YOGYAKARTA, POPULI.ID – Harga bunga tabur di Kota Yogyakarta melonjak naik seiring banyaknya masyarakat yang melaksanakan tradisi sadranan (nyadran) atau ziarah makam menjelang ramadan 2026. Pantauan Populi.id, harga bunga tabur di Pasar Kranggan mencapai Rp150 ribu per tampah pada Minggu (8/2/2026).
Pedagang bunga tabur di Pasar Kranggan, Sumirah (64), mengatakan bahwa harga bunga tabur saat ini meningkat empat kali lipat dibanding hari biasa. Bunga tabur mawar dan melati setampah yang sebelumnya dijual Rp50 ribu, kini meningkat menjadi Rp150 ribu.
“Kalau yang ukuran keranjang kecil pada hari biasa Rp10 ribu, sekarang jadi Rp30 ribu. Kemudian yang keranjang sedang sebelumnya Rp20-25 ribu, sekarang Rp50 ribu. Sedangkan keranjang besar yang biasanya Rp40 ribu, sekarang dijual Rp80 ribu,” sebutnya.
Dia menyampaikan, meningkatnya harga bunga tabur dipengaruhi karena tingginya permintaan masyarakat yang ingin berziarah. Selain itu, juga dipengaruhi melonjaknya harga kulakan bunga tabur karena menipisnya panen petani bunga.
“Harga kulakan satu poncot bunga tabur sekarang Rp800 ribu. Untuk bunga kantil harga kulakan biasanya Rp80 ribu, sekarang naik jadi Rp250 ribu per bungkus. Jadi kami harus putar otak untuk mengejar (modal),” kata dia.
Pedagang lainnya, Irul (48), membenarkan bahwa harga kulakan bunga tabur saat ini naik empat kali lipat. Biasanya dia membeli bunga tabur Rp150 ribu per poncot, kini naik menjadi Rp600 ribu per poncot. Sehingga, mau tak mau dia harus meningkatkan harga jual bunga tabur ke pembeli.
“Sekarang harga bunga tabur keranjang sedang Rp50 ribu, sebelumnya Rp20-25 ribu. Kalau yang keranjang besar naik dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu,” ujarnya.
Selain harga kulakan melonjak, persediaan stok bunga tabur segar yang menipis juga jadi penyebab mahalnya harga bunga tabur. Dia pun mengaku saat ini kesusahan memcari stok bunga segar.
“Bahannya susah, semuanya juga menunggu-nunggu. Saya pesannya dari petani langsung dan dari sananya memang agak susah,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












