YOGYAKARTA, POPULI.ID – Laga bergengsi bertajuk Derby Mataram antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 berakhir tanpa pemenang. Bertanding di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul pada Jumat (6/2/2026) sore, kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah laga ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Meski dihadiri oleh sekitar 9.000 penonton yang memadati stadion, hasil ini meninggalkan sejumlah catatan penting bagi kedua kesebelasan. Berikut ini adalah poin-poin menarik dari laga tersebut:
1. Krisis Ketajaman Lini Serang Kedua Tim
Masalah utama yang menonjol dalam laga ini adalah tumpulnya barisan depan kedua tim. PSIM Yogyakarta tercatat hanya mampu mengemas satu gol dalam tiga laga terakhirnya, itu pun melalui titik putih. Striker utama mereka, Nermin Haljeta, bahkan belum mencetak gol lagi sejak Oktober 2025.
Kondisi serupa dialami oleh Persis Solo. Laskar Sambernyawa kini tercatat gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun. Absennya penyelesaian akhir yang klinis membuat peluang-peluang emas, seperti sundulan Irfan Jauhari yang ditepis Cahya Supriadi, gagal berbuah angka.
2. Tren Negatif Laskar Mataram di Kandang
Hasil imbang ini memperpanjang catatan kurang memuaskan PSIM saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Laskar Mataram kini telah melewati tiga laga beruntun tanpa kemenangan, termasuk kekalahan telak dari Persebaya Surabaya dan Borneo FC di laga-laga sebelumnya. Terakhir kali PSIM merasakan kemenangan kandang adalah saat menumbangkan Semen Padang dengan skor tipis 1-0.
3. Sinyal Kebangkitan Pertahanan Persis Solo
Meski kesulitan mencetak gol, ada satu hal positif yang bisa dibawa pulang oleh Persis Solo, yaitu keberhasilan menjaga kesucian gawang mereka. Laga ini menjadi momen pertama Persis mencatatkan clean sheet sejak terakhir kali melakukannya saat melawan Bali United pada November 2025. Kedisiplinan lini belakang ini menjadi modal penting bagi tim asuhan Milomir Seslija untuk keluar dari situasi sulit.
4. Posisi Klasemen yang Stagnan
Tambahan satu poin tidak memberikan perubahan berarti bagi posisi kedua tim di klasemen sementara. PSIM masih tertahan di peringkat ketujuh dengan koleksi 31 poin. Sementara itu, situasi lebih mengkhawatirkan dialami Persis Solo yang masih terpuruk di posisi ke-18 atau dasar klasemen dengan raihan 11 poin, membuat mereka harus berjuang keras untuk menghindari zona degradasi.
Hasil imbang ini juga menjadi ulangan dari pertemuan pertama musim ini di Stadion Manahan pada November 2025. Di mana saat itu kedua tim juga berbagi poin setelah bermain imbang 2-2.












