YOGYAKARTA, POPULI.ID – Menjelang penutupan jendela transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026, PSIM Yogyakarta resmi memperkenalkan bek tengah baru asal Belanda, Jop van der Avert, pada Selasa (3/2/2026). Pemain berusia 25 tahun ini menjadi rekrutan pertama Laskar Mataram di bursa transfer kali ini guna memperkokoh lini belakang di putaran kedua kompetisi.
Potensi Debut di Derby Mataram
Kehadiran Van der Avert memicu spekulasi mengenai debutnya yang diprediksi akan terjadi di laga sarat gengsi. Pemain bertinggi badan 186 cm ini berpeluang besar langsung diturunkan saat PSIM menghadapi Persis Solo dalam laga Derby Mataram di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul pada Jumat (6/2/2026).
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa secara administrasi tidak ada kendala bagi sang pemain untuk merumput. Namun, kepastian debut tersebut tetap bergantung pada penilaian tim pelatih mengenai kondisi fisiknya.
“Harapannya Jop segera bisa beradaptasi dan berkontribusi untuk PSIM. Untuk laga melawan Persis, bisa jadi sudah ikut bermain,” ujar Razzi Taruna.
Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan akhir ada di tangan pelatih.
“Secara administrasi tidak ada hambatan, tapi apakah faktor fisik sudah siap atau belum, itu menjadi keputusan pelatih,” tambahnya.
Rekam Jejak Karier dan Kualitas Pemain
Jop van der Avert merupakan pemain jebolan akademi sepak bola Belanda yang cukup mumpuni. Ia menimba ilmu di MOC’17 Bergen op Zoom, RBC Roosendaal, hingga NAC Breda (2011-2019). Karier profesionalnya berlanjut di Willem II U-21 pada 2020 sebelum akhirnya menetap selama empat musim di FC Dordrecht mulai tahun 2021.
Sebelum mendarat di Indonesia, Van der Avert sempat mencicipi kompetisi Asia bersama klub K-League 2 Korea Selatan, Cheongju FC, pada musim 2024/2025 dengan catatan 19 penampilan. Razzi Taruna mengungkapkan bahwa pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, sudah memiliki gambaran mengenai kemampuan bek kidal yang juga bisa bermain sebagai fullback kiri ini.
“Fakta menariknya, saat Coach Jean-Paul van Gastel melatih di Liga 2 Belanda, Jop pernah bermain menghadapi tim asuhannya. Jadi secara tidak langsung, pelatih sudah mengetahui karakter permainannya,” ungkap Razzi.
Ambisi Jop van der Avert
Bagi Jop, bergabung dengan PSIM Yogyakarta adalah tantangan besar dalam karier profesionalnya. Ia mengaku terkesan dengan basis pendukung dan kualitas tim kebanggaan warga Yogyakarta ini.
“Saya rasa ini adalah klub yang sangat besar dengan basis suporter yang besar, tim yang bagus, pelatih yang baik. Saya hanya ingin membantu tim untuk meraih poin sebanyak mungkin,” tegas pemain kelahiran Bergen op Zoom tersebut.
Kedatangan Van der Avert diharapkan mampu memberikan stabilitas dan kedalaman skuad di lini belakang PSIM, terutama setelah tim mengevaluasi minimnya opsi pertahanan pada laga-laga sebelumnya. Kini, pandemen PSIM menantikan apakah pemain asal Belanda ini mampu menunjukkan kualitasnya dalam atmosfir panas Derby Mataram nanti.












