KLATEN, POPULI.ID – Kabar duka mendalam menyelimuti Kabupaten Klaten pada awal tahun 2026. Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, dikabarkan meninggal dunia pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Kepergian sosok pemimpin muda ini menyisakan kesedihan mendalam bagi jajaran pemerintah daerah maupun masyarakat Kota Bersinar.
Berdasarkan konfirmasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Prokopim Setda Klaten, Rizqan Iryawan, Benny Indra Ardhianto mengembuskan napas terakhirnya di Semarang. Sebelum dinyatakan wafat, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi, Semarang, selama beberapa waktu.
Meskipun kabar duka telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Klaten, hingga kini belum ada keterangan medis mendetail mengenai penyebab spesifik meninggalnya sang Wakil Bupati. Jenazah direncanakan akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Klaten.
Setelah disemayamkan di rumah duka, prosesi pemakaman akan dilanjutkan pada Minggu (8/2/2026). Berdasarkan informasi layu-layu (kematian) yang beredar, jenazah Benny Indra Ardhianto direncanakan akan dimakamkan di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Biografi dan Latar Belakang Keluarga
Benny Indra Ardhianto lahir lahir pada 14 April 1992. Ia tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan dunia politik dan pengabdian masyarakat. Benny adalah putra dari Hariyanto, yang merupakan tokoh penting di Klaten sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Klaten sekaligus Wakil Ketua DPRD Klaten.
Meski memiliki latar belakang keluarga politik yang kuat, Benny dikenal memiliki prinsip mandiri. Ia menegaskan tidak ingin sekadar berada di bawah bayang-bayang ayahnya dalam merintis karier.
Salah satu fakta menarik dalam biografinya adalah keputusannya untuk tidak maju sebagai calon legislatif (caleg) meskipun ia aktif di partai. Hal ini dikarenakan ia memegang prinsip tidak ingin ada dua orang dari satu rumah yang menjabat sebagai anggota DPRD secara bersamaan. Oleh karena itu, ia memilih jalur eksekutif untuk berkontribusi bagi Klaten.
Perjalanan Karier Bisnis yang Cemerlang
Sebelum menjabat sebagai wakil rakyat, Benny telah membangun reputasi sebagai pengusaha muda yang sukses di berbagai sektor. Fokus bisnis utamanya meliputi:
• Sektor Distribusi & Energi: Ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Benny Putra Mandiri, serta memegang posisi strategis sebagai komisaris dan general manager di PT Benny Putra. Bisnis utamanya bergerak di bidang distribusi agen gas elpiji.
• Inisiatif Bisnis Lokal: Sebagai putra daerah, ia mendirikan Arena Kuliner Delanggu serta Sentral Oli dan Motor Delanggu, yang menunjukkan kepeduliannya pada perputaran ekonomi di tingkat kecamatan.
• Kepemimpinan Organisasi: Benny sangat aktif dalam organisasi profesi. Ia tercatat sebagai Sekretaris Paguyuban Pertashop Jateng-DIY (P2PJD) DPC Surakarta dan Region Coordinator Agen, SPPBE & Retester Elpiji 3 kg Hiswana Migas Kabupaten Klaten.
• Kepedulian Sosial: Di luar bisnis, ia juga terlibat dalam komunitas sosial, salah satunya adalah Komunitas Penggilingan Padi dan Beras (KPPB) Klaten.
Dari Pengusaha ke Panggung Politik
Karier politik Benny dimulai secara resmi pada tahun 2019 ketika ia bergabung menjadi kader Partai Gerindra. Dalam waktu singkat, ia menjadi kader unggulan dan namanya mulai digadang-gadang untuk maju dalam kontestasi daerah sejak awal tahun 2024.
Pada Pilkada Klaten 2024, Benny yang saat itu berusia 32 tahun maju sebagai Calon Wakil Bupati berpasangan dengan Hamenang Wajar Ismoyo. Selama masa jabatannya hingga wafat di usia 33 tahun, ia membawa misi besar untuk memodernisasi Klaten. Beberapa fokus utamanya meliputi:
• Aspirasi Anak Muda: Benny sangat vokal dalam menyuarakan agar aspirasi generasi muda diimplementasikan secara nyata dalam pembangunan daerah, terutama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
• Visi Pembangunan: Ia bermimpi menjadikan Klaten sebagai kota yang modern, bersih, unggul, damai, dan aman.
• Harmoni Pemerintahan: Selama menjabat, ia dikenal memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo. Keduanya sering tampil bersama sebagai representasi pemimpin muda yang enerjik.
Kepergiannya di usia yang sangat muda dan di tengah masa pengabdian menjadi kehilangan besar bagi dinamika kepemimpinan di Kabupaten Klaten.







