POPULI.ID – Dunia telik sandi Indonesia baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah sebuah momen unik melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, viral di media sosial. Alih-alih suasana yang tegang dan penuh rahasia, interaksi antara tokoh politik dan petugas intelijen ini justru berlangsung cair dan penuh humor.
Momen Santai Anies Menciduk Intel di Karanganyar
Pada Jumat, 30 Januari 2026, saat melakukan kunjungan ke Karanganyar, Jawa Tengah, Anies Baswedan menyadari bahwa dirinya sedang diikuti oleh sejumlah petugas intelijen. Bukannya merasa terganggu, Anies justru merespons situasi tersebut dengan sangat santai.
Dalam video yang viral, Anies terlihat menghampiri para petugas tersebut sambil melontarkan candaan.
“Daripada sembunyi-sembunyi, mending foto bareng aja, Mas,” ucap Anies.
Spontanitas ini seketika mencairkan suasana yang biasanya kaku.
Saat ditanya asal kesatuannya, salah satu pria berbaju merah mengaku berasal dari Korem, sementara dua lainnya berasal dari Kodim Karanganyar.
Setelah berfoto bersama, Anies menutup pertemuan tersebut dengan pesan yang jenaka namun apresiatif: “Saya sekarang ke mana-mana ditemani. Terima kasih sudah dijagain. Salam buat komandannya”. Sikap tenang dan terbuka Anies ini menuai banyak pujian dari warganet.
Berbicara soal intelijen di Indonesia, sejarah mencatat sejumlah nama besar yang memiliki kemampuan luar biasa dan pengaruh yang mendalam bagi keamanan nasional.
1. Zulkifli Lubis: Sang Bapak Intelijen
Nama Kolonel Zulkifli Lubis tidak boleh dilupakan karena ia adalah “Bapak Intelijen Indonesia”. Lubis merupakan peletak pondasi lembaga intelijen di tanah air. Kemampuannya ditempa sejak masa pendudukan Jepang di Seinen Dojo (Tangerang), yang sebenarnya merupakan sekolah akademi intelijen di bawah Markas Besar Intelijen Jepang.
Lubis mendirikan Badan Istimewa (BI) pada Agustus 1945 dan kemudian Badan Rahasia Negara Indonesia (Brani) pada tahun 1946. Salah satu filosofi intelijen yang ia pegang teguh adalah sikap rendah hati; menurutnya, seorang agen harus ramah agar bisa mencari informasi atau “nasihat”.
2. Benny Moerdani: Sang Raja Intel
Jika Lubis adalah perintis, maka Jenderal Benny Moerdani sering dijuluki sebagai “Raja Intel” Indonesia. Sebagian besar karier militernya dihabiskan di dunia intelijen. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Benny bahkan pernah memegang enam jabatan intelijen sekaligus, termasuk Wakil Kepala Bakin dan Asintel Hankam. Di bawah kepemimpinannya pada tahun 1978, berbagai badan intelijen disatukan ke dalam Badan Intelijen Strategis (Bais).
3. Hans Hamzah: Maestro Penyamaran
Di bawah komando Benny Moerdani, muncul nama Hans Hamzah, seorang prajurit TNI AD keturunan Tionghoa yang dikenal memiliki kemampuan penyamaran luar biasa. Ia menguasai enam bahasa dan ahli dalam membuka kunci.
Salah satu aksi heroiknya adalah dalam Operasi Flamboyan (1975), di mana ia menyamar sebagai Kepala Cabang Merpati Airlines untuk mengelabui atase militer Portugal dan berhasil membuka koper rahasia target dalam hitungan detik. Ia juga sukses memimpin Operasi Puyuh dengan menyamar sebagai guru dari Singapura untuk mendekati seorang mahasiswa Swiss yang dicurigai sebagai teroris.
4. Soeripto: Intel Tiga Zaman
Tokoh intelijen lain yang legendaris adalah Soeripto, salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meninggal dunia pada November 2025. Ia dikenal sebagai “Intel Tiga Zaman” karena kiprahnya di dunia intelijen sejak era Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Pernah menjabat di Bakin (sekarang BIN), Soeripto juga aktif dalam pergerakan mahasiswa dan kemudian merambah dunia politik serta pengamatan intelijen.












