YOGYAKARTA, POPULI.ID – Memasuki putaran kedua kompetisi Super League 2025/26, PSIM Yogyakarta santer dikabarkan tengah membidik bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert, untuk memperkokoh barisan pertahanan Laskar Mataram.
Rumor ini muncul setelah PSIM disebut gagal mendatangkan Gustavo Almeida dan Gustavo Franca melalui skema pinjaman.
Profil Jop van der Avert: Bek Serba Bisa dengan Jam Terbang di Korea
Jop van der Avert bukanlah nama sembarangan. Pemain berusia 25 tahun dengan tinggi badan 1,86 meter ini merupakan jebolan akademi NAC Breda. Berdasarkan data Transfermarkt, Van der Avert baru saja mengakhiri kontraknya dengan klub Liga 2 Korea Selatan, Cheongju FC, per 1 Januari 2026. Sehingga ia kini berstatus free agent atau bebas transfer.
Kelebihan utama pemain kelahiran Bergen op Zoom ini adalah fleksibilitasnya. Meski posisi aslinya adalah bek tengah, kaki kiri yang dominan memungkinkannya untuk bermain sebagai bek kiri. Dengan nilai pasar yang menyentuh angka Rp 3,91 miliar, kehadirannya dianggap sebagai kepingan puzzle yang tepat bagi pertahanan Laskar Mataram.
Kabar ketertarikan ini pertama kali diangkat oleh akun Instagram @gosball pada Rabu (28/1/2026).
“Dengan kondisi bebas transfer, peluang PSIM buat amankan Van der Avert terbuka lebar. Apalagi, posisi bek tengah emang krusial buat perkuat lini belakang. Selain Van der Avert, masih ada dua nama lain yang dikaitkan dengan PSIM,” tulis mereka.
Tanggapan Jean-Paul van Gastel: Antara Puas dan Butuh Solusi
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memberikan respons yang cukup dinamis terkait rumor ini. Awalnya, juru taktik asal Belanda tersebut sempat mengisyaratkan kepuasannya terhadap komposisi pemain yang ada.
“Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan pemain baru. Saya puas dengan skuad yang ada saat ini,” ujarnya pada Rabu (28/1/2026).
Namun dalam pernyataan terbaru di Stadion Mandala Krida pada Kamis (29/1/2026), Van Gastel mengakui adanya kebutuhan mendesak di lini belakang, terutama setelah melihat hasil pertandingan terakhir melawan Persebaya Surabaya.
Ia mengonfirmasi bahwa pihak manajemen sedang bekerja keras untuk mencari tambahan tenaga di sektor pertahanan.
“Saya tahu karena manajemen sedang bekerja keras. Semua orang sudah melihat apa yang terjadi di pertandingan terakhir, kami kekurangan pemain, terutama di lini belakang,” jelas Van Gastel.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah meminta manajemen untuk mencari solusi segera. Van Gastel tak membantah, namun juga tak membenarkan rumor terkait Van der Avert.
Mengenal Sosok Van der Avert di Lapangan
Terkait sosok Jop van der Avert secara pribadi, Van Gastel mengaku tidak mengenalnya secara dekat, namun ia pernah berhadapan dengannya di kompetisi Belanda.
“Saya tidak mengenalnya secara pribadi. Saya pernah bermain melawannya saat dia bermain di Dordrecht, di liga kedua Belanda,” ungkap pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Meski begitu, Van Gastel menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya pada satu nama, melainkan pada pemenuhan stok pemain bertahan yang sedang terbatas. Ia juga mengakui tantangan dalam merekrut pemain di jendela transfer kali ini karena banyak pemain yang baru mengakhiri kompetisi pada November dan membutuhkan waktu untuk kembali bugar.
Hingga saat ini, manajemen PSIM Jogja masih menutup rapat informasi mengenai status resmi sang pemain. Namun negosiasi disinyalir akan lebih mudah mengingat Van der Avert berada di bawah naungan J9 Sports Management, agen yang memiliki relasi kuat dengan talenta asal Belanda.












