YOGYAKARTA, POPULI.ID – Tahun Baru Imlek kali ini akan jatuh pada 17 Februari 2026. Meski tinggal 12 hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, namun sejumlah toko pernak-pernik imlek di Kota Yogyakarta terpantau masih sepi pembeli.
Seperti yang dialami sejumlah toko perlengkapan imlek di Jalan Pajeksan, kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. Seorang pemilik toko, Yunita (60), mengatakan saat ini permintaan pernak-pernik Imlek masih kurang peminat. Jika dibanding 2025 lalu, permintaan pernak-pernik Imlek tahun ini cenderung masih sepi.
“Sekarang penjualan pernak-pernik Imlek agak sepi. Saya kurang tahu kenapa, padahal harganya tidak naik banyak. Tapi mungkin karena daya belinya berkurang,” ucap dia kepada Populi.id, Kamis (5/2/2026).
Yunita menyebut biasanya pernak-pernik paling dicari menjelang perayaan Imlek adalah lampion yang tersedia mulai harga Rp30 ribu. Selain itu, dia juga menjual makanan khas Imlek yakni kue keranjang dengan harga mulai Rp30 ribu per kg, serta dupa untuk sembayang.
Berbeda dengan pernak-pernik Imlek, permintaan dupa sembayang justru mulai meningkat jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Yunita mengungkapkan, saat ini permintaan dupa mulai mengalami peningkatan sekitar 20-an persen dibanding hari biasanya.
“Untuk dupa ada bermacam-macam harga mulai Rp9 ribu sampai Rp30 ribu dan yang beli dari masyarakat saja. Mungkin H-7 bakal mulai ada peningkatan permintaan pernak-pernik Imlek, karena kadang orang-orang suka belinya mepet,” ujarnya.
Senada, pemilik toko di Jalan Pajeksan, Vonni, mengatakan permintaan pernak-pernik Imlek tahun ini masih sepi. Dia juga membandingkan periode yang sama pada tahun lalu dikatakan lebih ramai.
“Mungkin karena masih 12 hari lagi, jadi belum banyak yang mencari pernak-pernik Imlek. Jadi sampai saat ini masih kurang, agak sepi permintaannya,” kata Vonni.
“Mungkin nanti kalau tinggal seminggu baru terasa,” tambahnya.
Menurutnya, kue keranjang dan aneka manisan menjadi barang yang paling dicari ketika perayaan Tahun Baru Imlek. Selain pernak-pernik Imlek yang sering diburu oleh masyarakat untuk menghias rumah, kantor, maupun lingkungan kampung jelang perayaan Imlek.
“Kalau hiasan kecil-kecil mulai Rp5.000, biasanya yang beli perorangan untuk kantor atau menghias kampung. Kami juga ada lampion lampu paling mahal Rp1,3 juta, biasanya yang beli hotel-hotel,” tuturnya.
Meski belum ada peningkatan permintaan secara signifikan. Namun, dia berharap kondisi tersebut semakin membaik begitu mendekati perayaan Tahun Baru Imlek 2026. (populi.id/Dewi Rukmini)












