JAKARTA, POPULI.ID – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025/2026, kini tengah menghadapi situasi yang mengkhawatirkan bagi para pelatih lokal.
Dari 18 klub yang berkompetisi, dominasi pelatih asing yang begitu kental membuat keberadaan pelatih lokal kembali menyusut ke angka paling rendah.
Fenomena tersebut mencerminkan krisis kepercayaan klub-klub besar terhadap potensi juru taktik lokal untuk menakhodai tim mereka secara permanen.
PSBS Biak dan Kedatangan Marian Mihail
Kondisi ini semakin dipertegas dengan langkah terbaru yang diambil oleh PSBS Biak. Pada Selasa, 10 Februari 2026, klub berjuluk Badai Pasifik tersebut resmi mengumumkan penunjukan Marian Mihail sebagai pelatih permanen hingga akhir musim 2025/2026.
Pelatih asal Rumania ini didatangkan untuk menggantikan posisi pelatih sementara atau caretaker lokal, Kahudi Wahyu.
Selama masa transisi setelah pemecatan Divaldo Alves, Kahudi Wahyu sebenarnya telah memimpin PSBS dalam lima pertandingan dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Namun, manajemen akhirnya tetap memilih sosok asing untuk menjadi nakhoda tetap mereka.
Langkah PSBS ini mengikuti jejak klub-klub lain yang sempat memberikan kepercayaan sementara kepada pelatih lokal seperti Tithan Wulung Suryata, Uston Nawawi, hingga Ahmad Amiruddin, sebelum akhirnya kembali ke pelukan pelatih asing.
Hendri Susilo: “The Last Man Standing”
Di tengah gempuran 17 pelatih asing lainnya, nama Hendri Susilo muncul sebagai satu-satunya perwakilan pelatih lokal yang masih bertahan.
Malut United menjadi satu-satunya klub yang memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih asal Sumatra Barat ini untuk bersaing dalam adu taktik di Super League.
Hendri dikenal sebagai pelatih kawakan, meski perjalanannya tidak selalu mulus. Musim lalu, ia sempat gagal membawa Sriwijaya FC bersaing memperebutkan tiket ke kasta tertinggi.
Ia juga pernah mengalami start sulit bersama Semen Padang pada awal musim 2024/2025 dengan menelan tiga kekalahan dari empat laga awal.
Meskipun sempat diragukan, Hendri Susilo membuktikan kapasitasnya dengan membawa Malut United menduduki peringkat empat hingga pekan ke-20 di klasemen sementara Super League saat ini.
Daftar Pelatih Kepala di Super League 2025/2026
Berikut adalah daftar lengkap 18 pelatih yang memimpin klub-klub di Super League musim ini, yang memperlihatkan betapa minimnya peran pelatih lokal:
1. Malut United: Hendri Susilo (Indonesia)
2. Semen Padang: Dejan Antonic (Serbia)
3. Bhayangkara FC: Paul Munster (Irlandia Utara)
4. Dewa United: Jan Olde Riekerink (Belanda)
5. Persita Tangerang: Carlos Pena (Spanyol)
6. Persija Jakarta: Mauricio Souza (Brasil)
7. Persib Bandung: Bojan Hodak (Kroasia)
8. Persijap Jepara: Divaldo Alves (Portugal)
9. PSIM Yogyakarta: Jean-Paul van Gastel (Belanda)
10. Persis Solo: Milomir Seslija (Bosnia)
11. Arema FC: Marcos Santos (Brasil)
12. Persik Kediri: Marcos Torres (Spanyol)
13. Persebaya Surabaya: Bernardo Tavares (Portugal)
14. Madura United: Carlos Parreira (Brasil)
15. Bali United: Johnny Jansen (Belanda)
16. Borneo FC: Fabio Lefundes (Brasil)
17. PSM Makassar: Tomas Trucha (Republik Ceko)
18. PSBS Biak: Marian Mihail (Rumania)
Kini, beban untuk menjaga martabat pelatih lokal di panggung tertinggi sepenuhnya berada di pundak Hendri Susilo. Aksinya dalam meracik taktik untuk bersaing dengan para pelatih asing akan terus menjadi pusat perhatian di sisa musim ini.












