

“Ketika pembangunan pariwisata ditempatkan di atas kepentingan ekologis, maka yang dikorbankan adalah keberlanjutan ruang hidup,” jelasnya.

Dari perspektif masyarakat sipil, Pitra Hutomo, memandang Gunung Sewu sebagai kawasan yang kerap disalahpahami dalam logika pembangunan.

Karst lebih sering dilihat sebagai objek ekonomi daripada ekosistem hidup. Relawan di NGO Ruang ini berujar kawasan karst Gunung Sewu menyimpan nilai ekologis dan kultural yang saling terkait. Pengabaian terhadap fungsi karst berimplikasi pada kerentanan lingkungan dan sosial.

“Gunungkidul seharusnya dirawat sebagai ruang hidup, bukan diperlakukan sebagai wilayah eksploitasi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Himawan Kurniadi dari NGO Ruang juga turut memaparkan kondisi mutakhir pembangunan pariwisata di kawasan karst Gunung Sewu.

Ia menyoroti proyek-proyek yang secara fisik membelah bentang karst. Pembangunan semacam itu dinilai tidak ramah lingkungan dan menyimpan risiko kebencanaan. Dampak risiko sering kali tidak diperhitungkan secara memadai.

“Pembangunan yang membelah karst, seperti proyek On The Rock, menyimpan ancaman serius terhadap keselamatan ekologis dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Diskusi ditutup dengan penegasan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merawat kawasan karst. Perlindungan karst membutuhkan sinergi antara akademisi, masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan.

Pendekatan berbasis pengetahuan ilmiah dan keadilan sosial dipandang sebagai fondasi utama. Forum diskusi diharapkan mendorong advokasi publik yang lebih kuat karena kawasan karst Gunung Sewu perlu diperlakukan sebagai warisan ekologis yang dijaga bersama demi masa depan.

Tags: A.B. WidyantaekologisGunung SewuGunungkidulKarsPariwisataPembangunan

Related Posts

ilustrasi tanah amblas

Teliti Tanah Amblas di Panggang, BPBD DIY Siapkan Alat untuk Uji Geolistrik

January 19, 2026
Kepala Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sleman Dona Saputra Ginting (baju biru).

Realisasi APBD Sleman 2025 Tembus 92,84 Persen, Lebih Rendah dari 2024

January 12, 2026
Terminal Giwangan akan dikembangkan sebagai kawasan transit oriented development (TOD) oleh Pemkot Yogyakarta. Hal ini untuk menekan masuknya kendaraan berukuran besar ke kawasan inti Sumbu Filosofi.

Pemkot Yogyakarta Siapkan Terminal Giwangan Jadi Area Transit Bus Pariwisata

January 12, 2026
Proses pencarian hari kedua korban hilang di Bukit Grendan, Jepitu, Gunungkidul, DIY, Minggu (11/1/2026). (SAR Yogyakarta)

2 Pemancing Hilang di Bukit Grendan, Pencarian Urung Membuahkan Hasil

January 12, 2026
kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Ilustrasi batuan karst

Terdampak Aktivitas Pariwisata, Sebagian Karst Gunungkidul Rusak

January 5, 2026
Next Post
Bali United datangkan Yusuf Meiliana dengan status pinjaman dari Persik Kediri

Perkuat Lini Pertahanan, Bali United Datangkan Yusuf Meilana dari Persik Kediri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.