KULON PROGO, POPULI.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kulon Progo resmi dibuka. Upacara pembukaan berlangsung khidmat di Lapangan Salamrejo, Kalurahan Salamrejo Kapanewon Sentolo, pada Selasa (10/2/2026).
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Pembukaan ditandai secara simbolis dengan penyematan pita, penyerahan peralatan kerja kepada perwakilan Satgas TMMD, serta pemukulan kentongan dengan didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa” ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.
Wakil Bupati Ambar Purwoko mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat yang dinilai sangat luar biasa. Ia menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat desa.
”Tanggapan masyarakat dan pemerintahan sangat luar biasa. Kami ucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0731/Kulon Progo yang melaksanakan kegiatan ini. Ini adalah wujud peran nyata TNI bersama rakyat. Harapan kami, infrastruktur yang mungkin selama belasan tahun belum tersentuh, kini menjadi fokus utama melalui kerja sama dengan TNI,” ujar Ambar.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., menegaskan bahwa TMMD tahun ini tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan non-fisik.
”Fokus utama kita memang infrastruktur, namun kami juga memberikan pembekalan dan bimbingan teknis. Kodim berintegrasi dan bersinergi dengan Pemda, dinas terkait, hingga Polres untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” jelas Letkol Inf Dyan.
Berdasarkan laporan kesiapan yang disampaikan Letda Inf Adi Mardiyanto, lokasi TMMD kali ini berpusat di Padukuhan Salam, Kalurahan Salamrejo.
Terdapat dua sasaran utama dalam proyek kali ini :
* Sasaran Fisik : Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 487 meter dengan lebar 3 meter, pembuatan talud sepanjang 229 meter, serta renovasi berupa pengecatan Masjid Al ‘Alim dan satu unit pos ronda.
* Sasaran Non-Fisik : Serangkaian penyuluhan strategis bagi masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, penanggulangan bencana, hingga isu kesehatan mendesak seperti pencegahan stunting dan penyakit menular (TBC).
Keberlangsungan program ini didukung oleh pendanaan kolektif dengan total Rp315.450.000. Dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi DIY (Rp75 juta), APBD Kabupaten Kulon Progo (Rp182,5 juta), APBKal (Rp20 juta), serta kontribusi swadaya masyarakat sebesar (Rp37,95 juta).
Tingginya angka swadaya masyarakat menunjukkan besarnya partisipasi dan rasa memiliki warga terhadap pembangunan di wilayahnya. Setelah upacara pembukaan, personel Dansatgas TMMD bersama masyarakat langsung terjun ke lokasi untuk memulai pengerjaan infrastruktur agar selesai tepat waktu (AR).












