• Tentang Kami
Wednesday, February 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

250 Rumah di Tegal Terdampak Bencana Tanah Bergerak, Pemprov Jateng Siapkan Huntara

Menurut Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman peristiwa tanah bergerak di Desa Padasari masih dinamis. Sebanyak 804 jiwa terpaksa harus mengungsi

byredaksi
February 4, 2026
in headline, Jateng
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jajaran Pemkab Tegal bersama dari Pemprov Jateng meninjau lokasi tanah bergerak di Kabupaten Tegal

Jajaran Pemkab Tegal bersama dari Pemprov Jateng meninjau lokasi tanah bergerak di Kabupaten Tegal. [Dok Pemkab Tegal]

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JATENG, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menginformasikan bahwa peristiwa tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, hingga Rabu (4/2/2026) sore masih bersifat dinamis dan berdampak pada ratusan rumah warga.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, mengatakan berdasarkan laporan terakhir, ada sebanyak 250 rumah terdampak dan 804 jiwa harus mengungsi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Tiga Pekan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal di Bukit Mitis

Sumanto Minta Pemprov Jateng Segera Perbaiki Jalan Rusak Jelang Sambut Mudik Lebaran

“Dengan terjadinya pergerakan tanah yang masih dinamis, kami memprioritaskan keselamatan warga melalui pemantauan dan evakuasi ke titik-titik aman,” terangnya.

Pada rapat koordinasi yang dihadiri jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, Basarnas, BPBD, serta perangkat daerah Pemprov Jateng, dia mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan dan mengaktifkan Posko Komando.

Selama masa tersebut, kata dia, penanganan akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak mulai dari logistik, layanan kesehatan hingga operasional dapur umum dengan kapasitas sekitar 1.050 porsi setiap kali makan.

“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur. Pagi ditelepon, siang sudah hadir langsung di lokasi dan memberikan bantuan Rp300 juta,” katanya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa pihaknya memastikan penanganan tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak hanya pada fase tanggap darurat saja, tetapi hingga pemulihan jangka panjang dan relokasi warga terdampak ke hunian yang layak dan aman.

Ia meminta pendataan warga yang akan direlokasi dilakukan secara detail dan berkelanjutan.

“Harus mulai didata, jangan ditinggal, jangan sampai bencana selesai, tetapi masyarakat malah keleleran,” katanya.

Siapkan Hunian Sementara

Disamping memberikan bantuan senilai Rp300 juta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan hunian sementara (huntara) pada warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal agar mereka hidup layak dan aman.

“Saya minta seluruh unsur siaga. Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan dan jangan sampai ada kejadian susulan yang tidak terkover. Kami instruksikan agar sesegera mungkin disiapkan hunian sementara bagi pengungsi,” jelas Ahmad Luthfi.

Ia menekankan pemenuhan kebutuhan warga terdampak tidak boleh bersifat sementara, tetapi pemerintah harus menyiapkan hunian sementara (huntara) hingga hunian tetap (huntap) secara terencana.

“Kami tidak bisa hanya memberi bantuan, kemudian selesai. Semua yang membutuhkan hunian sementara dan hunian tetap harus dibackup,” ujarnya.

Saat memimpin rapat koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, katanya, tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar untuk warga benar-benar terpenuhi.

“Hari ini di Tegal, semua harus cukup, mulai dapur, sekolah dan kebutuhan lainnya. Selain aspek kemanusiaan, saya minta percepatan penanganan infrastruktur terdampak melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah daerah,” katanya.

Ahmad Luthfi juga menyoroti pemulihan sosial jangka panjang mengingat ratusan rumah dilaporkan tidak memungkinkan lagi dibangun kembali di lokasi semula.

“Ada sebanyak 250 rumah yang hilang dan tidak bisa dibangun lagi, sehingga hal ini harus menjadi prioritas. Dinas Sosial Provinsi Jateng dan kabupaten harus memikirkan masa depan masyarakatnya,” katanya.

Menurut dia, hunian sementara harus diproyeksikan sebagai tahapan menuju hunian tetap bukan sekadar tempat pengungsian.

Terkait pembangunan hunian tetap, dia menekankan pentingnya kepastian hukum atas lahan yang disiapkan pemerintah daerah.

“Pemda siapkan lokasi dengan dasar hukum yang jelas dan memetakan lokasi yang cocok. Soal pembangunan, provinsi yang menangani,” tukasnya.

Tags: Ahmad LuthfiDesa PadasariHunian SementaraIschak Maulana RohmanJawa TengahTanah BergerakTegal

Related Posts

Sejumlah relawan yang mengevakuasi pendaki Yazid Ahmad Firdaus yang hilang selama tiga pekan menuruni kawasan Gunung Lawu seusai jenazah pemuda berusia 26 tahun tersebut ditemukan

Tiga Pekan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal di Bukit Mitis

February 10, 2026
Perbaikan jalan rusak di jalur pantura tepatnya di wilayah Pekalongan

Sumanto Minta Pemprov Jateng Segera Perbaiki Jalan Rusak Jelang Sambut Mudik Lebaran

February 8, 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

Bersiap Hadapi Mudik Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Pemantapan Infrastruktur Jalan

February 4, 2026
Satu di antara wilayah di Kabupaten Batang terdampak banjir

Sebanyak 13 Titik di Kabupaten Batang Terdampak Longsor dan Banjir

January 17, 2026
Ilustrasi hujan

BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Gelombang Tinggi di Jateng Saat Malam Tahun Baru

December 31, 2025
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan panen Cabai Rawit Merah di Dusun Sikendil, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang

Target 2026, Jateng Fokus Teguhkan Posisi sebagai Penumpu Pangan Nasional

December 29, 2025
Next Post
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

Bersiap Hadapi Mudik Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Pemantapan Infrastruktur Jalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.